Assalamualaikum Wr. Wb.,

Tarimo kasih dunsanak Nofendri, informasi iko yang sangek baguno dan bermanfaat untuak 
kemajuan pariwisata kita.
Mungkin iko alek gadang nyo Pemda Sumbar jo para Wiraswasta 
pendidikan/training/kursus2 kepariwisataan atau para pendidik mental berbisnis untuk 
berkembang, sabab kalau indak kini bilo lai, atau kesempatan ko akan hilang samo 
sakali, memang disadari marubah kebiasaan2 urang awak yang alun sadar wisata, alun 
terdidik bana untuak badisiplin dan masih agak saketek suko2 den dll, sangek/saketek 
susah dirubah, tapi berkat yakin dan ado kemauan dan usaho kenapa tidak, bisa2 kita 
negeri antik nan indah yang laris dikunjungi orang diwilayah pulau sumatra yang akan 
terkenal ke seluruh dunia.

Karajo kareh Pemda Sumbar mungkin, memberikan kursus gratis / nego terutama kepada 
pihak2 yang terkait langsuang dengan bisnis ini, mungkin sopir taksi, angkot, bis 
kota, penjaga hiburan dll.

Demikian, wassalam,
Syahril

+ Tapikia lo kudian, kok gadang lo bahayo nyo beko ndak? dek kebanyakan tamu dari lua 
tarutamo, terhadap adat budaya, agamo dll., so please respond dari dunsanak dan handai 
taulan.

 



> -----Original Message-----
> From: Nofendri T. Lare [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, September 17, 2004 12:24 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [EMAIL PROTECTED] Pariswisata Belum Tertata : Visit Minangkabau,Ujian 
> Bagi Sumbar 
> 
> Pariswisata Belum Tertata
> * Visit Minangkabau, Ujian Bagi Sumbar
> 
> Jumat, 17-September-2004, 06:10:54 30 klik
> http://padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=750&PHPS
> ESSID=1a88de1c53481325d0dd564d45e0d078
> 
> 
> "Patut dipahami, untuk menumbuhkannya tourisme industry dibutuhkan kerjasama
> masyarakat dan pemerintah daerah. Buat komitmen antara agen transportasi,
> rumah makan dan tempat belanja. Sadari juga, tindakan satu orang yang tak
> benar, bisa merusak image wisata itu," tuturnya.
> 
> Membandingkan dengan Malaysia, diakuinya Sumbar memiliki pesona alam tak
> tertandingi. Namun, perjalanan panjang Malaysia dari tahun 70-an untuk
> menata wisatanya, dimulai dari program sistematis. Program ini dipandu
> dengan ikon bertahap hingga mencapai ikon
> 
> 
> Wisatawan akan kecewa dan memiliki image tak sedap tentang Sumbar.
> Resikonya, mereka dan relasinya akan berpikir dua kali untuk datang kembali
> ke Sumbar. (Tim Padek
> 
> 
> 
> 
> 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke