Mari belajar sikap ke'aliman, dan beraninya beradu pendapat..dipadukan dgn 
tawadhu.Mari belajar dari Imam Ahmad rah
Wassalam,



Nugon

http://almanar.wordpress.com/2007/01/26/39/
Imam Ahmad 
yang Tawadhu’Januari 26, 2007 pukul 10:26 pm 


Imam Ahmad Bin Hambal (164-241 H), salah satu 
ulama’ madzhab 4, berasal dari Bagdad, karya beliau antara lain, Musnad Ahmad, 
Ar Radd ilal Jahmiyah Waz Zanadiqah, dll. 

Beliau memang amat tegas terhadap para ahlul 
bid’ah, akan tetapi amat tawadhu terhadap sesama ulama’ ahlu sunnah, berikut 
ini 
beberapa nukilan yang menunjukkan kearifan Ahmad bin Hambal terhadap mereka 
yang 
berbeda pendapat dengannya.


Dalam Siyar ‘Alam An Nubala’, dalam 
tarjamah, Ishaq bin Rahuyah, berkata Ahmad bin Hafsh As Sa’di, Syaikh 
Ibnu ‘Adi: “Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata: Tidak ada seorang pun yang 
pernah pergi ke Khurasan menyerupai Ishaq (kelebihannya), walaui dia 
telah menyelisihi kita dalam beberapa hal, sesungguhnya manusia masih 
berselisih 
satu sama lain. (Siyar 
‘Alam An Nubala’ hal. 16, vol. 10).


Juga diriwayatkan oleh Al Hafidz Abu ‘Umar bin 
‘Abdul Barr, dalam Jami’ Bayan Al ‘Ilmi, dalam bab Itsbat Al 
Munadharah Wal Mujadalah Wa Iqamati Al Hujjah, dari Muhamad Bin ‘Attab bin 
Al Murba’, dia berka, aku mendengar Al ‘Abbas bin Abdi Al Al Adzim Al Ambari 
mengabarkan kepadaku: “Aku bersama Ahmad bin Hambal dan datanglah ‘Ali bin 
Madini dengan mengandarai tunggangan, lalu keduanya berdebat dalam masalah 
syahadah, hingga meninggi suara keduanya, samapi aku takut terjadi 
apa-apa diantara keduanya. Ahmad berpendapat adanya syahadah sedangakan 
‘Ali menolak dan menyanggah, akan tetapi ketika Ali hendak meninggalkan tempat 
tersebut Ahmad bangkit dan menaiki kendaraan bersamanya (Jami’ Bayan Al 
‘Ilmi hal. 968, vol.2).


Juga diriwayatkan bahwa Ahmad bin Hambal juga 
pernah berdebat dengan guru beliau Imam Syaf’i dalam masalah hukum meninggalkan 
shalat, maka berkata kepada dia Imam Syafi’i: “Wahai Ahmad, apakah engkau 
mengatakan dia (yang meninggalkan shalat) kafir?” Ahmad menjawab: “Iya.” Imam 
Syafi’i lantas bertanya: ” Jika sudah kafir bagaimana cara untuk berislam?”, 
Ahmad menjawab: “Dengan mengatakan La ilaha ila Allah”. Dijawab Syafi’i: “Dia 
masih memegang kata itu dan tidak meninggalkannya (syahadat)”. Ahmad berkata: 
“Dengan menyerahkan diri untuk mau mengerjakan shalat”. Syafi’i menjawab: 
“Shalat orang kafir tidak sah, dan tidak dihukumi sebagai muslim dengan hanya 
shalat”. Maka Ahmad berhenti berbicara dan diam (Thabaqat As 
Syafi’iyah, hal. 61, vol.2).


Walau terjadi perselisihan dalam beberapa masalah, 
Imam Ahmad tetap bersikap tawadhu’, bahkan banyak memuji untuk 
Syafi’i.


Berkat Ishaq bin Rahuyah: “Aku bersama Ahmad di 
Makkah, dia berkata: “Kemarilah! Aku tunjukkan kepadamu seorang lelaki yang 
kamu 
belum pernah melihat orang seperti dia!” Ternyata laki-laki tersebut adalah 
Syafi’i. (Shifatu As Shofwah, hal. 142, vol. 2)


Berkata Ahmad bin Al Laits: “Aku mendengar Ahmad 
bin Hambal berkata: “Aku akan benar-benar mendo’akan Syafi’i dalam shalatku 
selama 40 tahun, aku berdoa:” Ya Allah, ampunilah diriku dan orang tuaku, dan 
Muhammad bin Idris Asyafi’i.” (Manaqib As Syafi’i lil Baihaqi, hal. 
254, vol. 2)


Dari Abu Dawud As Sijistani, bahwa Ahmad bin 
Hambal mendengar kabar bahwa Ibnu Ma’in menisbatkan Syafi’i kepada 
tasyayu’. Maka berakata Ahmad: “Apakah engkau mengatakan hal ini 
terhadap para imam umat Islam?” Yahya menjawab: “Aku melihat di bukunya tentang 
hukum memerangi ahlu al bagha (pemberontak), dari awal hingga akhir dia 
berdalil dengan ‘Ali bin Abi Thalib.” Imam Ahmad berkata: “Engkau sungguh 
mengherankan! Dengan siapa lagi Syafi’i berhujjah dalam hukum memerangi ahli 
al bagha? Dan seorang yang pertama dari umat ini yang diuji dengan 
pemberontakan adalah ‘Ali bin Abi Thalib, dan dia yang telah menghukumi, tidak 
didapati dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasslam, juga tidak pula dari 
para khalifah selainnya, lalu dengan siapa dia (Syafi’i) mengambil hujjah? Maka 
malu lah Yahya bin Ma’in (Manaqib As Syafi’i, hal 450-451, vol. 
1)


      

Kirim email ke