AWW.

Wajar kita yang awam sakit hati.
Dari dulu ambo ndak satuju jo nan banamo BUMN ko. Karano banyak mudarat dari
pado manfaatnyo.
Mudaratnyo adolah, BUMNko manjadi banalu dalam dagiang alias manggarogoti
kaceo pamiliknyo yaitu Negara.
Kiniko pado zahirnyo BUMN ko lah baganti arati jo Badan Usaho Miliak
Pamarentah, sabab sia nan manag mamimpin nagari ko iyo akan mangganti
pamimpin BUMN jo urang-urang dari kaumnyo. BUMN manjadi kaceo kaumnyo.
Dari dalam BUMN sandiri ado pulo sikap mental nan payah, sabab nan manjadi
pamimpin BUMN kabanyakan adolah mental2 birokrat bukan mental2 "panggaleh".
Sahinggo nan ado dipikirannyo adolah baa maabihan se alias bapoya-poya
misalnyo mabagi-bagi bonus sampai 10 kali gaji, padohal itu saharusnyo
masuak ka kaceo nagara untuak mabangun nagarako.

Jadi kasimpulannyo, labiah rancak BUMN di rekap sajo, tapi caronyo indak ka
pihak asiang tapi ka rakyaik.

dn


----- Original Message -----
From: "Rinaldi Sahir" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Palanta RantauNet" <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 22, 2005 1:56 PM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Menjual Perusahaan - 2


>
>
>
>
> AWW
>
> sakit hati....trenyuh.....sedih......bila kita renungkan apa yang telah di
> lakukan oleh para penyelenggara negara ( Pengelola BUMN)  kita ini....
>
> kadang saya malas baca analisis 2 spt ini.   karena tdk ada yang bisa kita
> perbuat.........sayang sekali.............
>
> Mudah2an  tdk demikian yang terjadi dengan perusahaan yang ada di Sum-Bar.
>
> WWW
> Rinaldi.
>
>
>
>
>              Irdam Syah
>              <[EMAIL PROTECTED]
>              com>                                                       To
>              Sent by:                  Palanta RantauNet
>              [EMAIL PROTECTED]         <[email protected]>
>              inang.rantaunet.o                                          cc
>              rg
>                                                                    Subject
>                                        RE: [EMAIL PROTECTED] Menjual 
> Perusahaan
>              03/22/2005 10:55          - 2
>              AM
>
>
>              Please respond to
>              Palanta RantauNet
>              <[EMAIL PROTECTED]
>                antaunet.org>
>
>
>
>
>
>
> Masalahnya adalah pada kata-kata "proses yang benar" itu. Kalau perusahaan
> swasta OK lah, walaupun tidak tertutup kemungkinan disana ada trik-trik
> bisnis tertentu (kalau nggak salah dulu sering diungkapkan oleh Kwik Kian
> Gie melalui artikel2nya di Kompas bagaimana para taipan mengakali
penjualan
> saham perusahaannya untuk mendapatkan dana segar sedangkan sahamnya
> sebenarnya tetap tidak berkurang).
>
> Pada kasus  penjualan saham PT. HMS ini dimana PM mau membeli harga saham
> per lembarnya jauh di atas harga listing-nya. Strategi apa yang ada di
otak
> PM dan strategi apa pula yang ada di otak HMS sehingga mau menjual "mesin
> uang"nya.
>
> Sedangkan untuk kasus-kasus penjualan BUMN, kenapa dipaksakan menjual
> dengan
> harga murah sedangkan perusahaannya sangat menguntungkan sekali. Misalnya
> penjualan BCA, berapa bulan cuma pencapaian breakevent oleh si pembeli.
> Sekarang labanya cukup besar tapi lari ke luar (si pemilik asing).
> Kemuadian dari hasil penjualannya perusahaan apa yang didirikan
pemerintah,
> berapa tenaga yang diserap dan berapa labanya. Kayaknya nol besar karena
> hasil penjualannya dimasukkan ke apbn untuk tambahan pembayaran utang.
> Itupun berapa  persen utang terbayar dan sangat tidak sebanding dengan
> apabila tingkat kebocoran/korupsi yang diperbaiki dibanding hasil
penjualan
> BCA tersebut.
> Begitu juga dengan penjualan Indosat yang mana juga perusahaan yang pasti
> untung karena pemegang monopoli, belum lagi komoditi yang dikelolanya
punya
> nilai sangat strategis bagi negara diaman sekarang dikuasai oleh asing.
>
> Kemudian pengelolaan uang hasil penjualannya belum tentu akan berlipat
> sebagaimana yang dibayangkan, karena keuntungan diperoleh bukan dari
> banyaknya perusahaan yang dapat dibangun melainkan dari nilai komoditi
yang
> akan dijual. Si pembeli perusahaan tentu tidak mau kalau pemerintah
membuat
> perusahaan baru dengan barang dagangan yang sama, sedangkan perusahaan2
> yang
> laku dijual adalah perusahaan2 yang mengelola komoditi2 strategis.
Akhirnya
> secara tidak sadar kita telah "terjajah" oleh sistem imperialisme modern
> (penjajahan ekonomi dan informasi). Dimanakah nasionalisme ?
>
> salam - tg
>
> # -----Original Message-----
> # From: Ridwan M. Risan
> #
> # Wa'alaikum salam wr wb.,
> #
> # Pak Darul,
> #
> # Terimakasih atas do'a-nya. Mudah-mudahan saya masih diberikan
> # usia dan kemampuan oleh Allah untuk bisa sedikit memberikan
> # usulan dan  pandangan yang mungkin berguna bagi kita semua.
> # Mudah-mudahan pula pak  Darul dan sanak semua di Palanta ini
> # dapat memperoleh berkah atas silaturahmi yang kita bangun
> # bersama ini. Amiin.
> # Dugaan pak Darul benar, bahwa menjual perusahaan nasional
> # bukan berarti tidak nasionalis, malahan sangat nasionalis.
> # Karena kalau  tidak kita jual, maka perusahaan nasional hanya
> # akan tetap berjalan dengan lambat. Atau malahan ada yang
> # berjalan mundur menuju kehancuran karena terus menerus
> # menanggung kerugian. Perusahaan nasional yang ada lebih
> # banyak memberikan manfaat bagi direksi dan pihak lain yang
> # memanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongan.
> #Sedangkan rakyat sebagai pemilik tidak mendapatkan hasilnya.
> #
> # Kalau kita jual dengan proses yang benar - betul betul
> # dilakukan dengan benar, maka akan banyak orang yang menerima
> # manfaat dengan masuknya dana segar, makin effisiennya
> # perusahaan, dan bertambah banyaknya perusahaan baru
> # yang dapat ditumbuhkan. Sehingga lebih banyak orang dapat
> # bekerja karena meningkatnya lapangan pekerjaan.
> #
> # Wassalam,
> # R Sampono Sutan (56)
> #
> #
>
> ____________________________________________________
>
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
>
>
>
> ____________________________________________________
>
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke