Assalamu'alaikum.w.w.
 
 ... Kito sambuang nan kupatang....
 

Begitulah, pada hakikatnya berhati-hati sungguh dalam hal nikah. Artinya 
urusan-urusan ibadat, munakahat, mu�amalat,�sangat dijaga. 

�. Aaa�Mengapa dalam urusan politik, orang kita tidak mengambil perhatian ?... 
tidak menjaga ?.... Mereka lupa ada khilafat satu lagi...

� aaa ini baru start..

Bila masuk urusan politik mereka menolak,.. sampai berkampanye,� ditulis di 
rumah-

rumah dan di mobil-mobil pribadi,..�Islam yes, partai Islam no�� haaa�

  Seolah-olah Allah  lupa,�Seolah-olah  Allah tidak menurunkan hukum politik 

dalam Qur-an,  seolah-olah Nabi tidak ada menyebutkan dalam hadits-haditsnya. 

Mengapa dalam urusan ini pula tidak mau ?.....� ini persoalannya�

Padahal Nabi saw. Datang ke Madinah, � menegakkan Negara Islam.

Tapi mereka marah pula kalau orang memperjuangkan Negara Islam. Bila sudah 

memperjuangkan Negara Islam�. Mereka kutuk�kutuk�, laknat,� marah,

� cerca,.. menghina,� membenci, � boikot,� macam-macam terhadap golongan-

golongan, atau individu-individu yang ingin menegakkan negara menurut padangan 

Islam. Mengapa ini terpisah ?.. dari ibadat dan segala macamnya tadi...

�. Ini persoalannya......

Seolah-olah hal dunia ini Allah ta�ala tidak tahu. Menurut mereka hal ihwal 
dunia 

ini mestilah manusia yang mengurus�. Allah tidak tahu bagaimana mengurus 

alam ini�  Ini kan ngawur� batele� batea�

  Dalam Islam diajarkan politik,.. apa makna politik ?...

�Iqamatuddiin, wa siyaasatid dunya bihi�.

"Bihi" jangan tinggal. Tapi orang-orang ini membuang kata bihi itu. Saya tak 
tahu 

apakah PKS, PPP, PAN dan lain-lain partai Islam juga begitu ?. 

Artinya,� �Iqamatuddiiin, wa siyaasatid dunya bihi�

Mereka buang bihi, mengapa mereka lakukan ini ?, bukan mereka tak tahu, 

mereka tahu, bukan mereka tak �alim, mereka �alim, bukan mereka bodoh, 

mereka cerdik. Tapi bila berpolitik dibuangnya bihi itu.

Huruf ba dan ha itu dibuang. Memang ba dan ha saja, tapi artinya sangat jauh. 

�Iqamatuddiiin�, maksudnya  Menegakkan agama�.. agama ditegakkan

Kemudian,..�Wa siyasatid dunya�

Dan mengurus urusan dunia,�. Memerintah dunia ini �

�bihi�,� dengan nya,�  nya mana ?... agama tadi. 

Mengurus urusan dunia, memerintah dunia dengan agama. 

Bila dibuang  bihi artinya

Menegakkan agama, �ooo sudah.. sembahyang sudah puasa sudah� 

mesjid ada,� surau ada,.. klinik Islam ada� bank islam ada�

Wa siayasatid dunya,� dan mengurus dunia ini,� jalan raya ada,.. gedung-

gedung ada,� bangunan mercu suar ada,.. sekolah ada.. kan sudah�?...

Dia tak menyebut bihi. Bihi maknanya mestilah berdasarkan agama.

 

  Begitulah orang kita,  kita tak tahu dari segi kaidahnya,.. kitapun 
terpesona. 

Makanya hal ini dijelaskan pada tuan-tuan bahwa permasalahan kita ini bukan 

permasalahan dunia ini saja. 

Persoalan kita adalah bahwa kita akan berada di padang mahsyar nanti�

 itu persoalan kita� Kita berhasil di dunia ini sebenarnya belum berhasil. 

�Faman zukhzii anin naar, wa udkhilul jannah, faqad fas..�

Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam 

surga�aaa itulah orang yang sukses.. orang yang berhasil sebenarnya. 

Kalau di dunia ini kita berhasil, macam-macam pembangunan yang kita buat, 

semua selesai, lengkap, �  indah � cantik� 

�baldhatun thayiibah�.... sedikit lagi�

 �wa rabbun ghafur� tak ada. Negara sudah indah, negara sudah cantik,

�tapi tak mendapat keampunan dari Allah swt. �wa rabbun ghafur�, keampunan 

dari Allah swt tak ada.

Kalau sistem Islam tidak berjalan, bagaimana Allah akan mengampunkan kita ?. 

Kita melawan Allah swt,� kita mendurhaka kepada Allah swt.

Makna wajib itu diberi pahala,� makna haram itu mendapat dosa. Kalau 

melawan perintah Allah swt., bermakna kita telah berbuat maksiat dalam

 waktu yang sama. Kita menghadap Allah tiap pagi, kita baca

 �Ihdinas shiraathal mustaqiiim�

Tunjukilah kami jalan yang benar wahai Allah. Jalan yang benar yang bagaimana ?.

�Shiraathal ladziii na an�amta �alaihim�, Jalan orang-orang yang Engkau beri 
nikmat 

atas mereka. Siapa mereka itu ?,

 �wamay yuti�illahu warrasuluhu faulaika ma�al ladziii na �amahu, minan 
nabiyyiin, 

was shiidiqiin, was syuhadaak, wa shaalihiin�. Yaitu mereka-mereka yang beriman 

kepada-Mu dari nabi-nabi,.. para shidiqiin, para syuhada,.. dan orang-orang 
shaleh. 

�ghairil maghdu bi �alaihim�, bukan jalan mereka-mereka yang Engkau murkai,

� mereka siapa ?... orang-orang yahudi, jalan yahudi kami tak hendak, 

�walad dhaaaliin�, dan bukan pula mereka-mereka yang sesat,,, siapa mereka

 � orang-orang Nasara (Kristen, katolik, protestan dsb).

Artinya jalan (cara) yahudi kita tak hendak, jalan nasara kita tak mau.

Kita sekarang ini menolak ndak agak-agaknya ?....

(Taufik malin lah maajak pulo ma-agung-agungkan Amerika, ..ooo Amerika itu elok,

ooo Amerika tu santiang... macam-macam).

Kita tidak sadari bahwa undang-undang nasara (Kristen dsb), undang-undang 

penjajah kita pakai sampai hari ini. Malah Shirathal Mustaqiim tadi kita tolak, 

tidak dipakai. Jalan Qur-an, jalan hadits,� nabi saw. membawanya,� kita tidak 
pakai. 

 Begitu kita sebenarnya.

  Adakah kita merasa enak, betah, suka dalam dunia ini bila sekiranya sebagai 

orang Islam, undang-undang Islam,.. undang-undang yang telah diturunkan 

Allah swt tidak dipakai dan dibiarkan begitu saja sesuka hati�?

.. Ini masalahnya tuan-tuan ....

Gimana ?....baa agak ati...


.... Lah panjang pula,... beresok kita sambung...

 

Wabillahil hdayah wat taufiq

 

Wassalam

 

St. Sinaro


 


                
---------------------------------
Discover Yahoo!
 Get on-the-go sports scores, stock quotes, news & more. Check it out!
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke