Menyedihkan memang kondisi lapangan kerja di Sumbar. Ini merupakan kegagalan pemda selama beberapa dekade dalam mengatasi pengembangan lapangan kerja. Cermin dari ketidak mampuan menggarap "tanah subur": (yang selalu dibanggakan indah oleh urang rantau dan pemda) tapi tidak bisa menghasilkan lapangan kerja. Alasan selalu tidak punya modal, selalu menjadi penghalang kreativitas. Tapi apakah memang demikian? Berbeda dengan Bali, masyarakat punya kreaativitas tapi tidak punya pembeli. Di Sumbar masyarakat tidak punya kreativitas tidak ada yang dijual. So what kalau gitu. Harusnya basic industry rakyat yang perlu digarap lebih duilu, karena industri rakyat adalah padat karya. Karena sebagian besar pengangguran adalah tamat SMA, maka yang harus diajarkan adalah keterampilan teknis, sedangkan para sarjana telah hengkang merantau. Saya tidak melihat keseriusan pemda menggarap industri rakyat ini secara rutin, padahal potensi alam sangat dibanggakan (jo banyak ota). Kalau saja seluruh pemda dari nagari sampai provinsi serius menggarap industri rakyat, niscaya keterpurukan bisa dikurangi. Lihat saja contoh sederhana, kripik lado christine hakim, kenapa bisa terkenal, padahal itu urang cino padang nan mambuek. Contoh lain, dodol garut di Jabar bisa bertahan berpuluh-puluh tahun. Jadi apa susahnya menggarap industri rakyat dengan modal kecil. Katanya urang padang pintar dagang, tapi di Sumbar sendiri, banyak yang hilang aka untuk berbisnis, malah yang dirantau sumangek bisnisnyo menggebu-gebu. kalau saja industri rakyat di sumbar bisa berkoordinasi baik dengan urang-urang perantauan, apo nan indak bisa. Liek sajo di restoran sederhana, goreng paru, kipang kacang bisa dikemas bagus dan dijual dengan harga yang mahal 2 kali lipek harago di pasar tradisional. Jadi aka nan pendek sabananyo nan jadi masalah di aparat pemerintahan.
Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Penganggur 265.370 Orang Gubernur: Beban Berat Bagi Sumbar http://www.hariansinggalang.co.id/isi_berita/utama/12sep_peng.php Padang , Singgalang Jumlah pengangguran terbuka di Sumbar kini mencapai 265.370 orang (13,24 persen). Celakanya, sebanyak 113.000 orang diantaranya adalah lulusan SLTA. Ini menjadi beban berat pemerintah daerah untuk menanggulanginya. Keberadaan pengganguran terbuka itu menjadi beban berat, karena banyak diantaranya yang putus sekolah, kendati menamatkan SLTA mereka tidak mempunyai keterampilan khusus, akibatnya sulit memperoleh pekerjaan kata Gubernur Sumbar, H.Gamawan Fauzi, pada acara Rapat Koordinasi Walikota/Bupati Se-Sumbar yang membahas masalah pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, di Pulau Sikuai, Kota Padang, Senin. Rakor yang berlangsung pada 11-12 September 2006 itu, dimaksudkan untuk menginventarisasi permasalahan tenaga kerja dan merumuskan kebijakan untuk mencari solusinya. Gubernur menyatakan, jumlah pengangguran terbuka tingkat SLTA itu dapat dilihat, ketika banyak yang melamar kerja pada penerimaan Secaba Polri dan Akademi Polri di Padang. Guna mengatasi permasalah tersebut, seperti disiarkan Antara , Gubernur mengatakan salah satu kebijakan Pemprov Sumbar ke depan, lebih mengutamakan program penerimaan pendidikan lanju­tan untuk tingkat SLTA dengan presentase sebesar 40 persen dan 60 persen untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Program pada Sekolah Kejuruan tersebut, kata Gubernur bertujuan agar lulusan SLTA dapat diterima bekerja sesuai keter­ampiln yang dimilikinya. Prioritas Perhatian terhadap masalah pengangguran menurut gubernur perlu menjadi prioritas karena secara nasional pemerintah pusat juga ingin menuntaskan masalah ini. Selain itu, menurutnya 264 ribu pengangguran di Sumbar yang merupakan bagian dari 100 juta pen­gangguran di Indonesia akan jadi persoalan serius di tengah masyarakat. Pengangguran harus jadi perhatian seluruh daerah. Mereka yang menganggur itu kalau tidak makan akan marah, kata Gubernur. Dalam sambutannya juga, Gubernur menyebutkan lima hal yang menye­babkan tingginya angka pengangguran: Pertama , daya saing tenaga kerja lemah. Menurutnya, tenaga kerja Sumbar hanya punya keteram­pilan teknis, penguasaan terhadap teknologi informasi dan bahasa asing rendah. Kedua , Tenaga terdidik Sumbar tidak punya kemampuan di bidangnya. Sumbar banyak sarjana yang menganggur, terutama sarjana perika­nan, peternakan, dan pertanian. Ketiga , lapangan kerja terbatas, produktivitas masyarakat Sumbar rendah. Menurut Gubernur banyak masyarakat daerah ini yang masih duduk di lapau sampai jam sembilan. Keempat , perlindungan terhadap tenaga kerja belum memenuhi hara­pan dan upah kerja masih rendah. Kelima , institusi yang menangani tenaga kerja belum maksimal. Ada oknum di nagari yang ikut pelatihan ini itu, tapi tidak melakukan kerja apa-apa, ujar Gubernur Gamawan lagi. Untuk mengatasi masalah pengangguran, gubernur menegaskan agar daerah mempermudah urusan investasi. Menurutnya, investasi pemerintah dalam bentuk realisasi APBD sangat besar, namun yang jadi persoalan adalah investasi swasta. Selain itu, ia juga menekankan agar pemanfaatan lahan harus dioptimalkan. Terkait pemanfaatan lahan dimaksud, dalam merealisasikan program 130 ribu hektar kakao di Sumbar, maka gubernur akan melahirkan peraturan gubernur yang menjamin pasar kakao Sumbar. Ia juga menyebutkan rencana membuat perusahaan daerah (Perusda) yang khusus untuk produk-produk pertanian. Rencananya, PT ATS akan dihapus holdingnya untuk mengolah produk pertanian ini. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Zul Evi Astar menyatakan, 71 persen (1,9 juta) tenaga kerja bergerak di sektor informal dan umumnya adalah pedagang kaki lima (PKL). Karena itu, dia menekankan perlunya dirancang format yang baik untuk PKL, di antaranya memberdayakan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di berbagai daerah. Sebelumnya, Wakil Walikota Padang, Drs. Yusman Kasim sebagai tuan rumah dalam sambutannya menekankan juga pentingnya penanganan masalah pengangguran ini. Menurutnya, di Padang saatini terdapat 71 ribu pengangguran yang sebagian besar berusia antara 15 sampai 29 tahun. Dari jumlah sebanyak itu, 51 persennya di antaranya adalah perempuan. Kota Padang memang menjadi penyumbang penganguran terbesa di Sumbar, disusul Kab. Pesisir Selatan dan Kab. Padang Pariaman. Rakor yang berlangsung sampai hari ini akan merumuskan langkah-langkah mengatasi masalah pengangguran ini. Gubernur Gamawan selain menghadiri agenda Rakor dengan bupati/walikota se Sumbar ini juga direncanakan akan meresmikan penanaman terumbu karang. o 108/303 Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com ====================================================================== Alam Takambang Jadi Guru ====================================================================== -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem ========================================================= --------------------------------- Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2¢/min or less. -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

