Ahmad Ridha wrote:
Bukankah keduanya secara essensi 'sama' saja yakni si pemilik kurma
biasa akhirnya mendapatkan kurma istimewa. Namun perhatikanlah bahwa
Rasulullah mencela transaksi pertama dan membolehkan transaksi kedua.
BTW, inti dari e-mail saya bukan berarti mempertentangkan antara
tekstual dan kontekstual. Para ulama ahlus sunnah tidak pernah
memisahkan keduanya karena suatu teks tidak mungkin dipahami terlepas
dari konteks. Itulah kenapa pemahaman para shahabat menjadi yang paling
utama karena merekalah yang paling paham konteks asbabun nuzul suatu
ayat dan asbabul wurud suatu hadits. Bahkan para ulama yang dikatakan
Zhahiri juga tidak benar-benar lepas dari konteks suatu teks.
Seringkali tuduhan pemahaman 'tekstual' seringkali dilancarkan kepada
para ulama ahlus sunnah oleh sebagian orang yang mengaku 'kontekstual'
untuk memalingkan makna keterangan-keterangan dari al-Qur'an dan
as-Sunnah yang telah jelas agar sesuai dengan pendapat mereka.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dikehendaki
kebaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Allahu Ta'ala a'lam.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
--
Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980M/1400H)
Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________