PARAMETER "MORAL" TIAP AGAMA BERBEDA-2
Kami
sangat heran jika ada pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang
terus-menerus berteriak tentang Moral Masyarakat Indonesia, tetapi
diukur berdasarkan hanya dari agamanya sendiri.
Kami bahkan tidak mengerti bagaimana mereka "mengukur" Moral dan Berdosa dengan parameter mereka. Karena setahu kami Parameter untuk menilai Moral pada tiap agama berbeda-beda.
Moral Masyarakat Indonesia diukur dari salah satu agama yaitu (Islam) karena memang sebagian besar, 89% penduduk Indonesia, beragama Islam. Jadi kalo ada beragumen demikian, maksudnya adalah ukuran moral mayoritas umat di Indonesia, yaitu umat Islam. Tentu saja ukuran moral umat beragama lain berbeda, tp gak mgkn donk disebutin semuanya... Jadi argumen diatas bukan berarti pemaksaan kehendak atas umat lain...
Sebagai
contoh istilah : Ahlak, Aurat, Maksiat, Mungkar, dll sebagainya,
istilah tersebut tidak dikenal dalam istilah agama kami. Jadi janganlah
masyarakat kita yang majemuk dan beraneka-ragam agama dan budaya ini,
"diatur" dengan istilah-istilah dari satu agama tertentu. Hal itu tentu
saja tidak adil, dan tidak benar.
Itu pemakaian bahasa mas... kalo inget pelajaran bhs di SD, Bhs Indo dipengaruhi berbagai bhs & budaya spt China, Portugis, Belanda, Hindu, Budha... t'msk juga budaya Arab & Islam...
Itu pemakaian bahasa mas... kalo inget pelajaran bhs di SD, Bhs Indo dipengaruhi berbagai bhs & budaya spt China, Portugis, Belanda, Hindu, Budha... t'msk juga budaya Arab & Islam...
Contoh konkritnya :
-
Istilah menutup "Aurat", dalam hal ini Aurat diterjemahkan sebagai
seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kami sangat
menghormati ajaran tersebut. Tetapi ajaran tersebut tidak ada / tidak
diberlakukan dalam ajaran agama kami.
-
Begitu pula dengan cara berpakaian dan cara begerak yang diatur dalam
RUU APP yang kontroversial ini, juga Tidak dilarang-larang/diatur dalam
agama kami. Dalam agama kami, sebagai manusia seharusnya bisa mengatur
dirinya sendiri dalam hal berpakaian sesuai etika dalam dirinya dan
disesuaikan dengan tempatnya, situasi dan kondisinya.
Ya
terserah yg terjemahin donk.... kalo umat lain mo terjemahan arti & batasan "aurat" yg berbeda
silakan saja... gak ada masalah koq. Tp sy yakin skali gak ada
pemuka agama manapun yg membolehkan pengikutnya utk bugil dimuka umum...
-
Dalam agama-agama lain, berciuman (selain suami-istri) juga bukanlah
sesuatu hal yang Tabu, bahkan dalam Agama Hindu Bali, terdapat budaya
tersebut yang dilakukan oleh muda-mudi (saling berciuman lalu sambil
disiram air).
- Kelihatan pusar dilarang
dalam RUU APP, mengapa ?!. Kami menghormati jika hal itu
ditabukan/dilarang dalam agama tertentu, tetapi jika dalam agama-agama
lain tidak dilarang, apakah kami-kami yang berbeda agama juga harus
mengikuti aturan agama tersebut?!. Banyak warga Indonesia keturunan
India yang masih gemar memakai busana sari, yang terlihat pusarnya.
Jika RUU tersebut mengecualikan bahwa untuk baju tradisional
diperkenankan/dikecualikan, lalu ketika warga Indonesia keturunan India
tersebut memakai busana kaos biasa yang memperlihatkan pusarnya, atau
warga lainnya (yang tidak dilarang dalam agamanya) memakai kaos yg
kelihatan pusarnya, maka berdasarkan RUU hal itu menjadi terlarang dan
tidak bermoral?!
Seblm komen lebih jauh... lebih baik posting dulu draft RUU APP tersebut... biar qta semua disini jelas... mencakup apa saja RUU APP tsb... Apa bnr RUU tsb melarang umat Hindu utk melakukan upacara ciuman? apa bnr cewe India gak boleh lagi pake Sari? atau turis tdk bole berbikini di Bali?
