FYI...

Pentas Seni V DKSB:
Pengembangan Budaya Minang Perlu Dukungan Pemerintah

Laporan Wartawan Kompas Yurnaldi
http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0609/16/115524.htm

PADANG, KOMPAS--Sumatera Barat atau Minangkabau jangan terlalu
berharap akan punya ahli fisika, ahli matematika yang diperhitungkan
di dunia. Karena dari dulu kehebatan daerah ini bukan dari bidang
eksak itu, tapi dari seni-budayanya. Kalau bidang ini dapat perhatian
penuh dari pemerintah daerah, seni-budaya Minang ke depan akan semakin
maju dan melahirkan generasi penerus.

Ketua Dewan Kesenian Sumatera Barat (DKSB), Ivan Adilla, mengemukakan
hal itu dalam acara pembukaan Pentas Seni V DKSB yang bertajuk "The
Recovery of Minangkabau Culture", Jumat (15/8) malam di kampus
Universitas Negeri Padang. "Dari dulu, kehebatan Minangkabau yang
sudah dikenal banyak orang di dunia adalah seni-budaya," katanya.

Kemampuan melobi dan berdiplomasi di Minang merupakan sebuah
seni-budaya, seni bersilat lidah, di mana kehebatan Haji Agus Salim,
dan tokoh lain seperti Bung Hatta, misalnya, diakui banyak kalangan di
dunia. Di bidang seni lain seperti tenunan songket, menurut hasil
penelitian ahli songket dari Swiss, Bernhard Bert, adalah yang
terhalus di dunia dan sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Kesenian lain, seperti tarian Minang, teater tradisional Randai, dan
juga sastra, bahkan seni rupa, juga sudah mendunia, sejumlah
senimannya dapat penghargaan, jadi pengajar dan sebagainya. "Di
samping ada cabang kesenian yang terus berkembang, juga ada cabang
kesenian yang terancam punah. Karena itu, untuk lebih mengembangkan
dan melestarikan seni-budaya ini butuh dukungan dari pemerintah,"
tandasnya.

Saking seriusnya untuk menumbuh-kembangkan seni-budaya Minang ini,
Fakultas Bahasa dan Seni Sastra Universitas Negeri Padang (FBSS UNP)
akan diubah menjadi Fakultas Budaya. "Mencermati perkembangan ke
depan, ternyata yang lebih cocok itu menjadi Fakultas Budaya," kata
Dekan FBSS UNP, Jasnur Asri.

Sedang Gubernur Sumatera Barat diwakili Asisten IV Muchlis Sani
mengakui bahwa kesenian begitu penting dalam kehidupan. Bahkan
kesenian merupakan jati diri bangsa. "Orang yang tidak mempunyai rasa
seni, jiwanya akan gersang. Kesenian bisa menumbuhkan rasa kearifan
dan kemanusiaan," katanya.

Menurut Muchlis, ketika daerah dan bangsa ini lagi berharap banyak
dari pariwisata, maka keberadaan seni-budaya sangat penting untuk itu.
"Soal anggaran untuk kesenian yang kalau bisa lebih ditingkatkan dalam
APBD, akan diperjuangkan," tambahnya.

Saat pembukaan, Pentas Seni V DKSB yang berlangsung sampai tanggal 17
September itu, menampilkan kolaborasi Musik dan Tari dari Kelompok
Kuliek UNP, yang mendapat pujian para penonton.


-- 
Nofrijon Sofyan
Materials Research and Education Center
275 Wilmore Lab, Auburn University, AL 36849-5341 USA
Phone: +1-334-844-3366 Fax: +1-334-844-3400
http://www.nofrijon.net

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke