iyo tu mak, ambo pun mandapekan sms dari kawan ambo nan bunyi nyo 
macam ko :
"kukalitas sebuah ummat dilihat dari pilihan pemimpin ummat tersebut,
jika baik kualitas ummat maka akan lahir pemimpin yang berkualitas
baik kalau buruk ya kayak begini ini "

kato kawan ambo, kalimat itu kalua dari ustadz no nan nampak no agak
sasak dadonya malie suara Amien Rais.

Dek karano Amien Rais mandapek suaro nan tinggi di Sum-Bar berarti
masyarakat ranah minang lah lumayan kualitas nyo, bukan baitu kato
buya syafi'i dlm tulisan no nan judulno Pragmatisme Masyarakat Minang 

wassalam,
harman
st.idris (32th)


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, July 08, 2004 2:35 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Salah Siapo?


Assalamualaikum Wr. Wb.,

Ambo pengin juo sata(o) saketek untuak maubek hati yang sadiah karano
mancaliak mak AR yang kalah, tapi yang salah manuruik ambo bukan siapo2,
bukan juo iklanyo yg kalah simple atau merakyat dibanding sby, atau juo
bukan karano yang lain2, tapi kalau indak salah didalam mato palajaran ilmu
politik dulu, seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat adalah mencerminkan
/ sebagian besar kondisi/pemikiran/intelektual rakyat itu sendiri.

Jadi kalau kondisi/pemikiran/intelektual rakyat suatu negara sudah maju
menuruik ambo mereka akan memilih AR, kalau alun maju mungkin akan masih
memilih pemimpin nya berdasarkan keturunan, berdasarkan kharismatik
seseorang dll.
Antah mulai dari ma ko, memajukan rakyat dulu, baru akan mandapatkan
pemimpin yang maju atau memilih pemimpin yang alah maju dulu baru
menghasilkan negara maju, please let me/us know bagi mamak2 yang labiah
mendalami.

Jadi baliak, kalau indak ado yang salah, sorry mungkin ambo yang salah,
karano mato pelajaran ko alah lamo bana awak dapek i, siapo tahu teori nyo
yang salah ambo kopi, he he.

Wassalam, syahril

 

> -----Original Message-----
> From: harman [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> 
> Bagi saya kecilnya suara Amien-Siswono ini bukan salah siapa-2 tapi
> mmg masyarakat kita sendiri yang terlalu suka dengan (maaf) "kebodo
> han" dlm memilih. Kita bisa melihat dari perjalanan sejarah bangsa ini
> yang justru orang2 spt Hatta tidak nampak bagus dimata mereka dan
> penampilan2 heroik, wibawa, tampan yg justru menjadi ukuran dalam
> memilih. Kepada teman saya, saya katakan sampai kapanpun jika masyara
> kat di p. jawa ini yang menjadi suara terbesar masih senang dengan
> hal2 yang berbau feodalisme dan primodialisme serta tidak suka dengan
> budaya keterbukaan dan kelugasan spt jawanis Amien Rais maka sulit 
> rasanya akan tampil pemimpin sekaliber Hatta, Natsir atau Amien Rais 
> yang mengandalkan idealis dalam berjuang. Dlm hal ini ustadz HNW
> pun sulit rasanya menang dlm bursa pilpres 2009, apalagi pesaingnya
> memiliki karakter tidak jauh dari SBY yg mengandalkan penampilan,
> keteraniayaan dan mengemas kata2 yang enak untuk didengar juga pandai
> bernyanyi di panggung bak seorang artis AFI yang melankolis.
> 
> 

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke