Bismilahirrahmanirrahiim,
Assalamu'alaikum wr wb.

Mudah2an dengan membaca artikel dibawah ini, yang ditulis oleh Bapak
Puspo Wardoyo,dan juga seorang Enterpreneur yang sukses, mempunyai 16
cabang "AYAM BAKAR, WONG SOLO" tersebar di Indonesia, Allah akan
menambah ilmu dan inspirasi kepada para pembaca yang budiman dalam
rangka meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Amin.

Artikel ini(original dr Penulis) adalah penyempurnaan artikel
sebelumnya yang sudah di postkan oleh saudara "Ali", semoga ada
manfaatnya bagi para jemaah MDT yang budiman.
Terimakasih
wassalamu;alaikum wr wb.
T.Bey yang dhoif


PT SARANA BAKAR DIGDAYA
MEMBENTUK ENTERPRENEUR MUSLIM

           Sebuah Pengalaman Bisnis Puspo Wardoyo

Hai orang - orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu
perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?
Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan
Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu,
jika kamu mengetahuinya. ( QS Ash-Shaff : 10 -11 )

" Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu
orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna
( bisa dipahami sedikit bicara banyak kerja), dan orang-orang yang
menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali
terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki,
maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (QS Al
Mukminuun 1-6)

PESAN
Cari bakat yang Anda senangi, bermimpilah/cita-cita yang tinggi,
mulailah dari kecil, mulai sekarang ( jangan hanya wacana/teori),
berani dan dermawan. Serta hilangkan semua yang menjadi beban agar
bebas untuk berkreasi dan berkarya sehingga merasa merdeka.Dan
semuanya harus dilandasi iman dan takwa kepada Allah SWT. Insya
Allah akan menjadi Enterpreuner muslim yang sejati. Wallaahu Alam

Kantor Pusat : Jl. SMA 2 Padang Golf Polonia Medan
Telp/Fax : (061) 7879061 Email : [EMAIL PROTECTED]
website : WWW.wongsolo.com


MEMBENTUK  ENTERPRENEUR  MUSLIM
Pengalaman Bisnis  Puspo Wardoyo
Pelaku Bisnis/Pemilik RM Wong Solo

Pendahuluan
     Bekerja dan berusaha, termasuk berwirausaha boleh dikatakan
merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena
keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh dimaksudkan untuk
memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik ( QS.
11/Hud : 61 )
     Dalam kamus Bahasa Indonesia,wirausaha diidentikkan  dengan
wiraswasta, sehingga wirausahawan dapat disebutksn sebagai "orang
yang pandai atau berbakat mengenal produk baru, menentukan cara
produksi baru, dan menyusun pedoman operasi untuk pengadaan produk
baru,memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. (
Suryanto (ed),Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya, Apollo,
1977 Hal  601 )
     Akan tetapi adalah suatu kenyataan bahwa aktifitas
berwirausaha merupakan bidang kehidupan yang kurang berkembang
secara memuaskan di kalangan masyarakat pribumi atau masyarakat
muslim Indonesia. Banyak factor psikologis yang membentuk sikap
negatif masyarakat terhadap profesi wirausaha. Pertama, image lama
yang melekat pada  orang yang aktif pada bidang ini, antara lain
sifat agresif, ekspansif, bersaing tidak jujur, kikir, sumber
penghasilan tidak stabil. Image ini menyebabkan sebagian besar
masyarakat kita tidak tertarik untuk berwirausaha. Para orang tua
sebagian besar menginginkan anaknya menjadi pegawai negeri, pegawai
di perusahaan swasta terkenal, jadi insinyur, dokter, pilot,
tentara dan jabatan - jabatan keren lainnya. Hampir tidak ada yang
menginginkan anaknya jadi wirausahawan. Kalaupun ada yang berminat,
sangat terbatas di kalangan mereka yang tidak diterima di perguruan
tinggi, pegawai, tentara dan sebagainya.
     Kedua, sikap tidak tertarik pada kegiatan wirausaha itu juga
dipicu oleh pemahaman yang terlalu simplistic ( dangkal ) terhadap
ajaran agama, khususnya hadis - hadis yang secara sepintas dipahami
seakan - akan tidak mementingkan kesuksesan di dunia.
 Misalnya :    Dunia ini penjara bagi orang yang beriman, dan sorga
bagi orang kafir ( Al Hadits )
     Di samping itu juga ditemukan ajaran - ajaran agama, khususnya
di dunia tasawuf dan tarekat yang, jika dipahami secara sempit,
akan cenderung mengecilkan arti prestasi keduniaan, seperti zuhud,
wara, faqir dan sebagainya.
     Kondisi yang memprihatinkan akibat  tradisi dan pemahaman ini
akhirnya membuat anak negeri kurang menyentuh kewirausahaan, dan
pada gilirannya menyebabkan negeri kita sangat tertinggal bila
dibandingkan dengan negara - negara seperti Singapura, Jepang,
Korea, Hongkong bahkan Malaysia, di mana negara tersebut mempunyai
masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha yang sangat tinggi.
     Berangkat dari dasar pemikiran itu, maka pengembangan dan
penumbuhan jiwa kewirausahaan merupakan tugas yang inhern dalam
agama, dan juga merupakan salah satu alternatif  bagi pemulihan
krisis ekonomi dan lapangan kerja yang masih melilit bangsa kita.
     Paling tidak ada dua alasan mengapa kewirausahaan  perlu
dikembangkan di Indonesia, dengan penduduk yang mayoritas muslim
ini. Pertama, kenyataan dari sejumlah angkatan kerja yang ada,
masih sangat sedikit yang tertampung dalam lapangan kerja, sehingga
pembukaan lapangan kerja baru menjadi suatu keniscayaan dalam
pemberdayaan masyarakat Indonesia.
     Kedua, Nabi Muhammad SAW yang merupakan ikutan dan teladan
bagi ummat Islam, komunitas terbanyak negeri ini, adalah seorang
pedagang yang sangat ulet dan professional, jujur, memegang amanah,
dan terpercaya. Bahkan kredibilitas dan integritas pribadinya
sebagai pedagang mendapat pengakuan, buklan hanya dari kaum
muslimin, tetapi juga orang Yahudi dan Nasrani, dikarenakan Nabi
menjalankan usahanya dengan sangat professional ( Semua sejarah
Nabi Muhammad membuktikan hal ini. Lihat, misalnya, Husein Haekal,
Hayatu Muhammad )

Berusaha Bagian Integral dari Kehidupan
     Sebagai agama yang menekankan dengan kuat sekali tentang
pentingnya keberdayaan ummatnya, maka Islam memandang bahwa
berusaha atau berwirausaha merupakan bagian integral dari ajaran
Islam. Terdapat sejumlah ayat dan hadis Nabi Muhammad SAW yang
menjelaskan pentingnya aktifitas berusaha itu. Di antaranya :
     Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah di muka
bumi. Dan carilah karunia Allah ( QS Al Jumuah : 10 ).
     Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil
beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung kemudian kembali
memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu
Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada
meminta - minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi maupun
tidak. ( HR Bukhari ).
    Pernah suatu saat Rasulullah ditanya  oleh para sahabat,
"pekerjaan apa yang paling baik ya Rasulullah ?  Rasulullah
menjawab,  seorang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual
beli yang bersih. ( HR Al Bazzar )
     Pedagang yang jujur lagi terpercaya adalah bersama - sama
Nabi, orang - orang shadiqin, dan para syuhada ( HR Tirmidzi dan
Ibnu Majah ).
     Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya  perdagangan itu di
dunia ini adalah sembilan dari sepuluh pintu rezeki ( HR Ahmad ).
     Hadis - hadis di atas memperlihatkan bagaimana kewirausahaan
merupakan aktifitas yang inhern dalam ajaran Islam. Sedemikian
strategisnya kedudukan kewirausahaan dan perdagangan dalam Islam,
hingga teologi Islam itu dapat disebutkan sebagai "teologi
perdagangan" ( commercial theology ). Hal tersebut dapat dilihat
dalam kenmyataan bahwa :
     Hubungan timbal balik antara Tuhan dan manusia bersifat
perdagangan betul, Alah adalah Saudagar sempurna. Ia ( Allah )
memasukkan seluruh alam semesta dalam pembukuan-Nya. Segalanya
diperhitungkan, tiap barang diukur. Ia telah membuat buku
perhitungan, neraca - neraca, dan Ia ( Allah ) telah menadi contoh
buat bisnis - bisnis yang jujur.
     Pengembangan kewirausahaan di kalangan masyarakat Indonesia
memiliki manfaat yang terkait langsung dengan pengembangan
masyarakat. Manfaat tersebut antara lain: Pertama, pengembangan
kewirausahaan akan memberikan konstribusi yang besar bagi perluasan
lapangan kerja, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.
     Kedua, berkembangnya kewirausahaan akan meningkatkan kekuatan
ekonomi negara. Telah terbukti dalam sejarah perjalanan bangsa
kita, bahwa UKM adalah basis ekonomi yang paling tahan menghadapi
goncangan krisis yang bersifat multidimensional.
     Ketiga, dengan semakin banyaknya wirausahawan, termasuk
wirausahawan muslim, akan semakin  banyak tauladan dalam mayarakat,
khususnya dalam aktifitas perdagangan. Sebab, para wirausahawan
memiliki pribadi yang unggul, berani, independen, hidup tidak
merugikan orang lain, sebaliknya malah memberikan manfaat bagi
anggota masyarakat yang lain. Keempat, dengan berkembangnya
kewirausahaan, maka akan menumbuhkan etos kerja dan kehidupoan yang
dinamis, serta semakin banyaknya partisipasi masyarakat terhadap
pembangunan bangsa.
Sifat - Sifat Dasar  Enterpreuner Muslim
   Sebagai konsekuensi pentingnya kegiatan wirausaha, Islam
menekankan pentingnya pembangunan dan penegakkan budaya
kewirausahaan dalam kehidupan setiap muslim. Budaya kewirausahaan
muslim itu bersifat manusiawi dan religius, berbeda dengan budaya
profesi lainnya yang tidak menjadikan pertimbangan agama sebagai
landasan kerjanya.
     Dengan demikian seorang wirausahawan muslim akan memiliki
sifat - sifat dasar yang mendorongnya untuk menjadi pribadi yang
kreatif dan handal dalam menjalankan usahanya atu menjalankan
aktivitas pada perusahaan tempatnya bekerja. Sifat - sifat dasar
itu  di antaranya ialah :
* Selalu menyukai dan menyadari adanya ketetapan dan perubahan.
Ketetapan ditemukan antara lain  pada konsep aqidah ( QS. Al Anbiya
: 125 ). Sedangkan perubahan dilaksanakan pada masalah - masalah
muamalah, termasuk peningkatan kualitas kehidupan ( QS  al Ra'd : 11
).
* Bersifat inovatif, yang membedakannya dengan orang lain. Al Quran
menempatkan manusia sebagai khalifah, dengan tugas memakmurkan
bumi, dan melakukan perubahan serta perbaikan ( al Hadis ).
* Berupaya secara sungguh - sungguh untuk bermanfaat bagi orang
lain. Ada beberapa hadis Nabi yang menjelaskan keharusan seseorang
untuk bermanfaat bagi orang lain.
           Manusia terbaik adaah manusia yang bermanfaat bagi orang
lain ( al Hadis )
Siapa yang membantu seseorang untuk menyelesaikan kesulitan di
dunia, niscaya Tuhan akan melepaskannya dari kesulitan di hari
kemudian ( al Hadis ).     Siapa yang menyayangi seseorang di
dunia, maka Yang Di Langit akan menyayanginya ( al Hadis )
Tidak disebut seseorang itu beriman sebelum ia menyayangi saudarany
sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri ( al Hadis ).
* Karyanya dibangun secara berkelanjutan. Bukan hanya untuk sesaat
atau untuk dirinya sendiri atau orang sezamannya, tetapi untuk
jangka waktu yang lebih panjang dan bagi generasi - generasi
sesudahnya. Bukan hanya diusahakan berjalan baik pada masanya,
tetapi juga sesudahnya.  Tegasnya, dibutuhkan pelembagaan bagi
sistem kerjanya. Banyak hadis dan ayat - ayat yang memberikan
bimbingan dalam hal ini. Di antaranya :
           Bekerjalah kamu untuk dunia seolah - olah engkau hidup
selama - lamanya, dan bekerjalah untuk akhirat, seolah  olah kamu
akan mati esok hari ( al Hadis ).
           Sekiranya kamu tahu bahwa engkau akan mati esok hari,
silakan kamu menanam kurma hari ini ( al Hadis ).
            Hendaklah merasa kawatir orang - orangyang meninggalkan
keturunannya berada  dalam keadaan lemah, kawatir akan masa depan
mereka ( QS. Al Nisa' : 9 )



Memulai Usaha dengan Menata Keluarga Dahulu
     Keluarga merupakan hal yang tak terpisahkan dari dunia
bisnis/usaha. Permasalahan keluarga akan berpengaruh pada maju
mundurnya suatu usaha. Ibaratnya, keluarga dan bisnis adalah  dua
sisi mata uang yang tak bisa dpisahkan. Karenanya, ketika akan
mengawali usaha kita harus menata atau memenej keluarga terlebih
dulu. Anggota inti keluarga hendaknya bisa memahami tentang  dunia
usaha yang dipilih. Pemahaman ini akan mengurangi kemungkinan
terjadinya konflik dalam keluarga.
     "Kaum laki - laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh
karena Allah telah melebihkan sebagian mereka ( laki - laki ) atas
sebagian yang lain ( wanita ) dan karena mereka (laki - laki )
telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Oleh karena wanita
yang salehah adalah yang taat kepada Allah dan memelihara diri saat
suami tidak di hadapannya. Oleh karena Allah telah memelihara
mereka. ( QS. An Nisaa: 34 ).
     Menata keluarga yang baik adalah bagaimana kita menjalankan
roda kehidupan keluarga berdasarkan Qur'an dan Sunnah Nabi. Apabila
anggota keluarga telah menjalankan kewajiban dan memperoleh haknya,
Insya Allah, akan terwujud keluarga sakinah.  Suami mempunyai hak
dan kewajiban ( akhlaq suami ), istri juga mempunyai hak serta
kewajiban ( akhlaq istri ). Selain itu juga ada hak dan kewajiban
orang tua ( akhlaq orang tua ) dan hak serta kewajiban anak kepada
orang tuanya ( akhlaq anak ). Semuanya telah diatur dalam Islam.
Apabila kesemuanya bisa berjalan dengan baik dan benar, iberarti
kehidupan keluarga bisa berjalan dengan landasan akhlaqul karimah.
Pada keluarga yang demikian, apabila menjalankan sebuah usaha,
Insya Allah kemungkinan suksesnya lebih besar.

Integritas Wirausahawan Muslim
     Keberhasilan seorang wirausahawan muslim bersifat independen.
Artinya keunggulannya berpusat pada integritas pribadinya, bukan
dari luar dirinya. Hal ini selain menimbulkan kehandalan menghadapi
tantangan,juga merupakan garansi tidak terjebak dalam praktek -
praktek negarif dan bertentangan dengan peraturan, baik peraturan
negara maupun peraturan agama. Integritas wirausahawan muslim
tersebut  terlihat dalam sifat - sifatnya, antara lain :
1. Taqwa, tawakal, zikir dan bersyukur
Seorang wirausahawan muslim memiliki keyakinan yang kukuh terhadap
kebenaran agamanya sebagai jalan keselamatan, dan bahwa dengan
agamanya ia akan menjadi unggul. Keyakinan ini membuatnya melakukan
usaha dan kerja sebagai dzikir dan bertawakal serta bersyukur pasca
usahanya.
   2. Motivasinya bersifat vertical dan horisontal
Motivasi wirausahawan muslim bersifat vertical dan horizontal.
Secara horizontal terlihat pada dorongannya untuk mengembangkan
potensi dirinya dan keinginannya untuk selal mencari manfaat sebear
mungkin bagi orang lain. Sementara secara vertical dimaksudkan
untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT. Motivasi  di sini
berfungsi sebagai pendorong, penentu arah dan penetapan skala
prioritas.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa nilai suatu pekerjaan dilihat dari
kualitas niatnya sendiri ( al Hadis ). Orang harus bekerja untuk
kebahagiaan dirinya sendiri dan keluarganya serta untuk orang lain.

3. Niat Suci dan Ibadah
Islam menekankan bahwa keberadaan manusia di dunia adalah untuk
mengabdikan diri kepada-Nya ( QS. Al Dzariyat: 56 ).
Bagi seorang muslim, menjalankan usaha merupakan aktifitas ibadah
sehingga ia harus dimulai dengan niat yang suci(lillahi ta'ala ),
cara yang benar, dan tujuan serta pemanfaatan hasil secara benar.
Sebab dengan  itulah ia memperoleh garansi keberhasilan dari Tuhan.
 4. Memandang Status dan profesi sebagai amanah
Seorang wirausahawan muslim senantiasa menyadari bahwa statusnya
atau profesinya sebagai amanah. Karena itu, keberadaannya dala
tugas dan jabatan apapun selalu digunakan untuk mencapai penunaian
amanah itu ( QS. Al Mukminun: 8 ).
5. Aktualisasi diri untuk melayani
Wirausahawan muslim senantiasa berusaha untuk mengaktualisasikan
dirinya, melayaninya (  antum a'lamu bi umiri dunyakum ), melayani
konumen atau orang - orang yang menaruh harapan  kepadanya atu
kerjanya. Berusaha selalu memberikan pelayanan yang baik kepada
orang atau lembaga yang berusaha membantu atau memajukan usahanya.
Semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa, apa yang dilakukan
sebagai pengabdian kepada Yang Maha Menentukan bai semuanya, yakni
Allah SWT.
6. Mengembangkan Jiwa  Bebas Merdeka
Bagi wirausahawan muslim, perlu memiliki jiwa bebas-merdeka.
Baginya rahmat Tuan dan rezeki-Nya sangat tidak terbatas sehingga
cara dan upaya untuk mencapainya sangat luas pula. Perasaan ini
membuatnya menjadi agak tampak tak merasa terikat dengan system
yang ada. Namun kebebasannya selalu didasari pada patok -patok atau
filosofi dan nilai - nilai yang dianggapnya benar.

7. Azam  Bangun Lebih Pagi
Rasulullah mengajarkan kepada kita agar mulai bekerja sejak pagi
hari. Setelah sholat Subuh, kalau tidak terpaksa, sebaiknya
jangantidur lagi. Bergeraklah untuk mencari rezeki dari Rab-mu.
Para malaikat akan turun dan membagi rezeki sejak terbit fajar
sampai terbenam matahari.
8. Selalu berusaha Meningkatkan lmu dan Ketrampilan
Ilmu pengetahuan dan ketrampilan, dua pilar bagi pelaksanaan suatu
usaha. Oleh karenanya, memenej perusahaan berdasarkan ilmu dan
ketrampilan di atas landasan  iman dan ketaqwaan merupakan salah
satu kunci keberhasilan seorang wirausahawan.
9.  Semangat  Hijrah
Seorang wirausahawan muslim perlu memiliki semangat hijrah. Hijrah
merupakan salah satu strategi Nabi Muhammad, yang pantas diteladani
dan sangat cocok untuk diterapkan dalam dunia bisnis. Makna hijrah
ini bukan hanya berarti kepindahan fisik semata, namun juga
bermakna meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah dan berusaha
sekuat tenaga untuk menalankan perintah-Nya. Hijrah ( dalam arti
fisik dan spiritual ) dalam berbisnis akan mendatangkan semangat
baru, bahkan juga peluang baru yang tidak diduga sebelumnya.
10. Keberanian Memulai
Keberanian seringkali bukan merupakan bawaan lahir. Sebab, setiap
orang dapat mengembangkan keberaniannya, dan bila dilakukan secara
sungguh - sungguh  keberanian tersebut akan berkembang dan
berdayaguna. Bill Gates merupakan salah satu contoh yang  baik
dalam hal ini. Sebab dalam usia 19 tahun ia memilih keluar dari
kuliahnya di Harvard Business School dan memilih terjun ke dunia
usaha atau mejadi wirausahawan. Akhirnya keberanian tersebut
mengantarkannya pada suatu keberhasilan yang tercatat dalam sejarah
kewirausahaan dunia.


11. Memulai Usaha dengan Modal Sendiri Walaupun Kecil
   Banyak orang berpendapat, uang adalah modal utama usaha dan
harus tersedia dalam jumlah yang cukup/besar. Pandangan ini tidak
mutlak salah namun juga belum tentu benar. Memang uang diperlukan
sebagai modal usaha, tapi bukan satu - satunya, dan jumlahnyapun
tidak selalu harus besar. Ada modal lain yang juga dangat penting,
yaitu semangat, kesungguhan dan karakter serta
keahlian/ketrampilan. Banyak contoh, mereka yang semula hanya
"bermodal dengkul", namun didukung  dengan kesungguhan dan kerja
keras dan kecerdasannya akhirnya bisa meraih sukses.
      Memulai usaha dengan modal sendiri meskipun kecil, apalagi
kalau modal itu diperoleh dari hasil keringat sendiri ( bukan  dari
 warisan apalagi meminta - minta ), merupakan awal yang baik untuk
 meraih sukses.
12.Sesuai Bakat
Setiap manusia dikarunia Allah kelebihan dan kekurangan. Kelebihan
atau potensi dalam diri seseorang dapat dikembangkan atau dimenej
untuk mencari rezek. Usaha yang dirintis dari hobby atau
potensi/ketrampilan yanga da dalam dirinya akan lebih berpeluang
untuk sukses. Sebab ia akan selalu bersemangat, pekerjaannya
menyenangkan, sehingga ia akan mencintainya. Hampir semua pengusaha
yang sukses memulai usahanya dari sesuatu yang dicintai dan potensi
yang ada dalam dirinya.

13.Jujur
Kejujuran merupakan salah satu kata kunci dalam kesuksesan seorang
wirausahawan. Sebab suatu usaha tidak akan bisa berkembang  sendiri
tanpa ada kaitan dengan orang lain. Sementara kesuksesan dan
kelanggengan hubungan dengan orang lain atau pihak lain, sangat
ditentukan oleh kejujuran keduabelah pihak. Itulah sebabnya Nabi
Muhammad SAW menyatakan bahwa "Kejujuran akan membawa ketenangan
sementara ketidakjujuran akan menimbulkan keragu-raguan." ( HR
Turmudzi )
14.Suka Menyambung Tali Silaturahmi
Seorang wirausahawan haruslah sering melakukan silaturahmi dengan
mitra bisnis dan  bahkan juga dengan konsumennya. Hal ini harus
merupakan bagian dari integritas seorang wirausahawan  muslim.
Sebab dalam perfektif Islam, silaturahmi selain meningkatkan ikatan
persaudaraan juga akan membuka peluang - peluang bisnis baru. Hal
ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW : "Siapa yang ingin murah
rezekinya dan panjang umurnya, maka hendaklah ia mempererat
hubungan silaturahmi." ( HR Bukhari )
15.Memiliki Komitmen Pada Pemberdayaan
Menurut perspektif Islam keberhasilan seseorang dalam usahanya
bukanlah mutlak merupakan hasil kerjanya, melainkan merupakan kerja
kolektif sejumlah manusia yang terkait dengannya. Oleh karenanya
Islam menekankan sekali pentingnya komitmen pemberdayaan.
Sedemikian pentingnya, sehingga menurut Islam, dalam harta
seseorang selalu terdapat hak - hak orang miskin ( QS 51/Al
Dzariyat : 19 )
Komitmen pada pemberdayaan memiliki arti luas, dan pelaksanaannya
merupakan bagian dari tanggungjawab social  pengusaha.
16.Menunaikan Zakat, Infaq dan Sadaqah ( ZIS )
Menunaikan zakat, infaq dan sadaqah harus menjadi budaya
wirausahawan muslim. Menurut Islam sudah jelas, harta yang
digunakan untuk membayar ZIS, tidak akan hilang, bahkan menjadi
tabungan kita yang akan dilpatgandakan oleh Allah, di dunia dan di
akhirat kelak. Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah bagai sebutir biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai. Pada
tiap tangkai itu berbuah seratus bijih dan Allah melipatgandakan (
pahala) bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia
yang luas lagi Maha Mengetahui ( QS 2/Al Baqarah : 261 )
Dalam ayat lain Allah berfirman : ( yaitu ) orang - orang yang
mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian  dari rezeki yang kami
berikan kepada mereka. Itulah orang - orang yang beriman dengan
sebenar - benarnya. Mereka akan memperoleh derajat ketinggian di
sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki ( nikmat ) yang mulia. ( QS
Al Anfal : 3-4 ).
Pengertian sebagian dari rezeki, sebagaimana ayat di atas, idealnya
adalah  sekitar 35 persen. Karena itu, bagi wirausahawan muslim,
nilai ZIS yang dibayarkan semestinya tidak kurang dari 10 %.
17. Puasa Sunat
Hubungan antara bisnis dan keluarga ibarat dua sisi mata uang
sehingga satu sama lain tidak bisa dipisahkan. Sebagai seorang
entrepreneur, disamping menjadi pemimpin di perusahaannnya dia juga
menjadi pemimpin di rumah tangganya. Membiasakan keluarga , istri,
anak, untuk melaksanakan puasa-puasa sunat ( pusaa senin-kamis,
puasa hari besar, dsb), bahkan  mewajibkannya ( untuk keluarga)
merupakan usaha yang sangat mulia dan akan sangat mendukung usaha.
18. Shalat Sunat
        Shalat-shalat sunat seperti, shalat sunat wudhu, rawatib,
tahajud,
witir, fajar dan shalat sunat dhuha juga sangat penting
dilaksanakan sehingga suasana keluarga akan terasa sejuk dan selalu
dalam suasana agama. Mewajibkan shalat-shalat tersebut (  untuk
keluarga) merupakan jalan terbaik sehingga doa keluarga yang dalam
suasana agama tentu akan didengar Allah SWT
19.Mengasuh  Anak Yatim
"Tahukah kamu ( orang ) yang mendustakan agama ? Itulah orang yang
menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang
miskin" ( QS. Al Ma'un : 1-3 )
Sebagai pengusaha, mengasuh anak  yatim merupakan kewajiban.
Mengasuh atau memelihara dalam arti memberikan kasih sayang dan
nafkah ( makan,sandang, papan dan biaya pendidikan ). Lebih baik
lagi bila juga kita berikan bekal  ( ilmu/agama/ketrampilan)
sehingga mereka akan mampu mandiri menjlani kehidupan di kemudian
hari.
20.Memampukan Orang Miskin
         Allah SWT telah mewahyukan kepada Daud  a.s. : "Kelak pada
hari kiamat akan  datang seorang hamba menghadapKu dengan membawa
bekal amal kebajikan, maka pasti Aku serahkan segala kenikmatan
sorga kepadanya. Daud berkata :"Ya Rabbi, siapaka hamba itu ?"
Allah menjawab : " Yaitu orang mukmin yang berusaha memenuhi
keperluan sesamanya  sampai berhasil  ataupun tidak berhasil." ( HR
l Khathib & Ibnu Asakir yang bersumber dari Ali  ra ). Pepatah
mengatakan, "Kalau kita menanam  padi, maka rumput akan tumbuh,
tetapi kalau kita menanam rumput, padi tidak akan tumbuh."
Memampukan orang miskin adalah pekerjaan yang sangat mulia di sisi
Allah danmerupakan tabungan  kita  untuk  akhirat. Kalau kita
menabung untuk  akhirat ( padi ), maka dunia otomatis bisa diraih.
Jadi dengan kata lain, kalau kita ingin dikayakan oleh Allah maka
kita harus mau dan berani mengayakan orang lain. Atau, dengan jalan
memampukan orang miskin.
21.Mengembangkan Sikap Tolerans
Toleransi, tenggang rasa, tepo sliro ( Jawa ) lamak diawak katuju
diurang ( Minang ) merupakan sikap yang penting dimiliki
wirausahawan. Dengan demikian, tampak orang bisnis itu supel, mudah
bergaul, fleksibel, pandai melihat situasi dan kondisi, teguh
memegang prinsip namun tidak kaku dalam berhubungan dengan pihak
lain ( termasuk dengan pelanggannya  ).
  22. Bersedia Mengakui Kesalahan dan Suka Bertaubat
       Kesalahan dan kegagalan bagi wirausahawan muslim  merupakan
hal berharga dan bias menjadi guru di kemudian hari. Dari situ ia
akan selalu melakukan koreksi dan intropeksi diri, tanpa harus
diketahui publik. Pengakuan terhadap kesalahan atau kegagalan
merupakan bagian dari perubahan sikap ( taubat ). Sementara itu
mengungkap aib orang lain tetap merupakan perbuatan tercela. Kedua
petunjuk ini dilaksanaan dengan enyadari kegagalan tanpa
mengeksposenya, sehingga ia dapat melakukanperbaikan ( taubatan
nasuha ) oleh dirinya sendiri dan untuk diri serta manusia di
sekitarnya.
          Berdasarkan prinsip itu maka seorang wirausahawan muslim
memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi segala tantangan (
QS al Taubah : 9 ), dan memiliki keyakinan yang tinggi bahwa ia
dapat mengatasi segala tantangan dan kegagalan yang ada ( QS.Al
Zumar; 53 )
Kesimpulan
  Dari  uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan
kewirausahaan merupakan bagian integral dalam pelaksanaan ajaran
Islam, dan dalam tingkatan tertentu merupakan solusi alternatif
dalam mengatasi  krisis ketenagakerjaan di Indonesia.
Seorang wirausahawan muslim memiliki peluang besar untuk sukses
dalam usahanya apabila ia meyakini benar bahwa agamanya merupakan
jalan hidup yang benar dan merupakan factor pendukung keunggulan
seorang wirausahawan.
Kesuksesan seorang wirausahawan muslim tidaklah semata -mata
ditentukan oleh ilmu dan ketrampilan serta kecanggihan manajemennya
tetapi juga oleh integritas pribadinya yang Islami.
Yang secara ringkas bisa dijelaskan bahwa sukses dan beruntungnya
seorang wirausaha muslim (entrepreneur muslim) seperti yang
terdapat dalam surat Al mukminuun 1-6, yang artinya :
" Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu
orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna
( bisa dipahami sedikit bicara banyak kerja), dan orang-orang yang
menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali
terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki,
maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela."




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke