Assalamualaikum Wr. Wb.,

Cukuik sadiah ado peristiwa iko, ambo kebetulan tingga dilingkungan IKIP
dan saketek banyaknyo tahu kondisi rato2 mahasiswa/i, adolah masalah
ekonomi.
Wass, syb.



Edisi Jum'at, 17 Jun 2005    
Mahasiswi-Dosen Tertangkap di Hotel
* Aksi Pol PP Libas Pekat 
Oleh admin padek 1 
Jumat, 17-Juni-2005, 11:21:03 190 klik   
 
 


Padang, Padek-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang berhasil
menggerebek sembilan pasangan illegal di beberapa hotel melati di Kota
Padang, Rabu (15/6). Dari sembilan pasangan tersebut satu pasang
diantaranya merupakan mahasiswi dan dosen sekaligus ketua jurusan di
salah satu perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Padang. 
 
 


Pasangan-pasangan digerebek masing-masing, dua pasang di Hotel P Jalan
Kis Mangunsarkoro Padang, enam pasang di Hotel S & S Tabing Padang dan
sepasang di Hotel D Jalan R Damar Padang. Penggerebekan malam tersebut
dikomandoi Kompi B dengan Komandan Kompi Jhoni Amir berkekuatan sekitar
55 orang, juga di Back Up Tim Sk 4 serta ditambah anggota informant. Hal
itu dikatakan Kepala Kantor Pol PP Padang Drs Budi Erwanto kepada koran
ini Kamis (16/7). 

"Ironisnya, kesembilan pasangan illegal yang berhasil kita grebek
tersebut ada yang sedang begituan dan ada yang selesai begituan dengan
kondisi ada yang bugil dan separoh bugil. Pasangan illegal yang
tertangkap di Hotel S & S yakni MS dan CD, MR dan NL, OH dan NY, LMS dan
AL, MT dan MA serta BD dan SV, sedangkan yang tertangkap di Hotel P
masing NR dan Z dan IN dan IC sementara yang tertangkap di Hotel R
adalah YP dan AL," urainya. 

Menurutnya, penggerebekan yang dilakukan kali ini cukup mendatangkan
hasil yang luar biasa, dan akan terus berlanjut dalam rangka
pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat). "Dengan operasi ini
diharapkan Pekat di Kota Padang bisa ditekan sehingga falsafah Adat
Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) benar-benar terujud
seperti yang diharapkan," ujarnya. 

Penggerebekan yang dimulai sekitar 22.00 WIB tersebut dimulai dari Hotel
S dilanjutkan ke Hotel I, seterusnya berlanjut ke Jalan Diponegoro.
Tidak menemukan hasil, operasi diteruskan ke Pantai Padang lanjut ke
Hotel R dan ditemukan satu pasangan illegal. Setelah berlanjut ke Hotel
P dan menemukan dua pasang, satu pasang di antaranya sedang melakukan
perbuatan haram alias zina. Selanjutnya ke Hotel S & S dan berhasil
meringkus enam pasang illegal. 

Melarikan Diri 

Dikatakan Budi, salah satu lelaki yang berhasil ditangkap dengan
pasangan illegalnya yakni BD yang juga Dosen sekaligus Ketua Jurusan
melarikan diri dari Kantor Pol PP setelah sempat ditahan. BD minta izin
ke kamar kecil untuk buang air, setelah itu yang bersangkutan langsung
menghilang. Ketika ditelepon ke HP-nya, yang bersangkutan berjanji akan
datang ke Pol PP sekitar pukul 09.00 WIB, dengan perjanjian jika sampai
oukul 09.00 WIB BD tidak datang, Pol PP akan melaporkan ke Rektor PTN
tersebut. 

Nyatanya sampai pukul 11.00 WIB BD tidak menampakan batang hidungnya ke
Pol PP, sesuai dengan kesepakatan, Pol PP terpaksa melaporkan hal
tersebut ke Rektor. "Jika BD tidak juga muncul, untuk sementara kita
akan tahan pasangan illegalnya yakni SV, hal itu sesuai dengan ketentuan
yang berlaku," ucapnya. Saat koran ini mencoba menghubungi BD via HP,
ternyata HP BD tidak aktif. 




* Pengakuan sang Mahasiswi: "Bapak Penuh Kasih-Sayang" 

"Saya mau dengan bapak itu, karena bapak itu penuh kasih sayang,
perhatian dan lainnya dan saya tidak mendapatkan hal itu dari bapak
kandung saya, karena bapak kandung saya pergi entah kemana. Sementara
ibu sudah meninggal dunia dan saya butuh uang untuk bisa terus kuliah.
Saya tobat dan tidak lagi mau seperti itu, dengan catatan menunggu
kuliah saya selesai atau wisuda pada Bulan September mendatang karenya
saya masih butuh biaya,". 

Ungkapan blak-blakan itu dilontarkan SV salah seorang mahasiswi UNP yang
tertangkap oleh Pol PP saat berduaan dengan sang dosen sekaligus
merupakan Pembimbing Akademik (PA) SV dalam sebuah kamar di salah satu
Hotel Melati di Kota Padang pada hari Rabu (15/6) sekitar pukul 23.00
WIB. 

Ditemui pada salah satu ruangan di kantor Pol PP saat akan diperiksa, SV
mengenakan baju kaos warna hitam, tas warna krem dan rambut yang
acak-acakan serta wajah terlihat cukup lelah. SV yang mengaku anak
pertama dari dua bersaudara tersebut, sempat menutup mukanya dengan tas
saat difoto oleh wartawan foto yang juga datang ke kantor Pol PP. 

Menurutnya SV, kedekatannya dengan BD dimulai sejak dirinya duduk
ditahun II, ditahun I, tidak ada hubungan apa-apa antaranya dirinya
dengan sang dosen, memasuki tahun ke II barulah terjalin hubungan
tersebut. Kedekatan antara dirinya dengan sang PA karena merindukan
kasih sayang dari sang ayah, dan hal itu justru didapat dari sang PA. 

"Bapak itu sangat baik pada saya, saat digerebek Pol PP kami tidak
melakukan apa-apa, kami hanya makan-makan dan nonton TV, tahu-tahu
datang Pol PP dan kami dibawa ke sini (Pol PP-red). Saya malu dengan
teman-teman, jika ibu kost saya tahu, saya pasti akan diusir dan saya
tidak ingin hal itu terjadi, saya masih ingin menyelesaikan pendidikan
saya. Dan saya juga bukan Wanita Tuna Susila (WTS), saya lakukan itu
karena harap dapat kasih sayang dari bapak,:"ucapnya seraya menekurkan
kepala. 

Dikatakannya, dirinya dengan sang dosen masuk hotel sekitar pukul 22.00
WIB, sesampai dikamar, ngobrol-ngobrol, nonton TV seraya makan-makan.
Dan yang dibicarakan hanyalah seputar perasaan atau curahan hati
(Curhat). SV curhat ke BD dan BD mendengarkannya dengan tekun seraya
memberi jalan keluar dan sebaliknya. Sehingga tidak menyadari jika
Satpol PP sudah berada di depan pintu kamar dan langsung menggerebek
serta menggelandang ke Pol PP 

"Saya sudah nelepon bapak untuk menjemput saya di sini (Pol PP-red)
bapak bilang sebentar lagi akan ke sini menjemput saya, karena bapak ada
urusan diluar dan bapak juga bilang, saya tidak usah cemas, karena bapak
pasti akan bertanggungjawab dan membawa saya keluar dari kantor Pol PP,"
terangnya lagi dengan penuh harap. 




* Mawardi: Keduanya Bakal Ditindak Tegas! 

Sikap dan tingkah laku oknum dosen UNP "BD" yang tertangkap oleh Pol PP
dalam sebuah penggerebekan, dinilai Rektor UNP Zawardi Effendy merupakan
sebuah sikap yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik.
Apa lagi pasangannya adalah mahasiswi sendiri. BD telah mencoreng nama
baik institusi dan UNP tidak akan mentolerir perbuatannya. Terhadap
keduanya akan diberi tindakan tegas. 

Hal itu dikatakan Z Mawardi Effendy kepada koran ini Kamis (16/6) saat
dikonfirmasikan seputar tertangkapnya BD dengan SV di sebuah kamar pada
salah satu hotel Melati di Kota Padang. 

"Kejadian ini betul-betul sangat memalukan sekaligus mencoreng wajah
kami dan isntitusi. Kami benar-benar prihatin. Seorang dosen sekaligus
ketua jurusan berbuat tidak senonoh, apa lagi dengan mahasiswinya
sendiri. Peristiwa ini betul-betul menampar muka UNP secara keseluruhan,
jangan karena "nila setitik rusak susu sebelanga". BD adalah ketua
jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa Sastra dan Seni dan SV adalah
mahasiswi yang bersangkutan," ucapnya gusar. 

Menyikapi persoalan ini, dirinya mengaku sedang merapatkan dengan
Pembantu Rektor (PR) I seputar tindakan apa yang akan diberikan kepada
yang bersangkutan menyangkut kejadian yang sangat memalukan tersebut. 

Yang pasti tindakan tegas akan diberikan. Saat ini sedang dipelajari
tentang aturan kepegawaian sekaligus tata tertib institusi guna
memberikan sanksi terhadap BD dan SV. 

Pihaknya akan berkoordinasi dengan dekan yang bersangkutan, di samping
juga akan meminta keterangan dari BD. Karena baru menerima laporan dari
Pol PP sementara dari BD belum ada. 

"Selama ini IKIP yang saat ini berganti dengan Universitas Negeri Padang
(UNP) belum pernah terjadi peristiwa memalukan seperti saat ini.
Jangankan dosen atau ketua jurusan yang berbuat, pegawai biasa saja
belum pernah kita dengar, ini dosen lagi!, untuk pasti kita akan beri
tindakan tegas, untuk siapa saja yang berbuat kesalahan,"janjinya. (ita)

 


_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke