Bro, trus kita musti nya tanya juga, kalo kita berenang sekarang musti pake celana jean ama jaket musim dingin juga gak??
Kalo ga.. entar di tuduh porno do kolam renang.. bisa membangkit kan hawa napsu.. termasuk "gerakan" kita juga. Gimana? ----- Original Message ---- From: Genda gandi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, 16 September 2008 11:18:57 Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan Saya setuju banget dengan pendapatnya bro...apaan tu DPR penuh dengan kemunafikan. apalagi yang debat di TV ONE kemarin. yang dandanannya kayak sunan gitu. sungguh dangkal otaknya tuh. aku malah cyriga ama itu orang...dia menggembar-gemborka n dan menghujat pornografi, jangna jangan orang itu germo (tukang melihara pelacur).... .peace... .. --- On Sun, 9/14/08, imam <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: imam <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [nonamanis] Sungguh Memualkan To: jurnalperempuan@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] ups.com Cc: [EMAIL PROTECTED] com, hudanhidayat@ yahoo.com Date: Sunday, September 14, 2008, 10:54 PM Di sebuah koran gurem, saya membaca RUU Pornografi akan segera ditandatangani. Di TVOne saya membaca budayawan Bali kembali menolak RUU 'porno' ini. Saya pikir, penolakan itu wajar. Saya yakin, mayoritas publik menyetujui adanya Porn Act, supaya tidak ada kerancuan tentang definisi porno. Supaya tidak ada lagi perempuan yang membawa nama negara berlaga di ajang bergengsi dunia malah dihujat kelompok anarkis. Supaya tidak ada lagi model yang berfoto secara profesional di majalah dewasa malah dituding porno. Tapi bukan dengan RUU 'porno' yang isinya amburadul begini. Seorang rekan dari milis tetangga menyebut DPR saat ini sudah tidak punya kredibilitas untuk bicara soal 'moralitas', bicara soal 'mengatur moral rakyat dari pornografi'. Toh muka DPR sendiri sudah coreng moreng dengan beragam skandal, dari skandal korupsi hingga skandal seks. Eloknya, pembahasan RUU Pornografi ditunda hingga terpilihnya DPR baru nanti dengan harapan publik akan mendapat RUU Pornografi yang lebih cerdas. Pornografi berasal dari bahasa Yunani yang secara garis besar berarti gambar yang merefleksikan pelacuran. Mengingat arti dasarnya itu, di negara-negara maju gambar bugil seorang model sama sekali tidak dimasukkan dalam konten pornografi melainkan konten dewasa. Ada beda mendasar antara pornografi dan konten adult. Pornografi bersifat menjijikkan karena berkonotasi pelacur, sementara konten adult adalah konten terhormat yang legal dikonsumsi oleh konsumen yang telah memenuhi umur tertentu. Tidak heran, jika banyak selebriti top dunia (atlet, artis, model, singer) yang enjoy berbugil di salah satu majalah paling bergengsi di dunia itu. Tidak heran pula, jika banyak tokoh-tokoh kelas berat dunia yang bangga mengisi rubrik wawancara di majalah pria terbesar di dunia itu. Sementara di sini, definisi pornografi sangatlah hipokrit. Swimsuit one piece di majalah dewasa saja dituding porno. Aroma kemunafikan amatlah kental. Banyak orang yang ringan mulut di depan publik menyumpahi konten-konten sensual, padahal dalam hati senangnya bukan main. Tangan satu ditunjukkan di depan menuding-nuding porno, sementara tangan lain disembunyikan di belakang punggung memegang majalah dewasa. Tidak heran bila seorang budayawan menempatkan sifat munafik di peringkat pertama sifat bangsa ini. Sungguh memualkan. Wassalam Get the latest celebrity gossip - Yahoo! Singapore Search. http://sg.search.yahoo.com/search?p=celebrity+gossip&cs=bz&fr=fp-top

