PARAMETER "MORAL" TIAP AGAMA
BERBEDA-2
Kami sangat heran jika ada pihak-pihak atau kelompok-kelompok
yang terus-menerus berteriak tentang Moral Masyarakat Indonesia,
tetapi diukur berdasarkan hanya dari agamanya sendiri.
Kami bahkan tidak mengerti bagaimana mereka "mengukur" Moral dan
Berdosa dengan parameter mereka. Karena setahu kami Parameter untuk
menilai Moral pada tiap agama berbeda-beda.
Sebagai contoh istilah : Ahlak, Aurat, Maksiat, Mungkar, dll
sebagainya, istilah tersebut tidak dikenal dalam istilah agama kami.
Jadi janganlah masyarakat kita yang majemuk dan beraneka-ragam agama
dan budaya ini, "diatur" dengan istilah-istilah dari satu agama
tertentu. Hal itu tentu saja tidak adil, dan tidak benar.
Contoh konkritnya :
- Istilah menutup "Aurat", dalam hal ini Aurat diterjemahkan
sebagai seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kami
sangat menghormati ajaran tersebut. Tetapi ajaran tersebut tidak ada /
tidak diberlakukan dalam ajaran agama kami.
- Begitu pula dengan cara berpakaian dan cara begerak yang diatur
dalam RUU APP yang kontroversial ini, juga Tidak
dilarang-larang/diatur dalam agama kami. Dalam agama kami, sebagai
manusia seharusnya bisa mengatur dirinya sendiri dalam hal berpakaian
sesuai etika dalam dirinya dan disesuaikan dengan tempatnya, situasi
dan kondisinya.
- Dalam agama-agama lain, berciuman (selain suami-istri) juga
bukanlah sesuatu hal yang Tabu, bahkan dalam Agama Hindu Bali,
terdapat budaya tersebut yang dilakukan oleh muda-mudi (saling
berciuman lalu sambil disiram air).
- Kelihatan pusar dilarang dalam RUU APP, mengapa ?!. Kami
menghormati jika hal itu ditabukan/dilarang dalam agama tertentu,
tetapi jika dalam agama-agama lain tidak dilarang, apakah kami-kami
yang berbeda agama juga harus mengikuti aturan agama tersebut?!.
Banyak warga Indonesia keturunan India yang masih gemar memakai busana
sari, yang terlihat pusarnya. Jika RUU tersebut mengecualikan bahwa
untuk baju tradisional diperkenankan/dikecualikan, lalu ketika warga
Indonesia keturunan India tersebut memakai busana kaos biasa yang
memperlihatkan pusarnya, atau warga lainnya (yang tidak dilarang dalam
agamanya) memakai kaos yg kelihatan pusarnya, maka berdasarkan RUU hal
itu menjadi terlarang dan tidak bermoral?!
- Dalam agama tertentu Poligami dengan batas dan syarat tertentu
diperbolehkan, tetapi dalam agama lainnya hal itu Dilarang/Ditabukan,
apakah kemudian Poligami harus dilarang bagi seluruh masyarakat
Indonesia, dikarenakan ada agama yang melarangnya ?, atau sebaliknya
yaitu Poligami jadi diperbolehkan untuk semua agama? Bukankah tidak
seperti itu adanya.
- Dalam agama tertentu segala hal-hal yang memang berbau
Pornografi sangat dilarang/ditabukan. Tetapi dalam agama-agama lain,
terdapat kitab-kitab kuno yang berisi teknik percintaan yang sudah
tentu berbau pornografi (Lalu apa itu dianggap tidak bermoral dan
maksiat?!). Tetapi tentu saja kitab-kitab seperti ini bukan
diperuntukan untuk anak dibawah umur, tetapi untuk orang dewasa
khususnya bagi mereka yang ingin menikah dan pasangan suami-istri.
Jadi indikasi ini jelas, bahwa dalam agama-agama lain pun, Pornografi
dilarang hanya untuk anak-anak saja, tetapi diperkenankan bagi orang
dewasa.
- Begitu pula dengan istilah "Haram". Pada agama tertentu memakan
daging babi, amphibi, minuman mengandung alkohol memang diharamkan.
Tetapi dalam agama lainnya hal itu tidak dilarang. Pada agama tertentu
lainnya yang justru dilarang adalah memakan daging sapi. Lalu apakah
aturan agama yang satu bisa berlaku bagi agama lainnya. Sebagai contoh
yang jelas : Banyak makanan yang mengandung alkhohol, seperti arak
masak dan rhum, begitu pula minuman yang mengandung alkohol
diperkenankan dimakan/diminum dalam agama-agama lain. Dalam
agama-agama lain tersebut yang dilarang adalah, jika seseorang
memakan/meminumnya, lalu kemudian ia mabuk lalu mencuri, menodong,
merusak, atau memukul orang lain, barulah itu yang dikategorikan
sebagai dilarang dan dosa.
- Dalam agama kami, Moral dinilai dari Hati dan Perbuatan
manusia, bukan dari cara berpakaian, cara bergerak, atau hal-hal lain
yang memang tidak dilarang dalam agama kami.
Jadi jika kita memaksakan aturan agama kita kepada agama-agama
lainnya, maka kita tidak menghormati TOLERANSI antar agama-agama, yang
masing-masing aturannya berbeda-beda, yang sangat beraneka-ragam di
negeri ini.
R. Tirtayasa
Yahoo! Messenger with Voice.
Make
PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or
less.
YAHOO! GROUPS LINKS