Allah Subhanahu wata'ala berfirman : " Apabila kamu
berselisih akan sesuatu hal, maka kembalikanlah hal
tersebut pada Allah dan rasulNya(AlQuran dan Hadist).

Yang pasti dalam hadist hal ini malah diperjelas. Saya
sudah menjelaskan sesuai dengan AlQuran dan sunnah.
maka silahkan tunjukkan hadist yang melarang masalah
ini. Sudah pasti yang ada milist ini adalah orang yang
sudah aqil baligh dan berkewajiban mengetahui hadist
tersebut Bukan anak-anak lagi itu yang terpenting.
Subhanallah. mari kembalikan semua kepada AlQuran dan
sunnah, bukan pada adat istiadat. Siapa yang
mengikuti, apakah AlQuran dan Sunnah yang mengikuti
adat atau adat yang mengikuti sunnah. Kembalikan
persoalan kepada pokoknya. Hal ini bukan masalah yang
tidak layak dibicarakan didepan umum,yang manusianya
sudah berakal sudah. 

Kenapa kita tidak bisa menerima kebenaran dari Allah
dan rasulNya, sudah jelas datang kebenaran itu pada
kita. Mudah-mudahan kita tidak menjadi orang yang
sombong, sebagaimana disinyalir oleh Rasulullah,
apakah itu sombong? Sombong adalah mereka yang tidak
mau menerima kebenaran dari (AlQuran dan Hadist

Kenapa harus ditutup permasalahan agama bukan suatu
hal yang tabu? Bukankah adat bersandikan syara'syara'
bersandikan kitabullah. Dimana semboyan itu, kalau
kebenaran itu tidak bisa kita terima?

Kalau mau menutup ambil kesimpulan bahwa membicarakan
hadist yang berbau romantis bukanlah salah, bukanlah
hal yang tabu dan bukan suatu yang risih untuk
dibicarakan dan didengar oleh orang yang sudah baligh
dan punya tanggung jawab kelak dihadapan Allah
Ta'ala.Malah kita dianjurkan untuk menyampaikannya.,
kalau tidak setuju pembicaraan agama semacam
itu,kenapa kita tidak diam saja, apa kita tidak takut
akan ancaman Allah yang mendiamkan masalah agama yang
sepertinya hal sepele?. Biarkan orang menyampaikan
kebenaran dari Allah dan RasulNya.

Porno dalam agama yang saya maksudkan adalah suatu
pembicaraan yang tidak pantas dibicarakan didepan
siapapun.

Kalau menurut seseorang, atau menurut mak darul
sendiri  dalam cerita hadist siti 'Aisyah adalah
porno, menurut saya betapa kurang menyadari mana porno
yang boleh dibicarakan, mana yang tidak boleh.
Terbukti porno yang ada didalam hadist tersebut adalah
porno yang dibolehkan bukan. Buktinya apa? Hadist
tersebut sampai kekita, dan tak mungkin kalau porno
yang tidak boleh dibicarakan siti 'Aisyah menyampaikan
hadist tersebut. 

Kita sudah sama-sama dewasa, pasti bisa memilih dan
memilah, kita disini bukan bicara didepan anak-anak,
dan saya menyampaikan dan bertanya itu bukan juga
didepan anak-anak dibawah umur, tetapi orang yang
sudah baligh. Dan Siti 'Aisyah tidak akan mungkin
sebodoh itu menyampaikan hadist kalau itu porno.
lahaulaawalaaquwwata illabillaahi'aliyyiladziim.

Wassalam. Rahima. 

--- darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalaamu'alaikum W W.
> 
> Rahima, ni Ben, mak Ngah, Bundo dan sanak sapalanta
> sadoalahanno nan
> dijunjuang tinggi.
> Izinkan bari maaf ambo nan dhaifko mananggapi jo
> logika dan sadalam ilmu nan
> ado diambo. Nan sabanano ambo indak ingin iko
> diperpanjang lai, mudahan iko
> jadi tanggapan ambo nan terakhir. Kalau dapek
> dianggap salasai sajo.
> 
> Kato, porno, sangat sensitif dan sangat tagantuang
> jo keadaan jo dima awak
> tagak dan jo suduik pandang nan nama awak
> mancaliakno. Sudah itu bateh nan
> porno nantun akan sesuai jo umua, tingkek ilmu,
> tompaik dan waktu, budaya,
> pribadi, biliak dst. dalam mambicarokanno.



        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke