Karikatur sebenarnya tidak pernah kepleset. Yang
membuat kartunisnya kepleset adalah tidak
mempertimbangkan tema. Kasus Denmark bukanlah
kepleset, tetapi membuat kartun yang bertentangan
dengan keyakinan. Ini wilayah publik yang paling
sensitif yang seharusnya tidak di utak-atik. Berbeda
dengan mengkarikaturkan orang seorang yang tidak
memiliki kaitan dengan keyakinan. Keplesetnya mungkin
dari orang yang bersangkutan saja.
Sewaktu di kampus dulu, karikatur senior saya sempat
membuat kami di koran kampus "terpenjara" di sebuah
ruangan selama satu hari. Kasus perang Menwa di Tri
Sakti. Tetapi anehnya Menwa di Padang yang marah. (Ini
bukan soal keyakinan tetapi soal korp).
Tapi untuk hal-hal yang menyangkut persoalan ini,
sebenarnya di Indonesia sudah ada kebebasan. Terutama
sejak era Soeharto "ambruk". Sang Jenderal Bintang
Tujuh itu tidak boleh dikarikaturkan. Tetapi Habibie
yang membuka kran itu justru jadi bulan2an para
kartunis, lewat khas matanya yang bulat. Tetapi reaksi
Habibie? Tidak ada.
Jadi Dodo mesti belajar banyak dengan sejarah.
Mengatakan sesuatu kepleset bukan berarti pernah
mengalaminya, tetapi pernah membacanya. Jadi Dodo
mesti membaca! Baca Men, Baca!
Hehehehee

Salam

mairi nandar(son)
Batam
  

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pakarti/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke