Assalamu Alaikum W. W. Tergelitik hati bundo untuk menulis disini setelah lama absent. Lama saya tidak berpartisipasi tapi saya terus mengikuti RN secara pasif dan tak ada yang pantas untuk dikomentari.
Walaupun saya tidak mendalami hadis dan Al Qur'an tapi tt seorang perempuan itu kalau mau berpuasa sunah harus seizin suaminya sudah lama saya ketahui. Hal itu tak usah dibesar-besarkan membuat orang laki-laki itu seperti binatang saja masa hanya untuk puasa saja dia tak tahan dan mau jajan atau mau berpoligami? Terakhir cerita Rahima yang mengatakan memakai pakaian laki-laki waktu sandiwara padahal diharamkan perempuan memakai pakaian laki-laki dan dan juga sebaliknya. Bukankah itu diharamkan? Saya lihat akhir-akhir ini perempuan-perempuan Minang yang biasa aktif telah pada lari kenapa ya? Mana Ben Mc Kosky, Isna Huriati, Iraf, dll. Nya. Dulu rasanya kalau tak ada relationnya dengan Minang maka kita ditegor oleh Bandaro tapi sekarang Bandaro kok diam-diam saja ya? Mohon maaf bundo mungkin Rahima tersinggung tapi jangan dikatakan bundo iri dsb. Tak ada yang bundo irikan kok. Jangan terlalu banyak menceritakan diri sendiri mungkin tidak semua orang suka. Wassalam Bundo Nismah -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rahima Sent: 29 Desember 2005 17:21 To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Sebuah nasehat Assalamua'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu. Ikhwan wa Ikhwaati rahimakumullaahu lakum jamii'an. Mohon maaf, saya tidak mengikuti secara utuh postingan-postingan berapa hari ini. Baru hari ini sempat baca-baca berbagai postingan, dan itupun tidak secara keseluruhannya bisa dibaca. Kalau diizinkan saya, memberikan sumbangsih, saran atau nasehat yang ditujukan tentu buat saya pribadi juga ummat islam secara keseluruhan, demi tegaknya ukhuwah islamiyah dan panji-panji ajaran agama islam yang kita cintai ini, ada berapa hal yang ingin saya sampaikan : 1. Allah Subhanahu wata'ala berfiman : " Jika kamu berselisih maka kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya" 2. Setahu saya dulu secara halus, tetapi tegas, saya pernah mengatakan : " Banyak menangislah kamu dan sedikit tertawa( ini firman Allah)", dan pepatah Arab mengatakan : " Banyak tertawa mematikan hati". Dan hadist Rasulullah : " Kafaa bilmari kadzban idzaa haddasa maa sami'a", maksudnya, cukuplah bagi seseorang itu dikatakan pendusta, apabila ia selalu menceritakan apa yang ia dengarkan. Maksudnya banyak berbicara akan hal-hal yang tidak berguna, bukan banyak bicara dalam hal bermanfaat atau berbicara dalam menyampaikan ajaran islam, kalau menyampaikan ajaran Islam, ini malah disuruh oleh Rasulullah " Sampaikanlah olehmu dariku walaupun satu ayat". Dan bukan berarti kita ummat Islam dilarang untuk bercanda dan bergurau. Rasulullah sendiri pernah bercanda pada istri-istrinya, sahabat-sahabatnya, juga pada nenek-nenek tua sekalipun, tetapi canda yang benar. Dikatakan : " Min husni Islamii mar i tarkuhu malaa ya'niihi", Sebaik-baik keislaman seseorang adalah dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya". Seorang wanita diperintahkan Allah Subhanahu wata'ala agar menjaga hati dan kehormatannya, serta melarang ia berbicara yang menimbulkan syahwat bagi lawan jenisnya.(lihat Q.S Al Ahzab ayat 32). Sudah menjadi watak perempuan ditakdirkan mempunyai sikap lemah lembut, manja, pencemburu(khuliqal maratu ghiiratan, diciptakan manusia itu mempunyai sikap pencemburu, ini perkataan salah seorang sahabat, Allahu'alam derajat hadistnya, saya lupa, sudah lama sekali saya baca hadist ini, bisa di check si buku jarh wa ta'dil dalam bukunya "miizaanul i'tidal karangan Imam Addzahabi, saya ingat 5 thn yang silam membaca hadist itu disana, saya tidak bisa menchecknya sekarang karena buku sudah masuk kardus untuk dikirimkan ke Indonesia). Meski wanita sudah watak dan kodratnya begitu, namun kita di suruh untuk menjaga harga diri dan kehormatan kita, jangan terlalu banyak bercanda dengan lawan jenis, yang pada hakikatnya, hal ini akan mengurangi kepribadian kita sendiri. Jangan dikira saya menulis ini orang nya streng, keras, tidak pandai bercanda. Salah duga. Saya justru suka bercanda, tetapi ada waktu-waktunya. Mungkin tidak ada yang mengira dimilist ini, kalau saking pecandanya saya, banyak membuat orang terpingkal-pingkal sampai ada yang maaf sampai mau buang air kecil dicelananya, saking lucunya apa yang saya sampaikan. Saya pernah main drama menjadi seorang bapak-bapak dari daerah Batak, dengan gaya suami yang keras, tukang marah, sementara sang istri dari Jawa yang berkata lemah lembut. Dengan gaya tetap berjilbab, tetapi pakai kumis buatan, pakai baju dan dasi suami saya, saya berperan didepan khalayak ramai, dengan menyampaikan isi yang benar dari kata-kata yang saya sendiri menulisnya, menggabungkan dakwah dengan cara drama bagaimana seharusnya sikap yang baik dari suami istri dalam RT. Sungguh mendapatkan respon yang positif dari semua pihak, karena isi dakwah yang disampaikan itu dengan cara rileks, santai dan penuh canda, tetapi benar adanya. Zaman sekarang, jelas bukan zaman dimasa Rasulullah dan para sahabat yang dengan mudah didakwahi, hati-hati manusia yang dekat dengan zamannya Rasulullah, masih lebih mudah menerima dakwah Islam, ini bukan berarti zaman dahulu kala tidak ada yang keras semacam batu, ada juga terbutki Abu Lahab zaman Rasulullah hidup, Syi'ah, khawarij dsbnya, tetapi zaman sekarang adalah zaman yang penuh globalisasi, penuh informasi dan teknologi canggih, manusia sekarang pun sudah canggih-canggih, maka metode dakwahpun harus lebih canggih lagi, pengajaran AlQuran dan hadistpun bukan sekedar surga neraka saja, tetapi bagaimana menampilkan kebenaran yang ada dalam AlQuran dan Assunnah dengan metode penafsiran ilmiyah yang ada dalam kedua kitab tersebut. Begitupun metode dakwah yang terlalu ekstrim atau keras, sering pada akhirnya membuat orang malas untuk mempelajarinya. Keras bukan berarti tidak boleh tegas. Ketegasan sangat diperlukan dalam ajaran Islam, bukan kekerasan. Kembali kemasalah canda. Perempuan itu, tidak akan mungkin juga mau diajak canda, kalau yang lelakinya melayaninya. Kedua belah pihak seharusnya melihat ajaran Islam. Bercanda, tetapi jagalah harga diri, dan kepribadian kita sebagai seorang perempuan dan juga lelaki tentunya. Ada satu fenomena yang jarang diperhatikan oleh kaum perempuan. Lelaki pada dasarnya suka mencari istri yang lemah lembut, tetapi kelemahlembutan itu untuk dirinya, bukan untuk pria lain. Ia memang suka bercanda, tertawa dan berteman dengan wanita yang istilah kerennya "berani, pecanda, agresif", namun bila ditanya hatinya, sering ia mengatakan : " Aku hanya mau berteman dengannya untuk teman bercanda doang, tetapi untuk dijadikan istri, lihat-lihat dan pilih-pilih yang terbaik dulu, yang shalihah, keibuan, dan penyayang, yang tidak agresif pada semua lelaki".Allhu'alam, anda lelakilah yang bisa menjawab semua itu. Untuk itu, sebagai seorang perempuan hendaknya menyadari akan hal ini, jangan dikira banyaknya tanggapan para lelaki, itu menandakan mereka serius menyukai kita, belum tentu, kalau ia sopan, bisa kita lihat, tetapi kalau ia balas mencandai kita dengan kata-kata "memelas, merayu, memuji, dsbgnya", maka hati-hatilah, anda saat itu sedang mendapatkan ujian, dan juga sedang dinilai kaum pria. Nyanyian Minang : "Elok-elok manyubarang, jan sampai titian patah, elok-elok dirantau urang, jan sampai babuek salah". Maksudnya: Baik-baiklah kita dalam meniti jembatan, jangan sampai ia patah, baik-baik kita dinegeri orang, bergaul dengan orang lain, jangan sampai kita berbuat kesalahan yang fatal. Demikian, semoga ada manfaatnya buat saya pribadi dan kita semua. Wassalam. Rahima.(36 tahun) -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.371 / Virus Database: 267.14.9/216 - Release Date: 29/12/2005
-------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

