Assalamu'alaikum wr wb. Dunsanak RN Yth.
Ungkapan rektor UGM dalam dialog dengan orang tua mahasiswa baru ini merupakan hal yang perlu untuk disikapi dengan hati-hati, terutama yang berkaitan dengan universitas di Singapore. Beliau mempertanyakan alasannya Singapore mendirikan 6 universitas baru, padahal mereka hanya memilki 3.8 jt penduduk. Apabila melihat rational dengan rasio jumlah universitas - penduduk Indonesia, memang tidak masuk akal. Tetapi apabila kita analogikan dengan kemampuan Singapore mendirikan dan memiliki SIA yang termasuk dalam kelopok maskapai penerbangan top dunia, niat mereka membuka 6 universitas baru adalah masuk akal - sesuai dengan strategy mereka untuk bisa menguasai knowledge industry. Kalau mereka bisa berhasil dengan SIA tanpa punya modal awal untuk menerbangkannya di pasar domestik - harus langsung bersaing di pasar internasional, kenapa tidak dengan universitas barunya? Jadi bagi Singapore, universitas adalah industry. Siapa yang akan menjadi pasar mereka, tentunya calon mahasiswa Indonesia dan negara tetangga lainnya yang mampu untuk membayar dan menginginkan kualitas pendidikan yang saat ini tidak tersedia dinegerinya. Apabila ada 5% dari calon mahasiswa Indonesia mampu dan ingin, kemudian setengahnya memilih Singapore, kan sudah cukup banyak? Apalagi kalau ditambah penduduk Malaysia atau Thailand yang secara ekonomi lebih baik dari kita. Jadi pasar mereka adalah berbeda dengan pasar universitas di Indonesia dengan kualitas yang kita miliki. Untuk itu mereka sudah punya modal dasar yang telah dihasilkan oleh universitas yang saat ini sudah mereka miliki. Karena modal dasar untuk mendirikan universitas adalah knowledge asset untuk menjadi dosen, dekan dan rektor, serta program pendidikan. Saya tidak tahu, apakah mereka hanya mengandalkan resources yang mereka miliki saat ini atau mereka mengajak institusi pendidikan lainnya. Demikian tanggapan dari saya untuk menambah bahasan atas issue penting mengenai pendidikan. Issue tentang kapitalis, saya persilahkan bagi yang lain yang mempunyai pandangan yang lebih baik dan lebih dalam dari saya. Wassalam, Ridwan ----- Original Message ----- From: "Zulfikri" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Rantau Net Minang Net" <[EMAIL PROTECTED]>; "Agam" <[EMAIL PROTECTED]>; "Urang Kinari" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, November 05, 2004 7:39 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Mahasiswa Indonesia ''Dicekoki'' Pemikiran Kapitalis > Assalamualaikum, ww. > Dunsanak, berikut renungan bagi kita semua : > > Mahasiswa asal Indonesia yang tersebar di Universitas Singapura, dicuciotak > dengan pemikiran kapitalis. Jika mereka menduduki jabatan penting, > penyelenggaraan pemerintahan jauh dari semangat kebangsaan > > Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr Sofian Effendi > mengemukakan hal tersebut pada dialog antara orang tua mahasiswa baru UGM > dengan pimpinan UGM di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (24/8). > > Dikatakan, tidak masuk akal Singapura yang hanya berpenduduk 3,8 juta orang > mendirikan 6 universitas baru. Langkah itu semata-mata supaya putra putri > Indonesia mau kuliah di Singapura, dan kemudian di-brain wash (cuci otak) > dengan berbagai cara sehingga memiliki pemikiran kapitalis. > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

