Pemurtadan di Wilayah Bandung Melebar Oleh sejagatcom / 09.04.2005 Kekuatan akidah menjadi kekuatan utama untuk menghindari pemurtadan. Upaya pemurtadan di wilayah Bandung, tak pernah surut dan kian melebar. Setelah kasus keluarga Warso di Sukaluyu, Bandung, saat ini, warga Desa Sindanglaya, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dibuat was-was dan khawatir atas kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh Yayasan Efata. Untuk mencegah langkah ekspansi pemurtadan itu, Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP) meminta Ketua Yayasan Efata, Adian Manurung, menandatangani perjanjian dengan masyarakat untuk menghentikan kegiatan kebaktian di gedung yayasan itu. Atas desakan itu, Ketua Yayasan Efata bersedia membuat perjanjian dengan seluruh masyarakat di Desa Sindanglaya, Kamis (31/3).
Perjanjian itu dibuat di atas materai yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan Efata, Adrian Manurung; Kapolsek Cimenyan, AKP Haryadi SH; Kepala Desa Sindanglaya, Aa Suhendar dan disaksikan ketua RW, Tim Anti Pemurtadan MUI Bandung, dan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI). Isi perjanjian itu terdiri dari lima poin. Di antaranya, Yayasan Efata menghentikan semua kegiatan dalam bentuk apapun di wilayah Sindanglaya dan sekitarnya; menutup Yayasan Efata dan mencabut semua atribut; memperlihatkan akta notaris asli Yayasan Efata kepada pihak yang berwenang disaksikan masyarakat dan ormas Islam, dan bila melanggar pernyataan tersebut, maka dalam waktu 1x24 jam siap ditindak secara hukum oleh aparat. Menurut Ketua Tim Anti Pemurtadan MUI Kota Bandung, Hari Nugraha, pada 2002, di RW 13 Desa Sindanglaya berdiri sebuah TK bernama Efata tapi belum ada yayasannya. Anak-anak di sekitar TK tersebut, kata dia, diundang untuk belajar. Namun, kata Hari menegaskan, ada nuansa Kristen yang diajarkan di TK itu. Untunglah, kata dia menandaskan, ulama dan masyarakat setempat cepat tanggap dan meminta tempat itu ditutup. ''Atas permintaan semua masyarakat, akhirnya tempat itu pun ditutup,'' katanya menegaskan. Tiga bulan terakhir ini, sambung Hari, di samping gedung TK didirikan sebuah bangunan seperti aula. Pada awalnya, masyarakat tidak mencurigai aktivitas di bangunan itu. Namun, lanjut dia, karena setiap hari Sabtu di gedung itu selalu ada kegiatan, maka masyarakat pun mencurigainya. Menurut anggota AGAP sekaligus Koordinator Badan Koordinasi Umat (BKU) FUUI, Ahmad Kurniadi, yang dikhawatirkan masyarakat Sindanglaya bila tempat itu dibiarkan, akan ada upaya pemurtadan. Apalagi, kata dia menambahkan, ruangan di dalamnya didesain seperti gereja. Dikatakan Ketua Umum Persis, KH Siddiq Amien, pencegahan terjadinya pemurtadan harus melibatkan banyak pihak seperti pemerintah, kepolisian, dan umat Islam. Pasalnya, lanjut dia, kekuatan akidah menjadi kekuatan utama untuk menghindari pemurtadan. ''Yang penting bagaimana menguatkan akidah, sehingga tidak mudah dipengaruhi. Cara yang bisa digunakan dengan mengoptimalkan pengajian dan pendidikan keagamaan,'' katanya yang ditemui usai Pengajian Ahad pagi di Kantor Pusat Persis Bandung, Ahad (3/4). Selain mengoptimalkan pengajian, Siddiq menambahkan, pemerintah harus turun tangan menuntaskan kemiskinan dan pendidikan. Pasalnya, latar pendidikan yang rendah dan ekonomi yang lemah, sering dieksploitasi untuk pemurtadan dengan iming-iming materi. ''Sedangkan, kemiskinan tidak semata-mata kesalahan ummat,'' cetusnya menandaskan. Ketika ditanya banyak ummat Muslim yang jarang mengikuti pengajian, Siddiq menjelaskan, ada banyak cara yang bisa diupayakan. Namun, hal tersebut memerlukan kreativitas dan kesungguhan dari para tokoh dakwah dan ulama. Dakwah, ucap dia, bisa diupayakan melalui layar kaca, tulisan, radio, ataupun CD. ''Sekarang tinggal peran para dai dan organisasi dakwah, mencari kiat-kiat untuk menyampaikan dakwah. Sebenarnya, ada cara sederhana untuk mencegah pemurtadan, yakni memaksimalkan shalat Jumat. Selama ini khutbah jumat sering asal-asalan dan singkat saja,'' katanya menandaskan. (RioL) (kie/ren @ swaramuslim.net) _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

