Assalamualaikum.wr.Wb.
Banyak, bahkan sering sekali terjadi dinegara kita
Indonesia, apa itu yang diistilahkan beli rumah, atau
beli barang dengan sesuatu yang sifatnya kredit.
Dengan arti kata : Harga rumah/pakaian, baju,
selendag, tas, mobil, atau apa saja seharusnya kalau
beli kontan harganya : Rp 50. juta.
Tetapi oleh pemerintah, atau badan usaha atau
seseorang menawarkan jasa dengan pembelian secara
kredit, ata angsuran bisa dibayar dengan jangka waktu
satu tahun, sehingga bila digenapkan jumlah seluruhnya
bisa menvcapai harga barang tersebut menjadi : Rp 100
juta.
Hal semacam ini tidak ada dalam islam, baik dizaman
rasulullah SAW, ataupun para sahabat. tetapi kredit,
hutang piutang bentuk ini adalah berasal dari negara
non islam, namun sayangnya didikan ini jauh lebih
melekat kehati sanubari kita bangsa Indonesia,
khusunya ummat Islam, ketimbang ajaran atau hukum
pinjam meminjam/jual beli dalam Islam itu sendiri.
Bukankah ini dikatakan riba..?
Dulu,sekitar empat tahun yang silam, pernah teman saya
seorang pegawai/guru juga menganjurkan saya agar
membeli rumah dengan cara kredit seperti itu. Ntar
bayarannya potong gaji saya perbulannya.
Apa saya jawab ketika itu?
Bukankah itu namanya riba. Harga rumah seharusnya 100
juta, setelah dua tahun menjadi 200 juta. Saya tidak
mau dengan alasan :
1), Itu namanya ria
2), Justru kalau hitung-hitungan rupiah, saya bisa
rugi, hanya karena tidak sabar, walaupun bila
dihitung-hitungan dengan dollar, akan bisa untung,
atau tidak rugi besar, karena dollar bisa naik
melejit, saya bisa tukar dolar saat nilai tukarnya
tinggi, untung saya kan..? tapi saya tak mau lakukan
itu, karena selain riba, banyak hal lain yang
terfikirkan dan menyangkut hukum Islam.
3), Dengan cara membiasakan membeli sesuatu itu secara
kredit, hutang, akan membiasakan saya menjadi ibu yang
tidak sabar, tidak qanaah, besar pasak dari tiang
dsgnya, saya tak mau menjadi ibu semacam itu. lebih
baik hidup apa adanya, sesuai dengan kondisi, kalau
mau meminjam,..yah..pinjam aja sama teman yang ikhlas
tanpa ada unsur riba didalamnya. Pinjam sekian,
diganti lebih dari itu, itupun kalau keadaan
sangat-sagat terpaksa sekali dan yang dieli adalah
kebutuhan primer dan sangat mendesak.
Pernah suatu kali, suami saya mengajak beli, sesuatu
yang beliau tahu sangat saya butuhkan sekali, tetapi
duit ngak cukup untuk itu. Apa saran suami saya.
Bagaimana kalau kita pinjam saja duit dulu?
Apa saya jawab. Jangankan meminjam dengan berbunga
tanpa ada bunganya saja saya tidak mau. Biarin aja,
ditahan dulu keinginan itu sapai tepat waktunya.
Nah..disanalah kita belajar membiasakan diri hemat,
menabung. Bukankah ajaran Islam itu kita dianjurkan
untuk hemat " Al Iqtishaadi asaasunnajaahi "(
Sederhana itu adalah dasar keerhasilan".(pepatah Arab)
Disana juga kita membiasakan diri untuk sabar,
seagaimana yang dianjurkan Allah dalam banyak
firmanNya,untuk bersabar dalam berbagai hal, terutama
masalah financial ini.
Bukankah Allah sudah firmankan : " Sesungguhnya kami
akan menguji kamu dengan kekurangan dari ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, kurang ketenangan jiwa,
buah-buahan, maka berikabar gembiralah orang-orang
yang sabar, yaitu apabila mereka ditimpa musiah mereka
mengatakan : " Innaalillaahi wainnaailaihi raaji'uun
".
Banyak,.bahkan sangat banyak sekali kita temui dalam
kehidupan kita sehari-hari kita dihadapkan pilihan
semacam ini. Pilhan beli ini dan itu dengan harga
murah dan terjangkau, tetapi ada unsur riba
didalamnya.(kredit).
Alhamdulillah, saya bersyukur pada Allah, diberikan
hati yang punya sifat qanaah, tidak tamak harta,
segala mau dibeli, seperti kebanyakan orang saya
lihat, terutama kaum ibu yang terpengaruh dengan
tetangga sebelahnya, alhamdulillah saya bisa menjaga
barang-barang rumah dengan baik, sehingga tidak
gampang rusak, dan tak perlu beli itu keitu saja,
masih banyak keperluan lain lagi, malah suami yang
tidak sampai hati ingin membelikan yang baru lagi,
bagi saya tidak, selagi yang lama masih bagus, kenapa
harus beli yang baru, kecuali beliau sengaja
membelikan itu untuk hadiah perkawinan/hari kelahiran
saya, atau hari-hari tertentu.
Namun prinsip saya satu, kalau mau beli sesuatu itu,
belilah yang bagus sekalian( khusus untuk elektronik,
tidak untuk yang lainya, lihat kondisi keperluan juga,
kalau baju, untuk apa beli yang mahal..?), agar barang
itu tahan lama, jangan beli yang asal beli, walau
murah harganya, tetapi cepat rusaknya, akhirnya beli
lagi, beli lagi. Akhirnya alhamdulilah kami dapat
memiliki apa yang diinginkan, walau lambat, tapi
perlahan dan pasti.
Saya sering menampaikan pada suami saya : " Uda,.lebih
baik bersabar sampai duit ada, ketimbang harus
meminjam sana-sini, apalagi pakai bunga segala, berapa
lama kal sih kesabaran itu, toh..waktu cepat
berlalunya, dan kita terbiasa tenang hidup tanpa
hutang, serta mati ngak mikirin hutang, lihat
tuh,.Indonesia dililit hutang berjibun tujuh keturunan
susah dibayarnya, anak baru lahir sudah punya hutang.
Itulah akibat terpengaruh dengan iklan, tawaran
dsgnya, akhirnya tanpa terasa kita sudah dinina
bobokan ajaran yang bukan berasal dari Islam lagi.
Susah sudah mo keluarnya, agai hidup dalam lingkaran
jaring-jaring kusut yang tak tahu dimana jalan
keluarnya.
Sekarang bagaimana, toh..sudah terjadi?
Allah berfirman : " Jangan kamu putus asa akan rahmat
Allah, tak ada kusut yang tak terselesaikan, pasti ada
jalan keluarnya ".
Salah satu jalannya :
Hidup hemat, dan qanaah, serta jangan menimbun hutang
diatas hutang lagi. Gali lobang tutup lobang,
lobangnya semakin dalam, akhirnya tanahnya kropos.
Tingkatkan swadaya, gali kekyaaan alam itu lagi, atur
dengan management yang tepat dan oleh yang ahlinya.
Serahkan segala sesuatu itu sesuai dengan yang
ahlinya.
Dan tentu masih banyak jalan lain ntuk keluar dari
kemelut hitam, kemelut problema kehidupan, tapi
pilihlah jalan yang tepat, jangan keluar dari satu
masalah menimbulkan problema lebih besar lagi.
saya kira ahli ekonomi, peternakan, perkebunan,
kedokteran, pertanian, programmer, dan segala disiplin
bidang keilmuan bisa bergerak bersama-sama, saling
dukung mendukung.
Sekedar iseng-iseng kaca mata dari saya yang bukan
pula ahli dalam berkaca mata masalah kndisi ekonomi
kita sekarang ini. Tulisan ini timbul hanya dari
keluguan dan kejujuran yang dirasakan saja.Jujur, saya
bukan ahli dalam hal ini, makanya cuman sekedar
kacamata saja, bisa jadi kacamata yang saya pakai
kabur dalam hal ini, bisa jadi tepat atau terang.
Wassalam. Rahima.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________