Seblm komen lebih jauh... lebih baik posting dulu draft RUU APP tersebut... biar qta semua disini jelas... mencakup apa saja RUU APP tsb... Apa bnr RUU tsb melarang umat Hindu utk melakukan upacara ciuman? apa bnr cewe India gak boleh lagi pake Sari? atau turis tdk bole berbikini di Bali?
-
Dalam agama tertentu Poligami dengan batas dan syarat tertentu
diperbolehkan, tetapi dalam agama lainnya hal itu Dilarang/Ditabukan,
apakah kemudian Poligami harus dilarang bagi seluruh masyarakat
Indonesia, dikarenakan ada agama yang melarangnya ?, atau sebaliknya
yaitu Poligami jadi diperbolehkan untuk semua agama? Bukankah tidak
seperti itu adanya.
- Dalam agama tertentu
segala hal-hal yang memang berbau Pornografi sangat dilarang/ditabukan.
Tetapi dalam agama-agama lain, terdapat kitab-kitab kuno yang berisi
teknik percintaan yang sudah tentu berbau pornografi (Lalu apa itu
dianggap tidak bermoral dan maksiat?!). Tetapi tentu saja kitab-kitab
seperti ini bukan diperuntukan untuk anak dibawah umur, tetapi untuk
orang dewasa khususnya bagi mereka yang ingin menikah dan pasangan
suami-istri. Jadi indikasi ini jelas, bahwa dalam agama-agama lain pun,
Pornografi dilarang hanya untuk anak-anak saja, tetapi diperkenankan
bagi orang dewasa.
-
Begitu pula dengan istilah "Haram". Pada agama tertentu memakan daging
babi, amphibi, minuman mengandung alkohol memang diharamkan. Tetapi
dalam agama lainnya hal itu tidak dilarang. Pada agama tertentu lainnya
yang justru dilarang adalah memakan daging sapi. Lalu apakah aturan
agama yang satu bisa berlaku bagi agama lainnya. Sebagai contoh yang
jelas : Banyak makanan yang mengandung alkhohol, seperti arak masak dan
rhum, begitu pula minuman yang mengandung alkohol diperkenankan
dimakan/diminum dalam agama-agama lain. Dalam agama-agama lain tersebut
yang dilarang adalah, jika seseorang memakan/meminumnya, lalu kemudian
ia mabuk lalu mencuri, menodong, merusak, atau memukul orang lain,
barulah itu yang dikategorikan sebagai dilarang dan dosa.
Apa benar umat Islam melarang umat lain untuk mkn babi & minum alkohol? Islam hanya melarang utk umatnya sendiri... umat lain silakan saja... tp kalo sampe membunuh, mencuri baru sanksi berlaku utk semua...
Apa benar umat Islam melarang umat lain untuk mkn babi & minum alkohol? Islam hanya melarang utk umatnya sendiri... umat lain silakan saja... tp kalo sampe membunuh, mencuri baru sanksi berlaku utk semua...
-
Dalam agama kami, Moral dinilai dari Hati dan Perbuatan manusia, bukan
dari cara berpakaian, cara bergerak, atau hal-hal lain yang memang
tidak dilarang dalam agama kami.
Jadi
jika kita memaksakan aturan agama kita kepada agama-agama lainnya, maka
kita tidak menghormati TOLERANSI antar agama-agama, yang masing-masing
aturannya berbeda-beda, yang sangat beraneka-ragam di negeri ini.
Moral memang dinilai dari Hati dan Perbuatan manusia spt cara berpakaian, cara berbicara, cara bergaul dsb...
TOLERANSI antar umat beragama adalah memberikan kesempatan dan tdk saling mengganggu antar umat beragama untuk beribadat dan menegakkan aturan sesuai kepercayaan agamanya.
LUV N PIS
Moral memang dinilai dari Hati dan Perbuatan manusia spt cara berpakaian, cara berbicara, cara bergaul dsb...
TOLERANSI antar umat beragama adalah memberikan kesempatan dan tdk saling mengganggu antar umat beragama untuk beribadat dan menegakkan aturan sesuai kepercayaan agamanya.
LUV N PIS
Indonesian girls sites by NonaManis:
- MoreNonaManis.com est. 2005 - More Revealing Indonesian Beauties
- IndoAmateurs.com est. 2004 - Indonesian Girls Next Door
- ExoticAzza.com est. 2001 - Indonesia Erotica
Reopening Soon:
- NonaManis.com est. 1997 - Sexy Indonesian Girls
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "nonamanis2" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

