Assalamualaikum Wr. Wb., Dimato kami yang awam dg ado berita ko, rasonyo memang aneh, tapi mumpung lai banyak pakar perminyakan dan ekonom di RN, monggo dibari penjelasan dan realita yang ado, tentang kabongakan awak (agak kasa saketek). Wass, syb.
Pertamina Akui Krisis BBM Jakarta, Senin Pertamina mengakui kini mengalami krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga stok nasional hanya untuk 17,5 hari kebutuhan karena ada keterlambatan pembongkaran BBM di Teluk Semangka, Lampung dan kesulitan memperoleh dana pembelian dari pemerintah. "Sebanyak 2 juta barel BBM itu hari ini sudah mulai dibongkar berupa solar 1,2 juta barel dan sisanya premium masih menunggu pembongkaran," kata Direktur Utama PT Pertamina Persero, Widya Purnama, disela-sela Rapat Dengar Pendapat antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral beserta jajarannya dengan anggota Komisi VIII DPR-RI di Jakarta, Senin (20/6). Untuk itu, lanjutnya, pemerintah diharapkan membantu keuangan Pertamina untuk membeli minyak mentah dan BBM dalam rangka mengamankan stok nasional. Dikatakannya, untuk menaikkan stok BBM nasional menjadi rata-rata di atas 20 hari dibutuhkan biaya 1,3-1,5 miliar dolar AS. "Kita berharap tanggal 25 Juni ini stok kebutuhan BBM nasional dapat di atas 20 hari. Untuk itu, Depkeu diharapkan dapat segera mencairkan dana agar stok tidak menurun drastis. Sementara itu, Pertamina juga sedang menyelesaikan tiga buah Letter of Credit (LC) pembelian minyak dan BBM yang tertunda," katanya. Pada saat ini, menurut Widya, stok premium 12,7 hari, minyak tanah 25,3 hari, solar 14,5 hari. Dijelaskannya, pada kuartal I 2005 terjadi over kuota untuk premium 2,7 persen, solar 2 persen, dan minyak tanah 2,5 persen. Untuk mengatasi itu, Pertamina mengaku berupaya mempertahankan stok BBM dengan melakukan penjatahan distribusi disejumlah SPBU. Diakuinya, pada hari Sabtu dan Minggu kemarin terjadi lonjakan permintaan. Pada Juli 2005 kemungkinan masalah seperti sekarang ini akan terjadi apabila permasalahan pencairan dana belum lancar. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Persero, Arie Sumarno, mengatakan, Pertamina saat ini tengah mencari kargo LNG untuk memenuhi kebutuhan Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) selain dari Oman juga negara lain termasuk Nigeria. "Saat ini pasar LNG sedang sulit tetapi kami cari dari tempat lain termasuk Nigeria," katanya. Diakuinya, pasar LNG saat ini sedang sulit sehingga saat ini sedang dicari dari Petronas. Sementara upaya pembelian dari Perusahaan Migas di Australia ditolak. Lebih lanjut, dia mengatakan, pada bulan April dan Mei sudah dapat menerima satu kargo LNG dari pasar spot, tetapi kemudian dilepas lagi karena tidak ada uangnya. Pertamina akan terus mencari kargo LNG untuk kebutuhan PIM.(Ant/Nik) _____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

