dinukil dari Tarbawi Edisi 231.Semoga kita bisa meneladaninya.Terutama ane 
pribadi.

Kesholihan Bangsa, Tegaknya Nilai Agama Allah dalam suatu Negara bukan 
serta-merta muncul begitu saja.Solidnya dan Konsistennya suatu organisasi atau 
komunitas dalam meninggikan Kalimat Allah, bukan muncul sekejap.Melainkan 
dimulai dari Rumah Tangga, dari Keluarga yg Sholih.Terlebih dgn orang tua yg 
berkata: "Ini Untukmu, Anakku..."
Wassalam,



Nugon

-=-=-=-
"Dalam kitab Hilyatul Auliya, dikisahkan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu 
shalat malam dan di sisinya tertidur anaknya yang masih kecil.
Usai shalat ia memandang anaknya dan berkata, "Ini untukmu wahai anakku..."
Ia lalu membaca surat al-Kahfi yang menyebutkan "wa kaana abuuhumaa shaalihan" 
(dan adalah orang tua dari anak yatim itu merupakan orang shalih) sambil 
menangis."
........
Ayat yg dibaca adalah Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 82, yang artinya:"Adapun 
dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak muda yang yatim di kota itu, 
dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya 
adalah seorang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada 
kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; 
dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu 
adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
(kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidir as)
.......
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, "Itu merupakan dalil bahwa keshalihan 
orang tua akan turut memelihara keluarga dan keturunannya. Barakah dari 
ibadahnya kepada Allah itu, meliputi kebahagiaan dunia dan akhirat bagi 
keluarga yang ditinggalkannya. Termasuk dengan syafaat orang tua untuk 
keluarganya dan pengangkatan derajat mereka sehingga orang tua yang shalih itu 
senang melihat keturunannya di surga."
-=-=-




      

Kirim email ke