--- Siegfried <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Quoting [EMAIL PROTECTED]:
> 
> > Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Waalaikumsalamwarahmatullaahiwabarakaatuhu.

> 
>   
> > Balada PNS 
> > Oleh Razak Samik Ibrahim 
> > 
> 
> > Kerena yang didatangkan itu adalah SDM kelas
> wahid, yang di Betawi
> > bekerja dengan fasilitas cukup dan mahal, maka
> Harun Zain
> > menyiapkan
> > ratusan mobil dinas baru perumahan baru, sebab
> tidak mungkin para
> > insinyur Betawi itu ke lapangan naik jeep bobrok
> yang lebih sering
> > rusaknya itu. Kendaraan rongsokan itu digantinya
> dengan Toyota
> > Hardtop,
> > Land Rover, dan Nissan Patrol baru. Menurut Harun
> Zein umur
> > ekonomis
> > sebuah kendaraan dinas adalah lima tahun, lebih
> dari itu kendaraan
> > tersebut afkir kerena akan menguras dana dan
> waktu. 
> 
> 
> Insya Allah pak Razak, lai indak sadonyo PNS itu
> buruak kalakuan
> sadonyo dan juga kita-kita ini gak pernah dapat
> faslitas sarupo nan
> didapek dek baliau-baliau nan karajo di Padang taun
> 66 - 67 an dulu
> itu, tapi nan pasti iyo sadonyo PPPPPPPPPPP (pai
> pagi pulang patang
> pakak pandia pinter penghasilan pasti pas-pas an ...
> !) he he he 
> 

hai..hai...baru saya baca, banyak sekali kepanjangan
dari P iini yah.

saya tambahi : Penolong, Pemarah, Perajuk Pembantu
kelas rendah, Pembantu kelas tinggi, Pemerhati
sekolah, Pemerhati Pejabat, Pemerhati diri sendiri,
pemerhati lingkungan.

Saya baca, Indonesia sekarang semua serba naik, abai
saja sampai 40 ribu sekli(di Mesir cuman 7 ribu paling
mahal, kalau lagi ngak musim).Gas katanya sudah 80
ribu, Wah..di Mesir aja kalau 1 tabung begitu cuman Rp
4000. Jauh sekali bedanya. 

Kenapa begitu sekali sih bangsa kita, kenapa
pemerintah selalu menaikkan segalanya, apakah rakyat
harus gantung diri buat makan. Bukankah katanya tanah
Indonesia adalah "sepotong" tanah dari surga yang
dikirimkan Allah Subhanahuwata'ala? Tetapi kenapa
semuanya serba mahal?

Lihat Mesir, tanah gersang, padang pasir, segala
kebutuhan pokok murah sekali, semiskin-miskin orang
disana masih bisa makan enak, masih bisa dan sering
bahkan makan ayam, daging.

Bukankah banyak diantara pejabat kita yang katanya
sudah sering studi banding kenegara Mesir, tetapi
kenapa tidak ada perubahan, kenapa tidak dilihat
negara Mesir yang katanya miskin dan katanya gersang
itu hidupnya hampir dikatakan aman, dan serba murah,
serta disana-sini sudah kelihatan menghijau.Apa
gunanya studi banding, kalau cuman menghabiskan duit
negara belaka?

Akh...enakan duit jalan-jalan itu dibagi-bagi kefakir
miskin, di subsidi bahan pokok.

Akh..itu uman kata kita...
Maunya saya..anda..tetapi belum tentu maunya
pemerintah atau pejabat yang mengambil keuntungan dari
semua itu.

Belum tentu kata pejabat yang menikmati studi banding
itu.

Dan belum tentu juga kata kita bila kita menduduki
posisi mereka.

Mudah-mudahan kita tidak seperti itu, bila kita
menduduki jabatan penting kelak. Karena bagaimanapun
Kepemimpinan itu akan dipertanggungjawabkan kelaknya.

Wassalam. Rahima.

> 
> --fred
> 
> 
> Website http://www.rantaunet.org
>
_____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ____________________________________________________
> 



        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke