Assalamu'alaikum.w.w.

  ... Ian, kok saya ndak nampak Ima ngambek ?.
Atau saya kurang teliti membaca postingannya ?.
Kalau iya, eh.. begini aja, biar saya bicara.
  Dik Rahima,
Nan partamo bana, sebagai urang nan selalu
manyampaikan
amar ma'ruf, dan nahi mungkar (taroklah bukan
pendakwah secara umum), sia sajo lah urangnyo,
pasti mendapat tantangan, pasti mendapat cemooh dan
segala macamnya. Dan biasanya pribadi langsung
dituding. Jadi dik Rahima jan kaget pulo jo urusan 
iko. 
  Dik Rahima pernah bilang bahwa Rumah tangga
Rasulullah saw. sendiri pernah diguncang gosip yang 
dilancarkan oleh orang-orang munafiq. Pribadi istri
Rasulullah dituding. Dan kita sudah tahu apa
penyelesaiannya. Artinya, itu adalah resiko sebagai
penyampai amar ma'ruf nahi munkar.  
Rasulullah saw. sendiri ketika di Naqlah sepulang dari
Tha'if di kebun kurma mengadu kepada Allah swt, menge-
nai ummatnya yang sangat degil. Tapi kemudian dapat 
tenang kembali setelah dikatakan,
"Wahai Muhammad, jika perjuangan engkau ini adalah
perkara yang mudah, tentu banyak orang ikut engkau".
Dan memang perjuangan Islam bukanlah perkara mudah,
dan
kita tidak dapat apa-apa di dunia ini. Malah seluruh
fasility yang ada akan berkurang dan malah habis. 
  Oleh sebab itu, jangan terlalu sensitiv dengan
tudingan-tudingan yang memang sering dan akan sering
ditujukan langsung ke pribadi si pendakwah. Dan itu 
adalah hal yang biasa. Tapi bagi saya, tudingan itu
sering membawa kepada kebaikan. Yang penting saya
tahu apa yang saya lakukan, dan saya bersaksi bahwa
jalan yang saya tempuh adalah jalan Allah. Dan
tudingan, cemoohan dan hujatan itu adalah rambu-rambu
yang mengingatkan apakah saya keluar dari jalur yang
digariskan Allah atau tidak.  
  Tapi jangan lupa, bahwa apa yang secara umum
diterima
di dunia akibat kehebatan barat, bukan berarti itu
adalah jalan yang benar, bukan berarti itu adalah
jalan Allah. Urusan copy mengcopy ini mereka gunakan
double standard juga. Kalau objectnya berupa ilmu
pengetahuan, pasti nggak boleh di copy. Tapi coba
kalau
object nya sesuatu yang akan merusak ummat Islam,
seperti pornography bahkan lagu-lagu, tidak begitu
ketat di protectnya dan bahkan dibebaskan. Kenyataan
ini tak usah heran karena kita tahu konsep mereka
bahwa "artis dan anggur adalah lebih baik untuk 
menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam".
Kalau sudah begitu, dalam urusan iko indak pulo paralu
kita berkelit dengan kata-kata, "kan tidak ada manusia
yang sempurna", ...ndak paralu. Kini urusannyo "gazwul
fikir". 
Konsep Jepang lebih baik, aa kecek mereka,
indak ado transfer teknologi do, nan ado curi
teknologi. Aaa juo lai. Apakah urang Japang secara
publik atau nan nampak di muko umum indak menghormati
copy right ?........... Kecek sia ????. 
  Aa... jadi, jan terlalu sensitiv dan cepat mengambil
kesimpulan. Kesada-sadanya itu paralu dipikir matang-
matang. Dan memang orang cenderung menyalahkan Islam
bila ada oknum ummat yang berbuat salah. Dan memang
kerjaan mereka mempelajari Islam untuk mencari-cari
kesalahan, agar mudah menghujat dan menghancurkan
iman.

  Begitu saja dik.
Terlebih dan terkurang, rila dengan maaf
amba mintak.

Wassalam

St. Sinaro

--- "Sukmawat, Dian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Da Ad.......
> Uni Rahima lagi sedih tuh , Uni jangan Unsubscribe
> dong....... Ntar aja ya unsubscribenya barengan ya
> .....heeeee......heeeeee, jangan sedih-sedih lagi
> ah....
> Seperti kata Da Ad ,  milis dan dunia maya..., semua
> itu Cuma fatamorgana..kan?, kita tidak pernah tahu
> pribadi2 dibaliknya., kenapa pula diambil hati , 
> Ok ..... smile dong , ............
> 
> dian



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Check out the new Yahoo! Front Page. 
www.yahoo.com 
 


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke