Tadi malam ambo sempat mahota hota, yo dunsanak awak juo, Lendo Novo 
( 43 th ,alumni ITB ) urang pariaman yg besar di jakarta.  beliau ko, 
setelah berhasil mengembangkan sekolah alam utk level pendidikan 
dasar, di ciganjur-jakarta, bandung dan bogor, mengembangkan sekolah 
dg metodologi yg lebih advance di daerah Parung Bogor dg nama School 
of Universe , dimana selain level dasar, ada juga level pendidikan 
menengah , SMP dan SMA yg di gabungkan. ( SMP dan SMA dalam satu 
kesatuan dalam 5 tahun masa belajar )

Lendo, terinspirasi sekali dg falsafah minang, Alam Takambang jadi 
guru, yg mana di Al Qur'an juga , kita banyak di ajarkan 
belajar/merenung dari alam semesta ini dan dari aktifitas kehidupan 
sehari hari.  dan tanpa disadari sebenarnya orang minang telah banyak 
belajar dari alam dan aktifitas kehidupan sehari harinya.

Sekolah tsb dikembangkan dg kurikulum yg berbeda dari kurikulum 
standar depdiknas saat ini , mengurangi pelajaran yg tak perlu dan 
menambahkan hal yg penting. ditambahkan juga beberapa kurikulum yg 
bagus dari luar negeri.

di sekolah tsb, utk level SMP/SMA murid2 diajarkan hal praktis ttg 
kehidupan , ttg bagaimana menjual barang, bagaimana berdebat, 
berdiskusi.
utk pelajaran dagang, secara berkala, mereka ada praktek menjual 
langsung produk2 tertentu , pada masyarakat umum. utk pelajaran 
berdiskusi, berdebat , dikembangkan pola yg antara lain diambil dari 
aktivitas orang minang berdebat/berdiskusi di lapau.
jadi kalau dilihat secara umum sekolah tsb, berbeda jauh dg sekolah 
yg umum kita kenal saat ini .

menarik sekali, sebenarnya , memang rang awak , banyak belajar 
berdiskusi/berdebat di lapau dan di ruang rapat adat/rapat nagari. 
kalau belajar dagang, memang rang awak, langsung praktek sbg pembantu 
pada induk semang nya ( biasa rang awak , yg akan jadi pedagang, 
magang dulu sbg pembantu pada mamak atau seniornya , setelah mampu 
kemudian buat usaha sendiri )

terasa sekali , bahwa pelajaran2 praktek kehidupan tsb ( life 
skill ) , memang lebih berharga bagi anak didik, daripada pelajaran 
standar kelas yg menjenuhkan, bahkan banyak yg tak terpakai dalam 
kehidupan nyatannya kelak.

dan sebenarnya , alam nagari awak, dimana rang minang melalui masa 
kecil dan muda nya , adalah juga sekolah pendidikan yg berharga ; 
mulai dari surau, sawah - ladang, balai adat, lapang nan bapaneh, 
lapau, pasar, terminal, tanah rantau dll, adalah ruang kelas 
pendidikan rang minang, sesuai falsafah Alam terkembang jadi guru.
( sabananyo , dunia maya,internet, spt rantaunet iko, adalah juga 
sarana pendidikan bagi awak basamo jaman kini ko )

Usaha dunsanak awak Lendo tsb, patut dihargai, bagaimana ia berusaha 
utk mewujudkan suatu pendidikan / pencerahan anak manusia menghadapi 
kehidupan nyata , bagaimana menterjemahkan konsep Alam terkembang 
jadi guru, dalam sistem yg praktikal dan riel, saya jadi teringat ide 
angku Syafe'i dulu dg INS kayu tanam nya dulu.

semoga banyak pula , dunsanak awak lain nyo pulo yg melakukan usaha2 
pencerahan pemikiran/pendidikan yg benar2 mendidik anak didik , 
menghadapi kehidupan riel. setidaknya kita bisa menterjemahkan 
falsafah Alam terkembang jadi guru tsb.

wassalam 

HM
jkt

" alam maya (internet) terkembang jadi guru juga 
  bagaikan perahu kertas , berlayar di lautan digital"






____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke