mungkin bisa diadokan survey kecil2an, bara persen di antaro koruptor dan penjual aset negara yg indak mengenyam Mata Kuliah Umum itu :-) sudah saatnya kita bicara dengan fakta, bukan asumsi..dan lagi, belajar itu bukan cuma di kelas. bukankah sekarang ada ratusan buku, ribuan majalah dan koran ut menambah wawasan 'kebangsaan' itu?
saya pikir ironis, saat negara lain welcome para ahli kita, kita sendiri justru memandang sinis. sampai merasa "mereka" harus "dicuci otak" dulu sebelum bisa menjadi bagian dari kita lagi. saya ga tau mesti comment apa lagi, sedih,hehe
ridha
From: "Zulfikri" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: "Rantau Net Minang Net" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Mahasiswa Indonesia ''Dicekoki'' Pemikiran Kapit alis
Date: Sat, 6 Nov 2004 05:47:24 -0800
Waalaikumusssalam, ww. Dunsanak RN nan ambo hormati ! Kalau ambo bapandapek bahwasonyo pernyataan Rektor UGM itu ado pulo bana-nyo, Baliau bapandapek tantu dari sudut pandang "kurikulum" yang disajikan di Universitas di Indonesia dengan universitas luar negeri jaleh berbeda.
_________________________________________________________________
MSN Messenger : discutez en direct avec vos amis ! http://www.msn.fr/msger/default.asp
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

