Waalaikumsalam.Wr.Wb.
Bunda Isna dan netter sekalian,semoga kita semua
dirahmati Allah.
Benar kata bunda isna ,kalau semakin tua,maka bahasa
Minangnya,maka akan semakin asli dan kental,sesuai
dengan bahasa asli dari daerahnya.
Dua hari yang lewat,saya ke mesjid,( padahal tiap hari
juga ke mesjid,tapi kebetulan hari itu agak sedikit
santai )dan saya ketemu dengan seorang ibu,boleh
dikatakan sudah nenek,karena cucunya sudah banyak.
Beliau ini , mantan artis,dan suaminya aktor, salah
seorang yang cukup kaya ,sampai saat ini di
Jakarta.Anaknya mantan pragawati Garuda.Orang Minang
asli.
Sudah lama di kairo ( hampir satu tahun,karena lihat
anaknya di kairo ,sang pragawati suaminya mahasiswa
kairo,dan Minang juga ).
Sebelumnya ibu ini lumayan cuek sama saya,tapi setelah
dibilang anaknya," mama..dia itu orang Minang "." Oh
yah,.jawab ibu itu.sampai-sampai kalau ketemu,baiknya
pada saya,Allhu rabbi,kalau saya mo beli apa
saja,sering mau dibayarkannya,tapi selalu saya
tolak,dan mengucapkan terimakasih banyak.Segan
menerimanya,mungkin ada yang lebih berhak dari
saya.Saya pikir begitu.
Tapi kalau diagiah randang jo gulai cubadaknya,apo
lai ladi tanaknyo,.oi..mak...lamaknyo lai.... ( PANO =
Pantang Nolak ) alias saya ngak pernah nolak (
hehehe..enak sekali sih,masakan orang yang sudah tua
itu ,ngak seperti masakan yang masih muda-muda,.bueda
amat... )
Nah,.pada hari itu,beliau ini banyak cerita pada
saya,sungguh..saya sama sekali tak mengerti,kecuali
sangat sedikit sekali.yaitu,...kata-katanya : " Urang
mano lelaki kau..? elok-elok jaga suami urang Minang
yo,..sudah makan kunyit dan daun pepaya kau,biar tetap
bagus darah dan kulitmu sehabis melahirkan itu,jadi
suamimu tetap senang kamu ( begitulah kira-kira
artinya yang saya cuman fahami ,selainnya saya ngak
ngerti ) karena apa..? Bahasanya sulit sekali
difahami.
Cak mano..? dst..dst..
Saya ingat juga, ibu dari tuan rumah saya menyewa di
BKT juga begitu,kalau ngomong,sulitnya minta ampun
difahami,sampai saya benar-benar bingung,mo dijawab
apa..?.Jadi terpaksa saya banyak diam aja.Meng " Iya
kan ".meski kagak faham apa yang diiyakan (
hehehehe..).Jadi benar,kenapa semakin tua,kalau
ngomong Minangnya semakin kental keminangannya dan
bagi saya semakin kurang jelas saya dengar.
wassalam.Rahima.
--- Isna Huriati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum wr wb.
> Sato ambo saketek. Kalau urang tu umuanyo panjang ,
> mako wakatu tuonyo
> akan mangoceh bahaso Minang sajo, indak asa bahaso
> Minang, tapi bahaso
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________