Assalamu'alaikum.w.w.

  ... kita sambung yang kemaren ....
 
  Bagaimana tadi ?, minan nabiyyiin, was
shiddiqiin,... was syuhadaa.... 
Orang-orang yang mati syahid.... Hidayah seperti ini
yang kita minta, jalan seperti ini yang kita tuju. 
 Bagaimana syuhadaa’ ini. ... Ini pun payah juga
ini...
Bayangkan orang pergi perang mau mati. Perang fi
sabilillah.
Orang dulu berebut-rebut mau mati syahid, oleh karena
sudah nampak balasan itu oleh mereka. Ramai
berebut-rebut. Orang sekarang, ramai  juga mau pergi
perang, tapi pergi perang mau hidup. 
..hmm... banser-banser...tu...:).  Kesemuanya pada
menuntut ilmu kebal. Semuanya mau hidup, ndak mau
mati. 
...He he... pergi perang mau hidup usah pergi perang.
Kata ahli falasafah, takut mati itu tidak bisa
memanjangkan umur, berani mati itu tidak bisa
memendekkan umur.
Khalid bin walid pergi perang ndak mati-mati, perang
ndak pernah kalah. Malah ia mati di rumah. Suatu hari,
perang, musuh banyak benar. Apa kata Khalid, baik,
kita kembali, istirahat dulu. 
Apa gunanya bagi dia, untuk mengatur strategi,
bagaimana dengan laskar yang sedikit bisa menang
perang. Akhirnya menang.
Dari segi hukum perang, kembali ... salah. Lari dari
medan perang ... salah. Rambut putih, haram hukumnya
menghitamkan kecuali tentara, gunanya untuk menakuti
musuh. Kalau putih pula semuanya kan musuh jadi
berani. "Lah tua-tua ini mah" katanya, maka boleh
menghitamkan rambut, dalam keadaan berperang. Dalam
keadaan normal tidak boleh, walaupun yang hitam itu
inai.  Itu sebabnya mencabut uban itu hukumnya makruh.
Karena uban tu, "fainnahu nuurul mu’min",
Uban itu cahaya orang-orang beriman. Tapi yang
muda-muda jangan minta pula cepat beruban....:)
    Ada pula orang mencabut uban supaya nampak muda.
Yang minta muda sebelum mati ini jin aja. Tuhan
mengabulkan. Sebelum mati jin bisa muda kembali. kalau
ada pula orang yang minta muda, aaa adik-beradik jin
lah tu....:)
   Kita kembali,.... Was syuhadaa.
Orang zaman nabi pergi perang hendak mati semuanya.
Anak-anak di zaman nabi, mau pergi perang,
menjinjit-jinjitkan kaki ia supaya nampak agak tinggi,
karena oleh nabi anak-anak ndak boleh pergi perang. 
  Ada pula seorang ayah, cacat kakinya mau pergi
perang.
Bertengkar dengan anak "Ayah jangan pergi ayah, kaki
ayah cacat"
"Ndaak, saya mau pergi juga"
"Jangan ayah,..."
"Ndaak, saya pergi"
Bertengkar anak beranak, pergi menghadap Rasulullah.
Apa kata Nabi,
"Jangan pergi kaki engkau cacat"
"Tidak yaa Rasulullah, aku pergi juga, walau kakiku
cacat, tanganku tidak".
Pergi juga dia perang, mati dia.... Itulah yang
dikehendakinya, oleh karena melihat balasan itu. 
   Sudah itu ada pula ketentuan dari Nabi bahwa kalau
ada dua orang laki-laki dalam rumah, tidak boleh pergi
ke dua-duanya. Sendiri mesti tinggal, menjaga rumah.
Dalam sebuah rumah itu ada dua orang, anak dengan
ayah. Bertengkar siapa yang akan pergi, lalu diundi.
Nama anak yang keluar. Apa kata ayahnya.
"Kamu  jangan pergi, biar saya pergi".
"Mana pula bisa ayah, nama saya yang keluar"
"Saya tau, tapi kita tukar saja".
"Ndak bisa ayah nama saya yang keluar"
"Iya saya tau, kamu jangan pergi, kita tukar saja"
"Ndak bisa ayah, ini sorga ini ayah, yang lain-lain
boleh bertolak ansur ayah, sorga ndak boleh bertolak
ansur ayah"
....aaa,... maknanya berebut-rebut hendak pergi....
Kalau tiba di kita....?
"Ayah mau pergi, pergi lah".....:)

Hanzalah, .... Baru kawin.
Subuh-subuh ramai orang di luar.
"Mengapa orang ini ni", katanya..
Tau-tau, orang pergi perang. Langsung dia ikut,
tinggal isterinya.
Mati.. dia,... baru kawin....
Kalau di kita ?.  "Ndak ke surau ?.." 
"Ndak.... baru kawiiin" ...:)
... Itulah para syuhadaa’... banyak ceritanya...

Orang Islam datang ke negeri Cina pergi perang,
Apa kata orang cina pula,... "Tuan-tuan kembali saja
lah,... Muka-muka seperti ini mau perang ?, lebih baik
pulang..." Kata orang Cina menakuti orang Islam.
Apa jawab mereka, "Kami datang wahai tuan,
Kami datang kemari untuk mati, bukan untuk hidup"
Pucat muka raja Cina itu dibuatnya.
Semuanya berniat mati.
    Itu para syuhadaa..., banyak ceritanya...
Seperti penaklukan spanyol. 
Tuan-tuan lihat Thariq bin Ziad tu. Jibraltar tu, yang
dekat spanyol itu sebenarnya Jabal Tariq tu, disingkat
menjadi Jibraltar. Orang-orang kulit putih menukar
nama itu. Seperti Portugal tu, sebenarnya Burtuqal tu.
Burtuqal dalam bahasa arab maknanya limau. Negeri itu
ditanami limau di lan-jalan kotanya. Batang limau itu
banyak, buahnya bisa di ambil. Kita ?, tanam apa ?.
Mahoni di tengah kota, untuk apa ?. kalau adapun untuk
obat kata orang, jarang yang mengambil. Kalau batang
limau sekeliling kota kan bagus  pula tu. Tapi itu
orang.  Lama-lama ditukar menjadi portugal. Ini yang
ditaklukan oleh orang Islam dulu. 
Tariq bin Ziad, ia membawa kapal menyeberang ke 
Spanyol, sampai di Spanyol dibakarnya kapal itu. Apa
katanya sesudah itu.
"Tuan-tuan sekalian, sekarang musuh dihadapan, dan
laut di belakang, tuan-tuan pergipun mati pulangpun
mati, pilihlah".
  Kapal sudah ndak ada lagi, terus gimana ?. ...
Perang.  
Dapat takluk spanyol itu oleh mereka.
Sekarang kalau kita ingat spanyol itu kita sedih oleh
karena daerah itu kembali dikuasai kristen. Sesudah
orang-orang Islam waktu itu mabuk dunia dan lalai dari
agama ini. Ketika takluk itu orang-orang krsiten itu
mengatakan 
"Orang-orang Islam boleh tinggal di spanyol".
Tapi sebulan sesudah itu diburu-burunya orang Islam
dan 
dibunuh. Pembantaian keji sampai habis. 

... Ini cerita syuhadaaa.... banyak ceritanya..
... lah panjang pula... beresok kita sambung...

Wabillahil hidayah wat taufiq

Wassalam

St. Sinaro



                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke