Aku Kelam�

Titik demi titik tangis membanjiri pipiku yang masih
ranum
Tak bisa kulukiskan gejolak hati, gambaran jiwaku
Aku berusaha menampakkan ketenangan jiwaku
Seolah-olah tak pernah dan tak ada hal-hal yang
memilukanku

Kubersembunyi dibalik tabir bola mata manusia
Kelihatan ceria,.namun ia hancur berkeping-keping
Kuintip kelam lilin dibalik celah-celah tirai
Sepi�sunyi..tak ada suara selain suara jengkrik

Tangisku semakin memecah didada
Luka yang perih, dalam lautan yang dingin dan membeku
Getaran gelombang laut yang menangisi kehancuran dan
duka
Adakah hari esok untuk kita

Seharusnya pohon rindang tempat kita berteduh
Sungai tempat kita bermandi ria
Matahari tempat kita bertaut dalam kehidupan
Baju tempat kita menutupi badan
Sawah tempat kita menanam 

Tapi sayangnya tak ada yang melipat bumi,
Mengeruk lautan, mengambil garamnya

Tak ada..semua terasa kelam..
Luka..yah..yang ada hanya luka dan kelam�
Adakah hari esok untuk kita
Ataukah cuman hari ini yang kita miliki..?

Oh..Tuhan..terasa kelam�
Adakah hari esok untuk kita..?
Ataukan masa lalu menghantui desiran jantung?

Sungguh aku kelam�
Aku bingung..aku tak tahu�

Kemana kaki akan melangkah
Kelam�.
Adakah hari esok untuk kita..?
Mungkinkah�!

Akh..serasa mimpi saja aku�didalam kelam ini

Wassalam. Rahima. Kairo 1 Pebruary 05, 







                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke