Assalamu'laikum wr.wb.

Dik Rahima...., jazakallohu khoiroh..ya atas
artikelnya..., bagus sekali dan sangat menyentuh...

Oh ya..., tempo hari postingannya belum sempat
terbalas namun sudah kehapus....sorry...

Tapi da Ad masih ingat kok pertanyaannya.

1. Kenapa foto keluarganya nggak dikirim semuanya ke
RN..?, insya Allah foto yg dipantai dengan anak satu
itu bukan da Ad..., tapi kemungkinan fotonya da
Arisman Adnan..(warga RN juga dulu2nya)..., kapan2
punya kel da Ad dikirim deh ke RN...

2. Da Ad kerjanya kayak diplomat sih....?, pergi
kemana mana....., hehe yg kerja beginian bukan cuma
diplomat dik...., pedagang keliling dan tukang patri
juga begitu..;-)...hehe sorry....sekarang serius
nih..., da Ad kerja diperusahaan yang membuat alat
untuk memonitor dan mengontrol sumur2 minyak...,
karena produsen minyak bumi umumnya ada di arab dan
afrika barat.., maka konsumen da Ad lebih banyak
disana...
tapi pengimpor minyak bumi seperti cina dan indo..juga
da Ad datangi....(lho kok indo..., bukannya kita
anggota OPEC..negara2 pengekspor minyak..?).., iya
dik...tapi minyak kita sudah menipis dan kontrak
dengan Jepang tetap harus dipenuhi..., akhirnya
terpaksalah kita nombok sana sini....
katanya gas juga begitu..sejak arun semakin menurun
kapasitas produksinya...

duh sektor minyak dan gas bagi indonesia hampir
berlalu..:(..., apalagi yang bisa kita andalkan..?
kenapa tidak kita cari peluang lain..misal dengan
memproduksi mobil hybrid...kombinasi solar power
(tenaga surya) dan BBM..
akan kita tunggukah jepang memulainya...?, nanti kita
tinggal memakainya saja lagi...

dulu malaysia tidak ada apa2nya dibanding
singapore..., lantas mereka mulai membuat mobil
proton..(yg ugly banget deh bentuknya waktu itu)..,
sedang kita bermimpi terbang ke awang2 dengan ambisi
proyek helikopter....yg akhirnya cuma mampu ditukar
dengan ketan...

sekarang lihat..malaysia mata uangnya setara dengan
dollar singapore....dan bangsanyapun punya harga
diri..

lihat kita yg makin terpuruk....

jadi inovatif itu memang perlu...., tapi juga mesti
realistis...kalau tidak mau bernasib seperti IPTN...

wassalam
adeer

--- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> --- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Assalamualaikum.Wr.Wb.
> > Kiriman dari teman :
> > 
> > Di bawah ini anggap saja sebuah cerita,kalau di
> > pikir-pikir apa benar Allah dan Malaikat saling
> > komunikasi spt itu.Yg ada komunikasi Allah dan
> > Malaikat dalam Al Qur'an saat penciptaan
> > manusia,hanya


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke