Ass. wr. wb.
 
Saya sebenarnya tidaklah mau berpolemik untuk membela atau mencaci orang apalagi kalau 
dibelakang orang tersebut dengan memakai ayat-ayat suci. Saya rasa anda ini yang 
sebenarnya munafik karena hanya mau mendebat orang yang tidak bisa menjawab apa yang 
anda sebut pakai ayat-ayat suci lagi, ayat Al Quran. Ayat AlQuran anda gunakan untuk 
mendiskreditkan orang lain.
 
Saya sebenarnya banyak  setujunya dengan apa yang dikatakan oleh MII dalam email hak 
jawabnya. Apa yang dikemukannya banyak persamaan dengan yang dikemukakan oleh Kartono 
Mohammad.
 
Saya pernah menbaca tulisan Kartono Mojammad (mantan ketua IDI) yang menulis tentang 
perdebatan tentang teori Darwin dengan sanggahan dari orang-orang yang mengaku Islam. 
Pak Katono mengatakan "Alangkah baiknya jika para ilmuwan Islam tidak serta merta 
menolak teori evolusi itu sehingga tidak ada niat untuk melakukan penelitian untuk 
membuktikan bahwa jalur manusia memang berbeda dengan jalur monyet. Sikap a priori 
menolak yang sering kita tunjukkan itulah yang membuat kita selalu bersikap defensif 
(antara lain melarang orang belajar ilmu, termasuk ilmunya Darwin), dan juga selalu 
ketinggalan dalam pembuktian ilmiah terhadap berbagai hal yang disiratkan dalam 
ayat-ayat Al-Qur'an".

Pak Kartono juga menghimbau kita yang Islam ini "Marilah kita lihat pokok pikiran 
Darwin: Setiap spesies mengalami evolusi akibat seleksi alam dan tekanan lingkungan 
kehidupan alaminya. Manusia sebagai spesies juga mengalami evolusi. Alangkah 
janggalnya jika di satu sisi
kita menolak teori evolusi tetapi di sisi yang lain yakin bahwa Adam
berukuran tinggi 30 meter dan kemudian manusia berikutnya mengalami proses pemendekan 
sehingga jadi manusia seperti sekarang. Bukankah proses ini juga merupakan evolusi? 
Melarang orang Islam mempelajari ilmu (termasuk ilmunya Darwin) apakah justru tidak 
bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri?. Dalam Al-Qur'an banyak ayat yang 
mengindikasikan bahwa penciptaan bumi dan isinya berlangsung secara evolusi (bertahap).

Wassalam
Barukam

Marven <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamulaikum WW

Mulanya saya pertama agak membela Wady juga tentang keinginan tahunya
itu. Tapi sejak dia membabi buta membela Si Ismet yang nyata-nyata
penyebab polemik pelecahan terhadap Nabi Adam disinilah kita harus jujur
membedakan mana oran-orang yang benar-benar ingin tahu dengan yang
melecehkan agama yang masuk wilayah terlarang. Wilayah mana yang boleh
bercanda, mana yang tidak. Inilah yang dimaksud oleh Allah tentang
Orang-Orang Munafik. "Mulutnya berkata beriman, tetapi hatinya sangat
benci terhadap hukum Allah, Nabi-Nabi Allah, dan Kitab Allah" seperti
halnya yang dialami oleh orang-orang JIL yang Jahil itu. 

Peringatan Allah, maaf saya lupa ayatnya(mungkin ada yang tahu)

"Sesungguhnya orang-orang yang membantah ayat-ayat Kami(padahal hati
mereka mengakui kebenarannya), tiada yang diinginkannya kecuali
kebesaran yang ada didada mereka yang sekali-sekali tak akan mereka
peroleh" 

Artinya Allah menyesatkan mereka karena kesombongan mereka terhadap
Allah, Rasul2 dan Al Quran. Mereka ingin orang lain menganggap
orang-orang JIL itu sebagai pembaharu(Mujaddid) tapi apa yang mereka
peroleh, hanya kehinaan dari orang Muslim lainnya bahkan dari seorang
Islam Abangan sekalipun. Karena mereka berpendapat hanya berdasarkan
hawa nafsu. Sering menafsirkan AlQuran seenaknya saja tanpa berdasarkan
tata bahasa Arab yang seharusnya. Jadi AL Quran yang seharusnya
mengikuti mereka bukan sebaliknya.

