--- Darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamulaikum WW

Waalaikumsalam.Wr.Wb.

> 
> Rahima saya ingin meresponse seperti tersisip
> dibawah.

Terimakasih mak Darul.


> Kita sama berdoa untuk kesehatan etek kita, rang
> rumah mamak kita Mak Sati.
> (ntuk Rahima, istri mamak biasa dipanggil Etek, mak,
> biai, adang,
> kelihatannya sama dengan panggilan untuk saudara ibu
> yang perempuan, iko di
> Canduang, rasono samo jo ditompaik lain)

"Biai", baru pertama sekali saya dengar.
Tapi yang sering membuat saya bingung pertama
sekali.Saya memanggil ibu kandung saya dengan
panggilan "mamak, atau mak aja".

Kemudian ada adik dari ibu saya,yang lain ibunya,saya
panggil juga dengan sebutan "mamak"(namanya Edi).

Jadi, kami kan sekeluarga sering ngumpul begitu. Pas
saya memanggil mamak saya(maksudnya tentu ibu
saya),eh..kedua-duanya menoleh kesaya. Yang lebih
repot lagi dikampung kamang hilir mamak saya
banyak(paman maksudnya,entah paman dari mana,saya ngak
jelas,pokonya banyak dikenalkan dengan panggilan
mamak,ada mak Adang,mak etek,dsbnya,tapi semua pas
dipanggil dengan sebutan "mak" saja.

Ngak mungkin pula saya sebutkan nama mereka dibelakang
panggilan mak itu,seperti mak Darul begitu.

Dulu pertama sekali saya menikah,dan tentu masih asing
saya dan suami saya.Karena kebiasaan sewaktu
gadis,masih pacaran istilahnya kali.Saya biasa
memanggil "Da Rahim".Kebiasaan itu terbawa sampai
beberapa hari saya menikah.Sampai dirumah,di
Siantar,ibu saya menegur saya.Bilang begini :

" Ima...koq panggil suaminya Da Rahim begitu, ngak
sopan itu..harusnya dipanggil uda saja tanpa
penyebutan nama dibelakangnya ".

Yang sampai sekarang sering jadi pertanyaan saya, :"
Apakah terhadap mamak-mamak saya yang lain,atau
uda-uda saya yang lain baik itu pertalian darah atau
bukan,saya panggil nama dibelakang nama beliau-beliau
ini, seperti mak Syamsir Alam,ketika saya berhadapan
kelak dengan beliau(temu muka),saya panggil mak
Syamsir juga,..atau mak Darul sendiri. 

Itu sebabnya ketika kita ketemu saya banyak diam,itu
dikarenakan saya bingung,saya mau panggil apa sama mak
Darul,juga sama etek(urang rumah mak Darul),karena
saya lihat muda sekali waktu itu,saya panggil aja
uni.Walau dalam hati saya kala itu heran,koq satunya
dipanggil mamak,sementara istri mak Darul saya panggil
uni yah..? Ngak sepasang deh rasanya.

Tapi,.sungguh..surprise bagi saya, kalau uni sudah
hampir berumur 45 tahun,wallahi istilah orang
Arabnya,..kelihatan muda sekali?

 umur 40 tahun atau bahkan 30 tahun keatas bagi saya
yah sudah tua donk mak darul,seperti saya kan sudah
tua.Sudah diatas 35 tahun maret nantik saya sudah 36
tahun.( duh..kalau dihitung umur ummat
Rasulullah,sudah setengah penghidupan yang saya
jalani,apa yang telah saya perbuat selama ini,rasanya
ngak banyak berbuat baik, malah dosa aja yang
bertimbun kali)


> >
> >Kalau urang rumah mak Darul saya panggil
> etek,terlalu
> >tua rasanya,sedangkan urang rumah mak Darul masih
> >sangat muda saya lihat,mak Darul saya panggil
> >mamak,sedangkan istri mak Darul panggil uni, boleh
> >ngak dalam adat Minang hal semacam ini?
> 
> Ini dia, etek Rahiamko ka baulang tahun nan 45 dalam
> bulan Januariko, apo
> dianggap masih mudo? Sadang mbo duo bulan lalu
> baulang tahun nan ka 51.
> Itulah Jan salalu picayo jo pandangan mato dan
> perasaan hati, sering
> kenyataannya jauh berbeda.

Iyah benar, pandangan mata tak selamanya benar. Saya
sering ketipu dengan usia orang ini. Malah ada yang
masih muda, saya kirain sudah jauh berumur,padahal
sebaliknya,ia masih muda dari segi umur.

Tapi pada umumnya (ngak semua tentunya).lelaki kalau
sudah menikah kenapa sering kelihatan lebih tanpak
muda,sebaliknya wanita kalau sudah menikah dan punya
anak kelihatan tua?(beda dengan etek dirumah,urang
rumah mak Darul, beruntung mak darul,istri masih
kelihatan muda, diapakan itu mak Darul,dirawat ketat
yah..saya kira karena hati tenang dan senang  kali,
atau karena materil cukup atau memang karena sudah
dari sononya).

Dan pada umunya saya melihat,dan sering
memperhatikan(bukan maksud menilai orang lain
begitu,tapi sering memperhatikan saja sih), baik
lelaki atau wanita kalau orang baik hatinya,rajin
shalatnya kelihatan terpancar sinar diwajahnya, walau
terkadang saya lihat orangnya ngak cantik tapi menarik
dan enak dipandang, malah ada yang cantik tapi tak
menarik dan pandangannya kusam saja.(ini pandangan
saja, tentu lain-lain pandangan dan penilaian). Karena
banyak juga sih orang yang malas shalat atau bahkan
bintang flm, kelihatan cantik juga dari dhahirnya. 


Mungkin kebiasaan memperhatikan ini adalah kebiasaan
saya mengajar,juga karena dulu sewaktu di Diniyyah
kita memang mempelajari ilmu Phisikologi serta ilmu
mendidik ini, ada mata pelajaran khusus selama 4 tahun
untuk itu, bukan maksud yang jelek deh pokonya, malah
sebaliknya ingin tahu saja karakter seseorang dilihat
dari wajah dan sikapnya. Kalau saya lihat
kepribadiannya saya gampang menyesuaikan diri
dengannya.

Kalau orangnya baik, biasanya saya dekati, kalau
orangnya tak baik,ngak pernah saya benci, tapi saya
lebih banyak diam kepadanya.

Saya suka perhatikan wajah,kepribadian murid-murid
saya,sehingga saya gampang memasukinya, atau bergaul
dengannya, kalau dengan murid, saya cepat memasukkan
pelajaran kepadanya dan mendekati semua murid tanpa
terkecuali, karena saya ngak pernah membedakan
murid-murid saya, yang lemah otaknya biasanya
perhatian saya jauh lebih tinggi,karena yang dikatakan
adil bukanlah pembagian sama rata,tetapi membaginya
sesuai denganporsi masing-masing.Dan ngak sebaliknya
saya lihat kebanyakan guru, murid yang pintar apalagi
yang kaya,itu yang disanjung-sanjung dan ditampilkan
terus, saya ngak mau lakukan itu pada murid-murid
saya, kasihan yang lemah dan miskin akan menjadi
minder, sehingga murid bagi saya bukan sekedar untuk
diajar saja,tetapi dididik kepribadian mereka.

Maaf,.karena saya melihat ketimpangan pendidikan di
mana saya tahu di Indonesia itu.Murid yang kaya,pintar
dan cantik saja yang sering ditampilkan kalau ada
acara-acara,sementara yang bodoh,miskin dan jelek,
selalu dikebelakangi. Padahal kalau saja sejak dari
kecil dari TK atau SD, sampai SMP-universitas, semua
murid/siswa dibiasakan berani dan bergiliran ,saya
yakin semua kebagian sama rata dalam pembagian acara
apa saja,ngak harus dibedakan dan muridnya,atau
siswanya itu ke itu saja yang ditampilkan,atau diutus
kemana saja.


 
>
...........................................................
> >
> >Apakah suara ini karena pengaruh lingkungan di
> >Minang.Saya orang Minang,tapi suara saya justru
> lebih
> >kental ke suara orang Medan,bahkan ada yang bilang
> >saya dari Sulawesi,atau Jakarta,kalau kebetulan
> gaya
> >Jakarta yang saya pakai,ngak bisa saya meniru gaya
> dan
> >Lughat orang Minang ini.Padahal gaya Minang inilah
> >yang saya suka,karena kevokalannya.
> 
> Kelihatan disini Rahiam berbicara bukan suara tapi
> Logat atau dialek. Sudah
> barang tentu logat seseorang akan terpengaruh dimana
> orang tersebut dari
> kecil sampai dewasa (5 - 18 th). Saya rasa logat ini
> tidak dipengaruhi oleh
> darah atau turunan. Kalau menyeberang atau merantau
> setelah tammat SMA maka
> dialek dimana dia berkembang akan susah dirubah
> hampir buat selama hidupnya.

Iyah benar sepertinya begitu.itu yang saya duga,
mungkin karena pengaruh lingkungan ia sewaktu masih
kecil-dewasa.
Tapi untuk dialek orang Minang(kalau ia berbahasa Indo
tentunya)  saya kira pas sekali untuk ceramah, pidato,
dosen, karena kevokalannya itu. Tapi orang Minang
banyak yang jadi pedagang yah.

> 
>
...........................................................
> >
> >Hmm..hmm.....dunia maya yang jauh bisa terasa dekat
> >dengan adanya kemajuan zaman.Subhanallah !!.
> 
> Yang membuat manusia dekat adalah kelancaran
> komunikasinya. Biar dengan
> tetangga disebelah rumahpun, seandainya terjadi
> hambatan komunikasi akan
> membuat kita jadi jauh.

Wah..jangan sampai begitu donk,bukankah seharusnya hak
tetangga dekat yang lebih kita dahulukan? Ini perlunya
sering ada pengajian atau pertemuan di daerah kita
masing-masing.Dengan seringnya ada komunikasi akan
menambah kasih sayang dan persatuan ummat. Buat apa
kaya sendiri,senang sendiri, kalau tetangga kita
menderita. Apa tenang tuh hidup, ngak banyak
saudara,ngak banyak tetangga, ngak banyak teman? 

> 
> >
> >Wassalam.Rahima
> >
> >
> Wassl. WW
> Darul
> 
> 
> ____________________________________________________
> 
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
>
------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
> 



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Send holiday email and support a worthy cause. Do good. 
http://celebrity.mail.yahoo.com

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke