--- Syafrinal Syarien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> > 
> > Yang harus dilakukan oleh muslim adalah : Percaya
> > saja
> > dulu hadist shahih itu, walaupun terkadang tidak
> > masuk
> > dilogika kita, aatau akal kita, karena bisa jadi
> hal
> > tersebut memang belum ditemukan penelitiannya,
> namun
> > suau saat pasti akan ditemukan juga.(Ini adalah
> > sikap
> > para ulama muslim, dan seharusnya diikuti oleh
> > muslim
> > lainnya).
> >
> 
>   Jika suatu ketika nanti para ilmuwan barat,
> Jepang,
> atau Cina, setelah melalui riset dan memeras otak
> bertahun-tahun, akhirnya berhasil membuktikan bahwa
> sayap lalat itu memang berkhasiat (bisa jadi ia akan
> memenangkan hadiah Nobel), biasanya orang Islam
> langsung nyelutuk, "eh itu kan sudah ada dalam
> hadits
> Nabi...!"

Memang sanak Syafrinal masuk yang mana, islam atau non
Islam. orang islam atau non Islam, kalau masuk Islam
berarti termasuk salah satunya dong? lebih baik idem
aja deh.

> 
>   Dan jika saya yang menjadi ilmuwan itu, maka saya
> akan balas nyelutuk (dengan jengkel), "kalau begitu
> kenapa bukan tuan-tuan yang menemukannya? Kenapa
> kami
> setelah memeras otak dan menghabiskan banyak dana
> sekian banyak, berhasil mengungkap rahasia alam
> itu?"

Dimana arti keikhlasan sanak sebagai seorang muslim
yang islam sudah mengajarkan arti keikhlasan.

> 
>   Jika saja kemudian terbukti bahwa orang yang suka
> minum air bercampur sayap lalat akhirnya menderita
> penyakit serius, maka biasanya para "ulama" akan
> mengatakan bahwa hadits tadi palsu (daif).

Pendapat yang salah. para ulama dalam menetapkan
hadist sangat teliti. hadist mengenai lalat adalah
shahih sebenar-benar shahih dalam sisi matan dan
sanadnya. Begitupun bila menetapkan hadist
dha'if.Tidak segampang itu para ulama memutar balikkan
ini hadist shahih, palsu dst.Lantas berubah haluan.

Perlu diketahui, kebenaran hadist lalat ini sudah
ditemukan bertahun lamanya oleh ilmuwan German dan
Swisra serta lainnya. kalau soal ada yang kena
penyakit serius seperti kolera...etc, menurut ulama
german cs itu adalah disebbakan karena lalat hinggap
ditempat yang satu, tidak pada kedua badannya(semua
tubuhnya tercemplung), tetapi hanya satu bagian saja,
itu penyebab penyakit itu datang terhadap makanan yang
dihinggapi lalat.(silahkan baca buku maraji' yang
sudah saya sebutkan kemaren, cukup jelas sekali
keterangannya). Belum baca kali yah..? Makanya dibaca
dong?


> 
>   Umat Islam pernah berjaya sebelum perang salib
> karena mereka memeras otak untuk berpikir. Penemuan
> ilmiah banyak dihasilkan oleh ilmuwan Islam.
> Kemunduran umat Islam setelah perang salib banyak
> sedikitnya disumbangkan oleh sikap malas berpikir.
> Ditambah lagi dengan sikap sebagian ulama yang
> mengharamkan kebebasan berpikir. Bisa-bisa dituding
> terlalu liberal. Dikira nanti antek-antek JIL. Halal
> darahnya! (Masya Allah! Kata-kata "penghalalan
> darah"
> ini begitu mudahnya meluncur dari mulut banyak
> pentolan organisasi Islam. Seakan-akan Islam itu
> adalah agama yang bersimbah darah belaka).
> 
>  Penggalian ilmiah sering dipicu dengan
> ketakpercayaan
> atas suatu fenomena. Jika dikatakan sayap lalat
> berkhasiat, maka orang yang berpikir akan berangkat
> dengan hipotesis awal bahwa sayap lalat itu tidak
> ada
> apa-apanya. Lalu serangkain riset dilakukan untuk
> membuktikan hipotesis tersebut. Kalau Anda percaya
> begitu saja bahwa sayap lalat itu berkhasiat,
> sebagaimana yang dicontohkan ulama, maka
> penjelajahan
> Anda untuk mencari kebenaran akan terhenti dengan
> sendirinya.

Perlu diketahui, siapa bilang lalat berkhasiat? Mana
artikel yang mengatakan lalat berkhasiat. hanya saja,
hadist itu mengatakan, bila saja lalat masuk dalam
bejana , maka silahkan dicemplungkan kedua sayap atau
seluruh tubuhnya, karena dalam tubuh yang satu
mengandung anti bakteri(jarastiim).Bukan saya yang
bilang, saya bukan dokter, tetapi ahli kedokteran
German dan Swisra itu.

> 
>   Dari tiga tafsir Al-Quran yang pernah saya baca
> (tafsiran Mahmud Yunus, A. Hassan, dan Depag)
> semuanya
> menafsirkan ayat di surat Al-Alaq, "Khalaq
> al-insaana
> min 'alaq": Yang menciptakan manusia dari segumpal
> darah. Tapi tanyalah dokter spesialis kandungan dan
> pakar genetika, apakah pernah ada periode "segumpal
> darah" dalam tahapan pembuahan, embrio sampai
> kelahiran seorang bayi?
> 
>   Apakah ayat Al-Quran itu salah? Banyak yang tegas
> mengatakan bahwa ayat tersebut tidak salah, namun
> mereka juga tak berani membantah fakta ilmiah bahwa
> tak ada yang namanya "segumpal darah" itu. Yang ada
> hanya perempuan keguguran lalu mengeluarkan darah
> bergumpal-gumpal, dan gumpalan itu dianggap sebagai
> cikal-bakal bayi.
> 
>   Barulah ketika ada ilmuwan barat yang memeras otak
> berpikir dari sudut semantik dan entimologi.
> Memeriksa
> asal-usul kata Arab "al-alaq" itu secara jelimet.
> Akhirnya ilmuwan itu mendapatkan bahwa kata
> "al-alaq"
> itu setelah sekian abad telah mengalami pergeseran
> makna. Menurutnya, al-alaq artinya adalah "sesuatu
> yang menggantung/mengait". Dan coba tebak: ternyata
> embrio itu menggantung/mengait ke dinding rahim
> perempuan!

Wah mengenai ini kita sudah membahasnya dulu, mungkin
anda tidak mengikutinya. Saya sudah menuliskan panjang
lebar masalah biologi ini. Siahkan aja research di
yahoo. Akan ketemu artikelnya.

> 
>   Orang yang mengungkapkan itu adalah Dr. Maurice
> Buchaille (spelling?). Dan kita, umat Islam,
> berutang
> budi atas penjelahan ilmiahnya itu.

Apa tidak sebaliknya karena dalam AlQuran disebutkan
masalah genetika itu, maka orang Barat berusaha
membuktikannya, juga karena dalam AlQuran juga orang
Barat membuktikan apakah pernah bulan terbelah,
ternyata gara-gara baca Ayat tersebutlah mereka ingin
mempelajarinya.

Allah berfirman : "Wamaaramaita, idz ramaita
walaakinnaallaaha ramaa " Ketika kita akan berbuat
sesuatu apapun, sering manusia merasa atas jasa dan
usaha dialah maka semua itu bisa terjadi. Pada
hakikatnya semua itu atas izin Allah jua. Kalau Allah
tidak izinkan sepintar apapun manusia tidak akan bisa.
Orang Islam bersikap kalau menemukan sesuatu atau
berjasa atas sesuatu tetap tawadhu' tidak sombong dan
tidak merasa itu atas usaha atau jasanya. itulah
bedanya islam dengan orang non Islam.

> 
>   Kembali ke masalah sayap lalat. Barangkali hadits
> tersebut memang sahih. Tapi harus diingat bahwa kita
> hidup 1400 tahun lebih setelah Nabi. Banyak
> perubahan
> genetika dan sifat-sifat alam yang terjadi dalam
> kurun
> waktu cukup lama itu.
 
Dari dulu sampai sekarang, selain nabi Adam, Siti Hawa
dan nabi Isa, asal manusia tidak pernah berubah dari
setetes air mani yang bercampur.Minmani yumnaa. 


Barangkali lalat yang dimaksud
> tidak seperti lalat jaman kita sekarang yang
> menjijikkan dan membawa banyak kuman penyakit.
> Barangkali juga yang dimaksud dalam hadits tersebut
> bukan lalat, tapi binatang lain yang menyerupai
> lalat
> dan sekarang telah punah.

Allah dan rasulNya maha tahu, dan hadist serta firman
Allah berlaku sampai akhir zaman. Mo lalat zaman
dahulu atau zaman sekarang, tetap namanya adalah
lalat, dan bahasa Arab bila menyatakan lalat, tetaplah
lalat, tidak berubah menjadi nyamuk atau beruang, atau
nyamuk, atau tikus, kucing dsbgnya.Tidak ada pembedaan
lalat zaman nabi atau zaman 1400 thn sesudah
nabi.Disinilah ummat islam diminta mempercayai Allah
dan RasulNya, walau ajaran tersebut sudah disampaikan
1400 tahun yang lampau.
Mo anda percaya atau tidak itu terserah anda. Lakum
a'maalakum walanaa a'maalanaa.
 
>   
>   Saya sendiri takkan mau meminum air bercampur
> sayap
> lalat yang menjijikkan itu, walaupun ulama semua
> sepakat mengatakan hadits tersebut sahih. Tapi
> tolong
> jangan tuding saya sebagai orang yang mengingkari
> sunnah. 

hehehe..coba saja deh tanpa anda sadari, ketika sang
istri masak, kemasukan lalat, anda tidak tahu kalau
didalam makanan itu ada lalatnya(hehehe), ternyata
pada dasarnya anda telah makan lalat, sakitkah
anda.Tidakkan, itu dikarenakan lalat sudah masuk
seluruh tubuhnya, apakah ia kita buang atau sudah
bercampur dengan makanan.Beda dengan makanan ditengah
jalan, lalat hinggap kemudian terbang, maka tidak
seluruh tubuhnya masuk, inilah penyebab penyakit
kolera atau diare, atau apa kek.

 Siapa yang nuding anda ingkar sunnah, koq sudah
merasa diri sendiri? Siapa lagi yang mau minum air
bercampur dengan lalat, emang ada disuruh minum oleh
rasulullah. Maksudnya adalah, apabila masuk lalat
dalam minuman, silahkan celupkan kedua sayapnya,
setelah itu silahkan buang lalatnya, minum airnya.
Tetapi kalau ngak mau minum juga, ngak jadi masalah
atuh.

Wassalamu'alaikum. Rahima
> 
> Wallahualam...
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Start your day with Yahoo! - Make it your home page!
> 
> http://www.yahoo.com/r/hs
> 
> Website http://www.rantaunet.org
>
_____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
> ____________________________________________________
> 



                
__________________________________ 
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com

Website http://www.rantaunet.org
_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
____________________________________________________

Kirim email ke