Tajuk Delta 99,1 FM:




Belum banyak diketahui masyarakat,
1 Juli ternyata sudah dideklarasikan sebagai hari hijab
internasional. Mudahnya, itulah tanggal ketika dunia mengakui jilbab sebagai
bagian dari busana kaum muslimah sedunia.

            Sebenarnya,
tanpa hari hijab internasional pun, jilbab sudah digariskan sebagai sesuatu
yang melekat pada komunitas muslim. Bahkan kebiasaan berjilbab sesungguhnya 
sudah
ada sejak masa lampau dan dilestarikan oleh berbagai macam komunitas selain
Islam hingga kini. Baru dalam perkembangannya, hijab—termasuk jilbab—lebih
diidentikkan dengan masyarakat Islam.

Nah, dengan adanya momen hari hijab,
paling tidak ini sebuah tanda bahwa dunia tidak lagi salah tafsir—salah
paham—terhadap dikenakannya jilbab oleh para perempuan Islam.

            Sampai
sekarang, masih tak sedikit kalangan yang memberi stigma keliru terhadap gaya
berbusana muslimah. Jilbab secara keliru dianggap sebagai simbol eksklusivisme.
Ada pula yang beranggapan, jilbab adalah wujud pengekangan atas perempuan. Dari
situ, puncaknya, jilbab dipandang sinis sebagai wujud penindasan terhadap hak
azasi kaum hawa.

            Anggapan-anggapan
tadi memang salah kaprah. Pemakaian hijab, termasuk jilbab, diajarkan oleh Nabi
Muhammad. Perintah yang sama juga tercantum dalam kitab suci Al Qur’an. Jadi
akan lebih bijaksana, apabila orang-orang yang berjilbab dihargai sebagai
manusia yang semata-mata tengah berusaha mempraktikkan ajaran agama mereka.

Terlepas dari itu, kritik terhadap
pemakaian jilbab hendaknya juga disikapi sebagai sebuah—katakanlah—tantangan
konstruktif khususnya bagi kaum muslimah.

Betapa eloknya, seandainya jilbab tidak
menjadi atau—tepatnya—DIJADIKAN kendala oleh muslimah dalam beraktivitas.
Mengenakan jilbab sebagai ajaran agama sepatutnya justru membuat kaum muslimah
semakin dekat dengan agama. Dan karena kian dekat dengan agama, maka kita
sungguh-sungguh menginginkan, kaum muslimah setelah mengenakan jilbab akan
semakin produktif dan bertambah ikhlas dalam hidup.

Kita yakin, muslimah berjilbab dapat
mematahkan segala stigma buruk yang mengait-ngaitkan pemakaian jilbab dengan
keterbelakangan, kebodohan, ketertindasan, dan segala hal diskriminatif
lainnya.

Dari situlah, hari hijab internasional
kita harapkan tidak sebatas menjadi momen pelurusan terhadap kekurang-pahaman
sebagian pihak internasional saat memandang Islam, tetapi sekaligus menjadi
momen peringatan bagi perempuan-perempuan muslimah untuk membawa manfaat lebih
besar lagi bagi dunia.





      

Kirim email ke