Cynthia
******* 
 
Aku punya pacar namanya Cynthia, anak kelas 2 SMU. Terus terang saja, seumur 
hidup aku belum pernah ketemu wanita yang lebih cantik daripada Cynthia. Semua 
orang yang kenal dia mengakui kalau dia itu yang paling cantik, pokoknya 
kecantikannya absolut. Selama pacaran aku dengan Cynthia sudah peluk-pelukan, 
cium-ciuman baik pipi maupun bibir, nonton, ke pesta, semua sudah kecuali satu, 
aku belum pernah melihat kemaluannya.. Terus terang seumur hidup (waktu itu 
lho) aku belum pernah melihat kemaluan cewek itu seperti gimana, gambar sama 
film porno tidak pernah aku lihat, apalagi yang aslinya.

Suatu kali Cynthia merayakan ulang tahunnya sama teman-temannya di villanya 
yang mewah di Puncak, tentu saja Aku diundang. Dengar punya dengar, ternyata 
Cynthia ini ditaksir sama laki-laki sekelasnya. Sialan nih anak, pikirku, apa 
dia nggak kasih pengumuman kalau aku ini pacarnya? sudah gitu dia itu ngenalin 
aku ke teman-temennya sebagai ?kakak?-nya. Aku omongin hal ini ke Cynthia saat 
di pesta itu juga, tentu saja pas lagi berdua di kamar ganti pakaian, Cynthia 
merasa bersalah tapi eh?, rupanya dia sudah punya rencana untuk 
memproklamasikan kalau aku itu pacarnya, sekaligus bikin cemburu teman-teman 
sekelasnya he.., he.., he?, ada-ada juga nih cewek.

Ketika aku temui di kamar ganti dia memakai pakaian mirip piyama. Aku belum 
sempat tanya-tanya Cynthia menyuruhku memakai pakaian yang serupa, tentunya 
versi laki-laki sambil memesan kalau di balik pakaian itu jangan pakai apa-apa 
lagi (jangan pakai pakaian dalam), katanya dalam rangka ?proklamasi? percintaan 
kita ke anak-anak?, hehehe..

Aku buru-buru pakai ?piyama? (sebut saja demikian yah?, soalnya nggak tahu 
namanya) itu tanpa tanya-tanya lagi dan segera menghampiri Cynthia yang sudah 
siap di depan lilin dengan semua anak lain pada acara tiup lilin. Aku berdiri 
di belakangnya, Cynthia mengalungi kedua tanganku ke dadanya?, ya ampun?, 
rupanya dia tidak memakai pakaian dalam juga, pikirku. Pelan-pelan aku ereksi 
sudah nggak tahu Cynthianya merasakan nggak, habis begitu dia tiup lilin, pada 
tepuk tangan, singkat cerita, dia memberi ?sambutan singkat?.

?Sambutan?-nya itu antara lain Cynthia mengucapkan terima kasih ke teman-teman 
yang sudah memberi perhatian kepadanya, tapi pada akhirnya dia memilihku 
(Andri) sebagai kekasihnya. Wow?, ereksi berat deh aku? tapi jangan khawatir, 
katanya, buat teman-teman yang sudah memberi perhatian, Cynthia punya ?sesuatu 
yang lain? buat mereka.

Habis itu dia mengundang tiga teman laki-laki sama tiga teman wanitanya ini 
kebetulan saja tiga sama tiga. Aku diberi tahu bahwa tiga teman prianya itu 
adalah yang sudah terang-terangan ?menyatakan cinta? kepadanya, dan tiga teman 
cewek itu adalah sohib-sohib terbaiknya.. Sebenarnya banyak juga sih 
teman-teman yang lain yang suka kepadanya, cuma mereka tidak berani atau belum 
menyatakan.

Cynthia mengajak aku dan enam temannya itu ke kamar tidur, menutup pintu dan 
dia mengajak aku berbaring di sana, di depan keenam temannya itu. Aku dasar 
orangnya to the point tidak banyak tanya atau protes, Aku disuruh memeluk dan 
mencium bibirnya, ya aku ikuti saja permintannya. Cynthia merapatkan badannya 
ke tubuhku sambil ?Ehh? Ehh? Ehh??, teman-teman ceweknya mukanya sudah pada 
merah cekikikan semua?, terus tangannya membimbing tanganku masuk ke 
?piyama?-nya, membelai-belai dadanya?, turun?, turun?, melepaskan tali 
?piyama?-nya?, turun lagi?, astaga?, dia menarik tanganku?, mendekap 
kemaluannya?

Aku langsung kena tegangan tinggi deh waktu itu, piyamanya sudah seperempat 
terbuka, tanganku sudah di dalam. Aku peluk tubuhnya, cium pipinya, antara 
sadar dan tidak sadar aku teriak, ?Cynthia?, Aku pengin lihat kemaluanmu?, 
Biarkan aku melihat alat kelaminmu?!!?. Cynthia buru-buru ?menutup? lagi 
piyamanya, meninggalkan tanganku di dalam, ?terkunci? oleh kedua tangannya. 
Kulihat teman-teman prianya pada melotot semua mulutnya kebuka, demikian pula 
teman-teman ceweknya, mukanya pada merah pada ketawa cekikikan malu.

Kaki Cynthia digerak-gerakan ke depan, dibimbingnya tanganku mendekap dan 
menggosok-nggosok kemaluannya lagi yang sudah basah, kaki dan badannya 
menggelinjang ke sana ke mari keenakan. Semakin aku berusaha membuka piayamanya 
semakin dia ?mengunci?-nya rapat-rapat.

Akhirnya tanganku berhasil ?melepaskan diri? dari tangannya?, tapi masih di 
dalam, aku berusaha kuat membuka piyamanya, kalau perlu sampai robek, sampai 
akhirnya dia ?kalah? dan kebuka deh tubuh kewanitaannya lengkap dengan buah 
dadanya yang ranum itu dan tentu saja? kemaluannya!!!

Teman-temannya pada teriak semua?, aduh?, baru sekali itu sudah aku melihat 
tubuh wanita lengkap dengan alat kelaminnya?, Cynthia menggelepar di sana?, 
?ditangkap?-nya badanku, dilepasnya tali piyamaku, dimasukkannya tangannya ke 
dalam piyamaku dan?, di kocok-kocoknya alat kelaminku (dia sudah ?mengerti?).

?Aduhh?, Enak banget?? pikirku. Teman-temannya pada ketawa semua, akhirnya di 
keluarkannya alat kelaminku?, teman-teman ceweknya pada teriak semua dan 
tertawa terpingkal-pingkal?, sedangkan teman-teman prianya semakin melotot, 
membuka mulutnya lebar-lebar dan menahan nafas, seolah tidak percaya pada apa 
yang mereka lihat.

Digosok-gosokkannya kepala alat kelaminku ke permukaan alat kelaminnya?, 
dibukanya piyamaku dan dipeluknya aku?, aduhh?, Aku tidak tahan lagi deh?, 
antara sadar dan tidak sadar Aku teriak lagi, ?Cynthia?, Aku pengin bersetubuh 
denganmu??.

Dikuncinya bibirku rapat-rapat oleh bibirnya, dia melumat-lumat mulutku, aku 
berontak sebentar buat teriak lagi, ?Cynthia?, Biarkan aku menyetubuhimu??.

Cynthia memasukkan batang kelaminku ke dalam alat kelaminnya. ?Astaga! mereka 
bersenggama!? teriak salah seorang temannya. Aku sudah di antara dua dunia gitu 
tidak peduli lagi birahiku menjadi-jadi, bibirku terus dilumat-lumat, badan dan 
kakinya menggelepar-gelepar kenikmatan, demikian pula dengan kaki dan badanku 
antara sadar dan tidak sadar aku merasakan seluruh batang kemaluanku sudah 
terbenam ke dalam tubuhnya. Tubuh Cynthia terus mendekap tubuhku meminta lebih 
dalam lagi seperti anak singa yang sedang kelaparan meronta-ronta terus 
menyatukan tubuh kami berdua. Akhirnya aku sudah tidak dapat menahan lebih lama 
lagi, aku teriak, ?Cynthia?, biarkan aku menyemburkan air maniku ke dalam 
tubuhmu?? belum sempat dia menjawab, akhirnya?, creett?, creett?, creett? 
tersemburlah semua air maniku ke dalam tubuhnya?

Aduh nikmat sekali?, teman-temannya tertawa terpingkal-pingkal?, aduh nikmat?, 
akhirnya lemaslah tubuhku dan tubuhnya? sebentar kemudian pelan-pelan kucabut 
kelaminku yang melemas?, air maniku mengalir keluar tubuhnya bersama dengan air 
wanita dan darah keperawanannya?, nikmat sekali.

Lama kemudian kami bisa mengatur nafas lagi seperti tidak peduli akan 
sekeliling kami dia mengajakku ke kamar mandi untuk ?taking shower? 
membersihkan tubuh kami dari sisa-sisa sperma, air wanita dan darah 
keperawanannya. Cynthia menghubungi pembantunya lewat interkom untukmengganti 
sprei tempat tidur yang basah, setelah bersih kami berdua keluar dengan 
?piyama? yang baru. Keenam temannya itu satu persatu meninggalkan ruangan, 
sisanya entah tahu atau tidak apa yang terjadi aku tidak terlalu peduli dan 
kamipun tidur pulas berpelukan dalam kenikmatan capai dan lemas.

Akhirnya teman-temannya pamit pulang pada ?ketua panitia? yang menyusun acara 
itu dan kami tertidur sampai sore dan akhirnya kami berdua pun pulang kembali 
ke Jakarta.
 
 
 
Tamat
 
 
=======================
Still From www.17tahun.com
 Keep Smile n Play Safe 


      

Kirim email ke