banyak sih pengekor, tapi itu harusnya jadi tahap pembelajaran. jadi memang
para "pengekor" harus punya kesadaran terhadap kartunis yang dikagumi itu,
dan dengan bangga bisa bilang kartunis itu adalah mentornya. Jangan kayak
Non-o, itu betul ekornya Pram. hahaha...
Metode ATM itu bagus. Amati, tiru, modifikasi. jadi harus ada perubahan,
kalau nggak -- ya cuma "ekor".
karena hidup ini saling mempengaruhi. asal saja tidak saling memperbodoh,
kayak kebanyakan pemimpin kita itu. padahal cuma ekor, eh ngaku-ngaku
kepala -- ora ono uteknya pula!. pokoknya kalau kita sudah bisa membedakan
ekor dan kepala atau antara tukang dan empu. itu sudah bagus. artinya kita
sulit dikibulin sama orang-orang gendeng itu. cari temen yang waras.
hahaha...
dk
>From: Marwan One <[EMAIL PROTECTED]>
>hak cipta kartunis memang harus di hargai, terutama
>oleh kalangan media sendiri yg selalu semena-mena
>memperlakukan karya cipta kartunis lokal, perlu memang
>dirancang UU perkartunan di indonesia agar tercipta
>keamanan bagi karya kartun yg menjadi trademark
>seorang kartunis, jd gak ada lg yg namanya replacement
>kartunis di media. Tapi perlu dicamkan pula buat para
>kartunis yaitu adanya kode etik diantara kita, karunis
>harus punya rasa malu kalau hanya menjadi "PENGEKOR'
>dari karya orang lain, jangan mau kalau cuma jd
>generasi penerus kalau cuma bisa jiplak karakter orang.....thx
_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE!
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/
SPONSORED LINKS
| Comic strip | Cartoonist |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "pakarti" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

