mas Munawar Aziz , saya justru berasumsi tetap seperti kemaren,sama aja!tingkat keberanian kartunis nggak terpengaruh oleh dekade yang berbeda ini,seperti halnya punakawan yang "cuman"mengawal para satria, begitu juga kartunis yang notabene juga "cuman" ikut rembug dengan caranya sendiri.siapapun presidennya, toh tetap ngeyel untuk teriak lewat kartun.mungkin perbedaannya terletak pada sosial yang semakin berani unjuk rasa,seakan-akan kartunis tenggelam di antara yel2,teriakan pendemo.
sebagai orang yang berkecimpung langsung di level ini, saya terus terang agak kecewa dgn perkembangan kartunis di banding dgn alat kontrol sosial yang lain semacam komikus, LSM atau lembaga2lain. terasa ada kemandegan era setelah pak GM,pak Pram.mas pries,mas Dwi koen,mas jitet... setelahnya siapa lagi?kayaknya belum muncul. jadi ukuran "berani"masih terlalu dini untuk menghitung angka pemerintahan Soeharto & SBY yang baru kemaren berdiri. lha wong orangnya (baca:kartunis)nya itu-itu juga. bagaimana anglenya di arahkan: 1."Perkembangan kartunis indonesia sebelum dan sesudah orde reformasi",atau 2."Kartunis indonesia,dimanakah engkau?" 3."Kartunis indonesia terancam punah". 4.".............................." salam canda tapi lumayan :>serius gIAnt SECAC --- In [email protected], Tb Munawar Aziz <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > mas dodo. > > saya hampir pada satu asumsi makna kritik pasca dan setelah orba, ternyata betul kata Arief Budiman bahwa kartun itu mirip-mirip para punakawan, juga Alm. Mbah Mangunwijaya bilang, Kartun itu ibarat kincir angin, dimana ia bisa menyejukan suasana yang tiba-tiba panas menjadi dingin lewat satir-satirnya. > saya juga melihat bahwa kartun sekarang cenderung lebih emosional dibanding sebelum reformasi, mungkin karena rebutan teriak. setuju nggak. kalo kartun zaman orba lebih berani dari era reformasi, bagaimanapun juga hantu breidel saat itu sangat sakti mandarguna, jadi mereka para kartunis meski mengeluarkan jurus "halimunan" supaya nggak keliatan, nah .. kalo sekarang beda ... gimana tuh ?!! > > tabik > > dodo karundeng <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Mun, > > Jaman orba kartunis harus berhati-hati untuk menampilkan opininya, karena > takut kalau pihak penguasa tersinggung -- bisa-bisa koran atau majalah > tempat dia bekerja bisa dibredel. Jadi mereka para kartunis punya mekanisme > pertahan sendiri, dengan motto yang sering didengung-dengungkan oleh para > kartunis jaman Pram, GM Su, dan para penguasa yaitu "Ngono ya ngono tapi ya > ojo ngono" (begitu ya begitu tapi jangan begitu). Jadilah muncul gambar > kartun yang penuh tepo seliro (tenggang rasa). Para kartunis yang berkreasi > jaman orba sudah terlatih untuk pintar bermain akrobat guna menghindari > pihak yang sangat otoriter alias mau menang sendiri. Nah pasca orba, kita > sekarang bisa mengekspresikan diri dengan bebas. Tapi mungkin, masih ada > sisa trauma jaman orba, dan kebebasan terkekang terlalu lama, pendidikan > yang mengajarkan berpikir sangat seragam, sehingga para kartunis lagi harus > mengejar ketinggalan. Boro-boro mau tau apa itu "semiotika"??? Kartun mereka > bisa dimuat di koran atau majalah aja, itu sudah seneng. > > Salam, semoga skripsi cepet jadi mas. > > dk > > > > From : Tb Munawar Aziz > > Perkenelken Saya member baru milist Pakarti, saya > bukan kartunis atau orang yang njago gambar, tapi saya > seneng lihat gambar-gambar yang dibikin oleh kartunis. > > Saya sedang mempreteli gambar-gambar kartun pasca orde > baru jadi skripsi. saya bedah gambar karun dengan > semiotika, mana yang lebih berani kartun zaman orde > baru atau zaman reformasi, melihat dari konteks sos, > bud, pol-nya > > Saya pengin tau dari para kartunis, apa yang > membedakan kartun pasca orde baru dan pada masa orde > baru dari ekspresinya, lebih berani mana ? > > tabik, maturnuwon > > __________________________________________________ _______________ > FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! > http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/ > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h2tjblj/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705192197:TM/Y=YAHOO/EXP=1123490501/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/">What would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer in the arts today at Network for Good</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pakarti/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

