Assalamualaikum.Wr.Wb.
Da Mulyadi.Terimakasih atas segalanya.Salam buat si
baby Muhammad El Birri,sdh nyampai,juga buat babanya
A.Rahim,juga anak-anak di rumah,semua sehat
walafi'at,dan salam kembali dari kami sekeluarga buat
da Mulyadi sekeluarga.
Da Mul�.
Di RN ini ima banyak punya orang-orang yang dekat tapi
belum ketemu sama sekali,selain via mail saja.Ada yang
dekat,ketemunya cuman sekali saja,ada juga yang
beberapa kali.Ada juga yang sudah menjadi saudara
kandung sendiri,dan beliau-beliau adalah uda- uda kami
( ima dan suami ima sewaktu di Kairo ) .Jadi sebelum
masuk RN,kami memang sudah seperti saudara kandung
saja,beliau ini tak lain dan tak bukan adalah da
Zulharbi,da Fuad Arby ( tapi beliau hanya peserta
pasif saja,istri beliau hampir selesai doktornya di Al
Azhar, ,tinggal di Saudi ),dan masih banyak
lagi.bahkan ada yang sangat..sangat dekat sekali,sudah
dua tahun lebih,namun komunikasi kami tetap lancar.
Da Mul,..bukan saya melupakan bundo Nismah.Di RN ini
kita ada beberapa bundo.Ada bundo Nismah, bundo isna
Huriati,bundo Prof Zoer.N,ketiganya mempunyai wawasan
yang luas dan pintar-pintar,termasuk dokter
Rahyussalim, ahli di bidangnya..Bagi saya
beliau-beliau ini tidak pernah saya lupakan,bahkan
merekalah yang banyak mendukung saya,terutama bundo
Nismah,yang sering mendorong saya untuk
berkarya.Dengan ayah Rumzy,.wah jangan di Tanya,saya
merasakan enak bergaul dgn beliau yang
fleksible,karena ada beberapa hari saya tinggal di
rumah bundo Nismah,dan di tambah ketika di Kairo,kami
merasa benar-benar dekat sekali, dgn bundo dan ayah
Rumzy.
Da Mul,..hampir kebanyakan diantara kita,termasuk saya
pribadi yang ada di RN ini,punya banyak kekurangan,dan
punya sifat " Emosional ",yang kadang-kadang sering
tidak terkendalikan,dan ini yang sering menjadi bahan
pertengkaran di antara kita.Tp bagi saya hal itu biasa
saja,yang penting jangan ada saling dendam
mendendam,dan benci membenci sesama kita.Saya
pribadi,betapa banyaknya saya sering bersitegang urat
syaraf dalam berdiskusi di RN ini,namun sedikitpun
saya tak punya rasa benci,apalagi dendam,yang ada di
hati saya hanyalah rasa persaudaraan saja.
Dulu saya pernah bersitegang urat syaraf dalam
mempertahankan pendapat masing-masing dengan dek
Ronald,namun dalam banyak hal saya memuji sikapnya,ini
pertanda saya tak punya rasa marah,benci,apalagi
dendam.Tapi saya harus bisa menilai seseorang secara
netral,harus jujur mengakui kelebihannya,dan
pandanglah hal itu secara positif,masalah beda
pendapat dalam suatu masalah bagi saya itu biasa
saja,dan itu tak mempengaruhi sikap saya terhadap
seseorang, meski pada teman diskusi,atau non Muslim
sekalipun,tanpa harus mundur,dari sikap saya,yang
apabila saya merasa pendapat saya itu memang benar,
dan bisa jadi menurut teman diskusi saya,pendapatnya
itupun benar.
Di Rn ini banyak yang pintar dalam hal berpantun (
seperti da Mul sendiri,bundo Nismah,Bandaro labiah,mak
darul, dek Hendrizal Piliang yang masih sangat muda,tp
pantun Minangnya hebat juga,da Hoesin Hanif,yang kami
sering komunikasi via japri ,banyak yang pintar
,bahasa adab sopan santun Minangkabau ( coba deh da
Mul perhatikan banyak sekali diantar warga RN ini
punya potensi ).Bukankah hal ini patut untuk di
hargai,di dorong dan di kembangkan ?
Wassalam.Rahima.Sikumbang.S ( 35 )
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Ass,wr,wb.
>
> Dek Rahima, sungguh suatu analisa dan evaluasi yang
> bagus dari lubuk hati
> yang dalam untuk hampir semua anggota milis
> RantauNet ini, sayang Bundo
> tidak termasuk yang di evaluasi.
>
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________