Lebih keras lagi Allah menegaskan:
"Tiada yang membantah ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang kafir"

"Sesunguhnya Kami akan menggiring orang-orang kafir dan orang-orang
munafik itu kedalam neraka jahannam semua"

"Tiada yang mereka ikuti, tapi hanya prasangka belaka. Sedikitpun
prasangka itu tak akan pernah membawa mereka kearah kebenaran"

"Katakanlah, Sesungguhnya kebenaran itu hanyalah dari Tuhanmu, maka
janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu"

"Jika kebenaran itu menurut hawa nafsu mereka, tentu hancur leburlah
bumi dengan alam semesta ini"

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalam



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Irdam Syah
Sent: Friday, October 29, 2004 8:37 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] RE: Accountnya didelete saja

Jika yang berbuat itu adalah seorang non-muslim kita bisa anggap dia
memang
bermaksud berbuat jahat (terhadap Islam), tetapi bila yang melakukannya
juga
seorang muslim saya kira hanyalah suatu "kenakalan" saja... mungkin
iseng
mau ngetest,
atau memancing pendapat lain... atau memang karena ketidak-tahuannya
(asal
cuap).

Kalau jatuh pada kategori pertama memang kita harus tegas, dan bila
jatuh
pada kategori kedua maka kewajiban bagi yang punya ilmu untuk
menunjukinya.
Jangan malah akses untuk dia "berguru" ditutup. Jadi, dikeluarkan dari
milis
bisa saja "kiamat kecil" bagi dirinya... 

Patut kita ingat bahwa para sahabat pembela Islam jaman Rasulullah
kebanyakan pada awalnya adalah orang2 yang anti sekali kepada Islam,
sampai
akhirnya mereka dapat hidayah karena terus berhubungan dengan kaum
muslimin....

How to play by the rule if we hit the rule by ourself...

Mohon maaf... just a discussion.

salam - tg

# -----Original Message-----
# From: adeer [mailto:[EMAIL PROTECTED]
# 
# Selalu saja dalam dunia demokrasi ini ada yang pro dan
# kontra terhadap sesuatu keputusan yang diambil....,
# nampaknya wajar.
# 
# Namun dalam hal2 yang menyangkut agama, dan keimanan
# kita rasanya tidak perlu berbeda pendapat. 
# 
# Hal2 yang sifatnya melecehkan agama tidak bisa
# ditolerir oleh apapun..., termasuk demokrasi.
# Kita harus fanatik untuk agama kita sendiri...,
# walaupun tentu saja tetap bisa menghormati kepercayaan
# orang lain.
# 
# Hei..., we are grown up people man,
# 
# Mau atheis pun silahkan asal tidak mengganggu orang
# lain.
# Namun bila kita mulai menyentuh batas dimana tidak
# bisa ditolerir lagi..., kita harus bersedia menerima
# konsekwensinya.
# Dikeluarkan dari milis bukan lah akhir dari segalanya,
# bahkan bisa menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan..
# 
# You break the law..., you have to take the
# responsibilities.
# 
# So...., just play by the rule.
# 
# Kalaupun mau juga dilaksanakan aturan semula harus
# mengumpulkan 7 org yg setuju untuk dikeluarkan..,
# alangkah mudahnya.
# 
# The point is...terganggu nggak kita kalau agama / nabi
# kita dipermainkan oleh orang lain..?
# 
# Saya yakin..semua pemilis disini tahu membedakan mana
# yang baik mana yang tidak baik, mana yang pantas dan
# mana yang tidak...
# 
# Tanya saja pada hati...
# 
# wassalam
# adeer 
# 
# 
# 
# 
# --- Irdam Syah wrote:
# 
# > Uda Bandaro, masalahnyo bukan paralu - inda paralu
# > tapi konsistensi.
# > Jaan sampai awak menerapkan suatu aturan nan alah
# > disusun dengan 
# > melanggar aturan itu sendiri. Iko bisa manjadi
# > preseden nan indak elok di balakangan hari...

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________


---------------------------------
  Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download 
Messenger Now
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke