http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/misi-dakwah-tuan-kapoor-bagi-bagi-al-quran-di-kanada-dan-as.htm
Misi Dakwah "Tuan" Kapoor, Bagi-Bagi Al-Quran di Kanada dan ASJumat, 20/08/2010 
09:06 WIB | email | print | shareSeorang muslim Kanada bekerjasama dengan 
Islamic Society of North America (ISNA) akan menggelar aksi sosial 
membagi-bagikan Al-Quran secara gratis di Kanada dan AS. Aksi ini dilakukan 
setelah sebuah gereja di Gainesville, Florida mengumumkan akan menyelenggarakan 
"Hari Membakar Al-Quran Internasional" untuk memperingati 9 tahun serangan 11 
September di AS.Suhail Kapoor akan membagikan Al-Quran dengan terjemahan 
berbahasa Inggris sebagai upaya untuk menyebarkan pesan-pesan dalam ajaran 
Islam di kalangan masyarakat Kanada dan AS. Ia mendapatkan dukungan dana dari 
para dermawan muslim untuk mencetak Al-Quran yang akan dibagikan. "Kalau 
mencetaknya banyak, harganya cetaknya jadi lebih murah, hanya 1,25 dollar per 
Al-Quran," tuturnya.Menurut Kapoor, banyak orang yang menentang Islam karena 
mereka tidak tahu tentang ajaran Islam. "Kalau mereka
 punya kesempatan membaca Al-Quran, yang merupakan mukjizat dari Tuhan, kitab 
suci ini akan mengubah pandangan mereka," kata Kapoor optimis.Kapoor giat 
berdakwah di Kanada setelah masuk Islam pada tahun 1990 saat bekerja di Arab 
Saudi. Ia sudah membagikan ribuan Al-Quran selama 10 tahun terakhir. "Anda 
tahu, Al-Quranlah yang mengubah niat Umar bin Khattab yang sebelum masuk Islam 
ingin membunuh Rasulullah Saw. Saya tahu, ada ribuan orang yang akhirnya 
menerima Islam setelah membaca isi Al-Quran," ujar lelaki yang sebelumnya 
beragama Hindu itu.Kapoor mengecam kampanye yang dilakukan Gereja di 
Gainsville, tapi ia yakin kampanye hitam terhadap Al-Quran akan mendorong lebih 
banyak orang untuk membaca Al-Quran. Ia menceritakan pengalamannya sendiri 
ketika mempelajari Al-Quran dari seorang sahabatnya saat masih bekerja di Arab 
Saudi, hingga ia memutuskan masuk Islam."Saya menerima Islam setelah menemukan 
jawaban yang meyakinkan dari ajaran Islam atas semua
 pertanyaan saya tentang tujuan hidup ini. Dalam Islam, seseorang bisa memohon 
ampunan langsung pada Allah tanpa harus melalui perantara, seorang ulama 
misalnya," tukas Kapoor.Dengan membagi-bagikan Al-Quran, Kapoor ingin 
menyampaikan pesan-pesan dalam Islam pada pembuat kebijakan di Amerika Utara 
agar mengubah sikap negatif mereka terhadap Islam dan Muslim. Kapoor meyakini, 
kebangkitan Islam akan berawal dari Barat dimana setiap harinya akan ada 
ratusan orang baru yang memeluk agama Islam. Ia mengungkapkan data hasil survei 
sebuah organisasi nirlaba yang menyebutkan, setiap tahun ada 150 ribu sampai 
200 ribu orang yang masuk Islam di Amerika Utara dan 200 ribu orang di Eropa.Ia 
menekankan pentingnya interaksi antara Muslim dan non-Muslim di tengah 
masyarakat Barat dalam memecahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi. "Saya 
senang melihat sudah banyak upaya yang dilakukan ke arah itu. Misalnya, setiap 
musim gugur komunitas Muslim ikut kampanye
 kebersihan di Toronto. Banyak muslimah berjilbab ikut dalam program kebersihan 
ini. Kegiatan semacam ini akan memberikan citra positif bagi komunitas Muslim," 
ungkap Kapoor.Menulis BukuSelain berdakwah, Kapoor juga menulis buku. Bukunya 
"Islam: Balancing Life and Beyond" mendapat sambutan di kalangan masyarakat 
Barat dan telah menginspirasi banyak orang untuk memeluk Islam. Buku setebal 72 
halaman yang sudah dicetak sebanyak 210 ribu eksemplar itu, atas permintaan 
Masjid Sentral London akan dicetak ulang atas biaya dari sumbangan komunitas 
Muslim.Kapoor memusatkan dakwah Islamnya di kota Mississauga, sekira 24 
kilometer sebelah utara Toronto. Ia membagikan bukunya di jalan-jalan dan 
memberikan ceramah tentang Islam di gereja-gereja dan sekolah-sekolah Katolik 
di Kanada. Dari pengalamannya berdakwah, Kapoor mengatakan bahwa masih banyak 
pandangan yang salah tentang Islam di kalangan masyarakat Barat. "Dan saya 
ingin menghapus pemikiran yang salah itu,"
 tukasnya.Kapoor menghimbau kaum Muslimin untuk menampilkan Islam dengan cara 
menunjukkan perilaku yang terbaik. Ia menyayangkan mereka yang sejak lahir 
beragama Islam tapi tidak menunjukkan sikap lembut dan komitmennya sebagai 
muslim. Oleh sebab itu, Kapoor selalu mengagumi para mualaf, terutama dari 
kalangan perempuan di Barat yang masuk Islam dan mengikuti ajaran Islam dengan 
komitmen yang tinggi."Ini sangat fenomenal," tandasnya. (ln/arabnews)


      

Kirim email ke