Assalamu'alaikum WW

....dari tajuk di harian kompas ....satu-duo minggu nan lalu....., ambo 
cukia-kan
- quote

Pemenang hadiah Nobel Ekonomi, Amartya Sen, menulis, orang menjadi miskin 
karena mereka tidak bisa melakukan sesuatu, bukan karena mereka tidak 
memiliki sesuatu.

Implikasinya, kesejahteraan tercipta bukan karena barang yang kita miliki, 
tetapi karena aktivitas yang memungkinkan kita memiliki barang tersebut. Di 
sini Sen sebenarnya bicara tentang akses.

Bicara akses artinya bicara perbaikan kesempatan untuk pendidikan, 
kesehatan, dan juga infrastruktur. Itu sebabnya, akses merupakan solusi 
kunci bagi pengentasan kemiskinan.

- end quote

ado korelasi antaro pengangguran dan kemiskinan......, disitu ado kato 
'produktifitas'.....
dari tulisan Reza....baraso si Akang dengan modal ratusan ribu...anam bulan 
dapek barasiah jadi puluhan juta ruitn sabulan......karano bisa melakukan 
sesuatu.......
sedang....nan memiliki sesuatu karena tidak berbuat....jadi penonton dan 
pengamat.....

Bisa melakukan sesuatu ?... satu aspek lain nan salamo iko mungkin 
talupokan.....
ambo ingin mangarajokan tanah pusako....., tetapi indak buliah di niniak 
ngangak.....
aratinyo ambo indak bisa melakukan hal itu....

satu variabel nan penting pulo....." Akses melakukan sesuatu "

Wassalam
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
>From: Anzori <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Menyedihkan memang kondisi lapangan kerja di Sumbar. Ini merupakan 
>kegagalan pemda selama beberapa dekade dalam mengatasi pengembangan 
>lapangan kerja. Cermin dari ketidak mampuan menggarap "tanah subur": (yang 
>selalu dibanggakan indah oleh urang rantau dan pemda) tapi tidak bisa 
>menghasilkan lapangan kerja.  Alasan selalu tidak punya modal, selalu 
>menjadi penghalang kreativitas. Tapi apakah memang demikian? Berbeda dengan 
>Bali, masyarakat punya kreaativitas tapi tidak punya pembeli. Di Sumbar 
>masyarakat tidak punya kreativitas tidak ada yang dijual. So what kalau 
>gitu.
>   Harusnya basic industry rakyat yang perlu digarap lebih duilu, karena 
>industri rakyat adalah  padat karya. Karena sebagian besar pengangguran 
>adalah tamat SMA, maka yang harus diajarkan adalah keterampilan teknis, 
>sedangkan para sarjana telah hengkang merantau.
>   Saya tidak melihat keseriusan pemda menggarap industri rakyat ini secara 
>rutin, padahal potensi alam sangat dibanggakan (jo banyak ota). Kalau saja 
>seluruh pemda dari nagari sampai provinsi serius menggarap industri rakyat, 
>niscaya keterpurukan bisa dikurangi. Lihat saja contoh sederhana, kripik 
>lado christine hakim, kenapa bisa terkenal, padahal itu urang cino padang 
>nan mambuek. Contoh lain, dodol garut di Jabar bisa bertahan berpuluh-puluh 
>tahun. Jadi apa susahnya menggarap industri rakyat dengan modal kecil. 
>Katanya urang padang pintar dagang, tapi di Sumbar sendiri, banyak yang 
>hilang aka untuk berbisnis, malah yang dirantau sumangek bisnisnyo 
>menggebu-gebu. kalau saja industri rakyat di sumbar bisa berkoordinasi baik 
>dengan urang-urang perantauan, apo nan indak bisa. Liek sajo di restoran 
>sederhana, goreng paru, kipang kacang bisa dikemas bagus dan dijual dengan 
>harga yang mahal 2 kali lipek harago di pasar tradisional.
>   Jadi aka nan pendek sabananyo nan jadi masalah di aparat pemerintahan.
>
>Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke