jadi pengen ikutan nimbrung,,,
sebenarnya tergantung niat yg hormatnya...
kalo sayang banget sama bendera sampai diliatin ke puncak tiang bahkan dicium 
dan dipeluk... dikasih sesajen dan disembah2 maka itu termasuk syirik.

kalo cuma ikutin kata pimpinan utk menghormati sekedarnya, maka itu biasa aja. 
karena apa? menghormati bendera hanya pada 17an dan hari senin (utk yg 
sekolah), 
selain itu bendera tak pernah dihormati lagi, bahkan yg kuliah pun udah ngga 
hormat2an lagi sama bendera (kecuali yg masih seneng ikut paskibra). 


misalnya setelah upacara terus hujan, apakah langsung diturunin? wallahu 
alam... 
(tergantung niat orangnya jg)

menurut saya, ini hanya simbolisasi agar ngga lupa sama sejarah Indonesia 65 
tahun yang lalu. 65 thn yg lalu Soekarno dan Bung Hatta melakukan hal yg sama 
bersama golongan tua dan golongan pemuda (panjang kalo ngebahas sejarah).

apa jadinya kalo hormat bendera ngga pernah ada?
maka lagu Indonesia Raya akan sama datarnya dengan lagu Mengheningkan Cipta dan 
lagu Garuda Pancasila yang ngga begitu terkenal sejarahnya. Lagu Indonesia jg 
akan terasa tidak bernyawa dan tidak berenergi.

itu menurut pendapat saya... 
wallahu alam
^_^

 -Nabilah Fisabilillah-
MFB: "Fisabilillah2013"

Kirim email ke