Tulisan yg menarik sekali, terima kasih dunsanak Willy .
Dalam beberapa hal saya kira tulisan tsb bisa menjelaskan juga
karakteristik sosiologi orang minang , khususnya mengenai kerja , spt
pilihan menjadi pedagang kakilima atau intelektualis seperti jadi
penulis misalnya dan berbagai fenomena sosial saat ini lainnya.
Namun dalam beberapa hipotesa saya lihat ada hal yg masih perlu
diperbincangkan, khususnya berkaitan dg sejarah masa lalu orang
Minang yg turut memberikan sumbangan untuk pembentukan karakter
sosial orang minang secara umum , berikut saya ingin menyampaikan
beberapa komentar sbb ;
Manuruik ambo, asumsi sejarah orang Minang tak bisa hanya dilihat
sejak penjajah Belanda datang ke tanah minang , tapi juga harus
ditarik jauh ke belakang lagi , sejarah perjalanan orang minang
sebelum Belanda datang, sebelum kerajaan Pagaruyung di dirikan.
Sehingga kita bisa mendapatkan runtunan sejarah yg lebih lengkap
untuk bisa memahami sosiologi orang minang.
Ada hipotesa yg menyatakan bahwa orang minang pada asal nya adalah
juga migran dari daerah lain yg awal nya menetap di dataran tinggi
Agam, seperti dinyatakan dalam kisah tambo, kedatangan awal nenek
moyang minang ke dataran tinggi sumatera , sekitar gunung merapi.
pendatang selanjutnya adalah para pedagang yg menetap di daerah
pesisir seperti pariaman, pesisir selatan dll. ada hipotesa bahwa
mereka adalah kaum migran / pedagang / nelayan dari India atau Arab.
ada kemiripan dg penduduk pesisir pantai Aceh. Kalau kita cermati ada
perbedaan khas antara orang minang di dataran tinggi dengan mereka yg
menetap di pesisir , seperti membandingkan tipologi genetik antara
orang agam dg orang pariaman , misalnya .
Ada hipotesa bahwa orang Minang sedari awalnya adalah percampuran
dari berbagai genetik etnik / ras , karena memang berasal dari
berbagai sumber yg berbeda, istilah nya sejak dulu orang minang sudah
Internationalized , semacam "melting pot" lah kira2 istilahnya ,
bahkan dalam novel Negara Kelima, ada asumsi pula ,bahwa sebagian
pengikut , rombongan penjelajahan besar Alexander the Great ada juga
yg pergi ke ranah minang .
Karena itulah kita agak sulit untuk memberikan tipologi khas genetik
( semisal bentuk muka, warna kulit dll ) untuk orang Minang
Pendapat bahwa orang minang menjadi pedagang , bukanlah hanya karena
berawal dari sejarah perdagangan tanaman kopi dll yg dibawa oleh
Belanda di Sumbar , tapi karena memang para penduduk minang di
pesisir , asal akar sejarahnya memang pedagang juga ( pedagang dari
India / Arab )
Jadi ada 2 tipologi orang minang , petani agraris di dataran tinggi (
darek) dan pedagang ( merchantilisme ) di daerah pesisir pantai.
bukanlah selalu proses nya petani menjadi pedagang, tapi memang sudah
ada sebagian orang Minang yg dari dulu nya juga adalah berkarakter
pedagang ( merchant ).
Saya kira agak kurang tepat kalau kita menganalisa kerangka sosiologi
orang minang dg pola karakteristik sosiologi orang jawa spt yg
dilakukan oleh Cliford Gerzt misalnya . Sehinga konsep kelas bawah -
menengah - atas , atau feodal dan kawula alit yg khas jawa, atau
proses dari petani /peladang agraris menjadi pedagang atau pelaku
industri, tak bisa selalu pas kalau kita analogikan utk membahas
sosiologi orang minang , karena berbeda proses sejarah nya.
Untuk memahami sosiologi sejarah orang Minang, saya kira kita
memerlukan semacam kacamata analisis yg agak khas pula nampaknya ,
khususnya berkaitan dengan sejarah perjalanan orang minang yg turut
membentuk karakter sosial dan budaya nya. Untuk analisa sosial
kekinian ( saat ini dan seabad terakhir ) saya kira analisa yg
disampaikan dunsanak Willy tsb sudah cukup bisa menjelaskan
Dunsanak Willy, ada beberapa pertanyaan yg suka jadi bahan pemikiran
pula ;
- Sejak kapan dan bagaimana proses nya , orang minang berbisnis
jualan makanan ( membuka restoran padang ) ?
- Sebagian orang berpendapat bahwa orang minang dalam perjalanan
sejarahnya , adalah juga the looser ( pecundang ) seperti kisah
pertarungan anak
jawi ( kerbau ) melawan banteng ketaton dari raja Jawa ( kisah
tambo ) , pengikut Alexander the great yg lari dari medan perang ,
perang Paderi sampai yg
terakhir perang PRRI , benarkah demikian ? benarkah karena itu
sampai sekarang orang Minang masih terperangkap dalam stigma as the
looser tsb ?
Note :
( dalam kisah Alexander the great, ujung terakhir pengembaraan
raja Macedonia tsb adalah di India, beliau ingin meneruskan
perjalanan sampai ke pantai
samudra pasifik, menjajah negeri China, tapi sebagian
pengikutnya tak setuju , mereka sudah jenuh perang ingin kembali ke
macedonia , sehingga
akhirnya dari India yg telah ditaklukan nya , Rombongan tentara
Alexander the great terpecah belah, ada yg menetap , ada yg pergi ke
tempat lain ,
mungkin juga ada yg pergi sampai ke pulau Sumatera , sebagian
besar pengikutnya kembali berbalik arah melewati Pakistan, Persia
sampai ke
Macedonia. Tapi di tanah Persia, akhirnya beliau meninggal
dunia , pengikut nya ada yg menetap di persia , dan sebagian kecil
kembali ke Macedonia
, begitu cerita sejarahnya nan ambo caliak di Discovery
channel )
terima kasih , demikian sekedar tambahan dari ambo
Wassalam
Hendra M
Banduang
--- In [EMAIL PROTECTED], willy aditya <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> terima kasih atas tanggapan dun sanak ambo sado alahnyo
> silakan untuk pak Erwin Moecthar untuk di upload di cimbuak
> ambopun alah mambuka web site itu,
> oke punya!
> untuk kamajuan ranah minang tacinto
> basamo-samo awak pelok an
> janjang nan lah lapuk
>
> wassalam
>
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
Berhenti, berhenti sementara dan konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================