" ah, jangan terlalu fanatik lah ..!" sejenak hening,
kemudian : " ya.udah, ntar gua telpon lagi deh.."

Pembicaraan kamipun terputus. Untuk beberapa saat, aku hanya terdiam
memandangi telpon di atas meja. Nada suara dari sahabat tadi jelas sekali
menunjukkan kekecewaan yang sangat mendalam. Aku yakin, untuk
beberapa hari atau minggu ke depan mungkin sahabat ini tidak akan
menghubungi aku dulu, karena kesal dan kecewa barangkali.

Sejak beberapa waktu lalu, sahabat ini menjadi kepala cabang dari sebuah
perusahaan asuransi. Ucapan alhamdulillah dan rasa syukurpun telah
kusampaikan, dia senang mendengarnya dan berterima kasih. Cuma,
pembicaraan lewat telpon itu, yang tadinya hanya aku niatkan untuk
menyampaikan ucapan selamat saja, berubah menjadi ajang pengenalan
produk asuransi dan tawaran untuk ikut sebagai pemegang polis.

" gue minta KTP lu yah, ntar polis gue kirimin ke alamat kantor.."

begitulah 'todongan' yang disampaikan dari sahabat ini beberapa waktu
lalu. Wajar kalau dia tinggal 'todong'. Karena toh aku kan sahabat baiknya
dan pasti tidak akan menolak untuk ikut sebagai pemegang polis.

Berbagai alasan untuk menolak secara halus sebenarnya sudah kusampaikan,
mulai dari belum punya penghasilan lebih, belum minat dan lain sebagainya.
Tapi sahabat ini tetap nodong dengan berbagai tawaran yang menurutku
menggiurkan sebenarnya. Maka tiada hari yang ku lewati tanpa telpon dari
sahabat yang satu in, tentunya tentang produk asuransinya.

Tapi, beberapa hari belakangan ini, dia belum telpon lagi menawarkan produknya.
Aku sebenarnya cukup 'senang' juga. Karena sebenarnya aku tidak berminat
untuk ikut sebagai pemegang polis. Ada alasan tersendiri yang pada waktunya
nanti, akan kuberitahukan kepadanya.

Cuma, rencanaku berantakan. Tiba-tiba dia menelpon dan meminta jawaban
atas apa yang selama kucoba simpan dan rahasiakan darinya. Bahwa aku
sebenarnya sudah menjadi pemegang polis pada asuransi yang dikelola sebuah
lembaga islam. Nggak tahu dia dapat informasi dari mana, dan aku nggak sempat
bertanya..

" ya, benar, gue sudah ikut sejak sebulan lalu.." jawabku tak bisa lagi 
berbohong.

" apa sih kelebihannya ? toh setelah gue hitung-hitung, return yang bakal
lu terima dari gue jauh lebih besar dengan nilai premi jauh lebih rendah,
lagian itu kan berarti lu masuk, disaat gue lagi nawarin ke lu.? " Tanya teman
ini penuh selidik.

" bukan karena returnnya, tapi gue udah terlanjur janji untuk ikut pada
marketingnya.." aku coba mencari jawaban pembelaan. Karena di saat seperti ini,
akan percuma jika kujelaskan alasan ku yang sebenarnya.

" alaah, lu bisa aja ngeles. Bilang aja karena lebih Islami, ya kan ? kok 
masalah
asuransi saja harus bawa-bawa islam sih..! "  Kali ini nada suaranya agak
meninggi.

Aku hanya terdiam tanpa bisa menjawab. Dalam hati aku membenarkan
pertanyaannya itu. Karena Islam nya, bukan karena yang lain. Walaupun aku
ditawarkan nilai return yang besarnya hampir dua kali lipat. Dan wajar dia 
kesal,
karena dia telah menghabiskan waktu yang cukup lama dan dengan
harapan yang sangat tinggi akan ikutnya aku sebagai pemegang polis tersebut.

" bukan, tapi karena memang gue udah terlanjur janji.."
masih kucoba untuk membela diri.

" ah, jangan terlalu fanatik lah ..!"

* * * * *

Tidak mudah memang untuk mengembangkan sistim perekonomian
Islam sebagai alternatif dan solusi dari sistim perekonomian yang
kita anut sekarang, yang ternyata banyak sekali lobang-lobang kelemahannya.

Kendala yang dihadapi bukan saja karena masih minimnya lembaga
islam yang bergerak di bidang ini, kurang  tersedianya perangkat keras
dan perangkat lunak, juga karena masih minimnya pengetahuan masyarakat
muslim pada umumnya tentang ekonomi islam dan kenapa harus berekonomi
islam. Tapi jika tidak kita mulai dari diri sendiri ? meminjam istilah AaGym ?
maka semangat kembali ke islam secara utuh mungkin hanya tinggal seruan
di padang pasir yang luas.

Maka, lakukan apa yang bisa anda lakukan saat ini untuk kemajuan islam
dan peradabannya, jangan tunda walau sejenak. Wassalaam,

(rpp, jkt nov 24)


(Embedded image moved to file: pic01842.pcx)


--

This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you are 
not the intended recipient (or have received this e-mail in error) please 
notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any unauthorized 
copying, disclosure or distribution of the material in this e-mail is strictly 
forbidden.
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke