dunsanak sadonyo, 
  
 ttg ide pengembangan pusat riset microsoft di
Indonesia ( setelah sebelumnya membangun di India dan
China ) , sebenarnya adalah  bagaikan pisau   bermata
dua , karena pada sisi lain Microsoft akan
 menekan Indonesia   utk memberantas software ilegal
MS , dan bisa dikata  sebagian besar   software kita
bajakan , kelak akan banyak warnet dan  rental
komputer   tempat mahasiswa awak mamakai tapaso tutup.
 
 iko ado cerita menarik dari Brasil :
 Presiden Brasil memilih open source software untuk
 Menghemat  uang. Bill Gates mencoba melakukan lobi
tapi
 Presiden Brasil menolak  bertemu dengannya.
  
 Nggak mau kecolongan negara berpenduduk besar lagi,
 Microsoft  coba merangkul Presiden Indonesia yang
dengan senang
 hati terbang ke  Seattle menemui Bill Gates. Dengan
iming2 membangun
 pusat riset  microsoft di Indonesia. 
 Sepertinya dengan syarat yang bisa ditebak:
 Microsoft jadi  software 'resmi' pemerintah , dan
memberangus
 software bajakan. ( banyak warnet / rental computer
terpaksa gulung tikar )
 
computer dan internet yg bisa jadi sarana pencerahan
masyarakat akan jadi barang mewah , sehingga
masyarakat umum akan lebih banyak menghabiskan
waktunya di depan TV dg acara2 yg membodohkan.

salah satu solusinya harus dikembangkan open source 
atau software   bebas spt linux dll.
 
Microsoft ( MS)  membuat outsorcing research center di
China dan India bukan karena pertimbangan tenaga kerja
murah, dan level pendidikan saja. Tetapi faktor market
yang besar, kompetitor lain yang masuk, dan masing
masing negara tersebut mengembangkan OpenSourse
(terutama Operating Systemnya). China bahkan bekerja
dengan Korea Selatan dan Jepang dalam hal terakhir
ini, dan
basisnya adalah Linux. (catatan: saya bukan orang
Linux, karena diassign oleh Lembaga 
saya untuk mengembangkan scientific algoritme dan
software terkait di Windows).
Sebetulnya Proprietary Software dapat berdampingan
dengan OpenSource, tetapi untuk
bagian yang strategis dan ada kaitannya dengan
National Security, suatu negara harus
mengembangkan sistim yang tidak bergantung pada satu
company.

MS sekarang kurang menekankan masalah hak cipta di
China belakangan ini. Karena
OpenSource, MS membiarkan kopi illegal softwarenya
untuk merebut pasar dan menyodok
OpenSource. Begitu pasar kembali dikuasi, masalah Hak
Cipta pasti akan diungkit kembali.
Ini konsisten dengan hasil studi dari Harvard Business
School, juga konsisten dengan
perkembangan IT di China. Sewaktu OpenSource belum
berkembang, MS sangat
agresip melindungi hak cipta, tetapi sewaktu open
source berkembang dan pemerintah
China mendukungnya, MS melunakkan agresivitasnya itu
dan bahkan mau buka Research
Center dll.


 jadi kalau pun akan awak kembangkan IT Park di 
Bukittinggi , yg bagus  
 adalah yg menggunakan software open source spt linux 
dll , pas bana 
 yo karakter urang awak nan hemat , kalau bisa cari 
yg murah apalagi 
 gratis, manga pulo harus mambali software MS yg 
mahal2..:-))

 mudah2 an pulo uda Hasnul Suhaimi, alumni SMA1 
bukittinggi yg jadi dirut 
 Indosat yg baru bisa membuatkan semacam 
infrastruktur komunikasi& IT 
 yg canggih di Bukittinggi dan sumbar umumnya . 
karena utk pengembangan outsorce center, memerlukan
infrastruktur telekomunikasi & IT yg handal ( bandwith
besar ,backbone dll )

  secara bisnis akan cukup menguntungkan karena tinggi
nya  trafik komunikasi   antara perantau minang di
seantero dunia dg ranah  minang.

 satu hal yg dilupakan juga bahwa pusat2 outsorcing
 center berada di   daerah dimana banyak perantau
berasal spt
 Bangalore-India , shanghai-  China dan israel, yg
memang banyak orang nya
 merantau ke US dan   Europe , jadi sebenarnya lewat
jalur para perantauan
 itulah banyak   order awalnya didapat.
 
 jadi kalau ado outsorcing center di tampek awak ,
 misalnya ,beko  ordernya datang juo via dunsanak2
awak di luar spt
 mak Boes Roestam   di Canada, mak Syamsir di
California US , uda
 Adrisman di houston,   uda ardiwan di Qatar-timteng ,
junaidi di singapura,
 abrar yusuf di   australia, Edizal di jepang, fadzil
di
 cyberjaya-kualalumpur, rahima   di mesir dan
dunsanak2 awak lain nyo di seantero
 dunia , nan langsung   tibo dari luar nagari mendarat
di bandara
 international MIA,Padang   naik pesawat Bundo Air nyo
mak Barijambek , cucu inyiak
 jambek nan  menantu bung Hatta ....
 
 salam 
 
 HM
 jkt
 
 --- In [EMAIL PROTECTED], "Muhammad Hanif"
<[EMAIL PROTECTED] 
 wrote:
 
 Wa'alaikum salam ww
 
 Mudah2an rencana ini cepat terealisasi dan ambo
 berharap UNAND atau  Perguruan Tinggi lain nan ado di
Sumbar bisa
 terpilih sebagai salah   satu  tempat Riset Microsoft
untuk wilayah
 Sumatera...smoga :-) supayo   dunia IT di  Sumbar
makin maju en kalo dah gitu bisa mudik nihh
 ke Ranah Minang    bia  kasawahnyo di kampuang
sembari memajukan daerah
 awak hehe
 
 Mohon ma'af kalo ado nan salah
 
 
 Wassalam
 
 Rang Pikumbuah
 
 ================
  
 ----- Original Message -----
 From: <[EMAIL PROTECTED]
 
 
 Assalamualaikum Wr. Wb.,
 
 Yth. Dunsanak di Palanta,
 Barikuik ambo kirimkan mimpinyo RI yang samo jo
 mimpinyo angku 
 Hendra dan Ronal/d.
 Samoga mimpinyo manjadi nyato.
 Wass, syb.
 
 
 Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Riset Microsoft
 Kelima Dunia
 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke