Wa 'alaikum salam wr wb.

Awal tahun lalu saya sempat bincang-bincang dengan Account Manager Grameen
Bank (GB) yang beroperasi di Medan dibawah koordinasi Mercy Corps. Kinerja
GB tidak sebatas hanya memberikan pinjaman, tetapi lebih menjurus kepada
memberikan bantuan solusi manajemen.

Hal-hal yang mereka lakukan adalah, memberikan guidance terhadap
terbentuknya kelompok usaha. Membangun kerjasama terhadap keberhasilan usaha
setiap anggota, membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap modal yang
diberikan. Apabila ada anggota yang gagal mengembalikan pinjaman, maka ketua
kelompok harus bertanggung jawab mengajak semua anggota kelompok untuk
memikirkan agar anggota yang gagal dapat dibantu agar pinjaman kembali.

Komunikasi diberikan tidak hanya terbatas pada aspek bisnis dan komersial
saja tetapi kepada membangun rasa tanggung jawab. Mereka seperti sebuah
kelompok pengajian yang menjalankan usaha merupakan bagian dari ibadah.
Kebetulan kita bahas dalam bulan Ramadhan, dengan kata lain kita bisa
katakan
mereka melakukan seperti perintah agama - Al Ma'un, agar kita bisa
memperhatikan dan menyayangi orang miskin.

Menjalankan konsep seperti ini tidak semudah kita membicarakannya disini.
Sebenarnya banyak usaha yang sudah dilakukan oleh bank lain seperti BRI dan
konsep Dana Inpres Desa Tertinggal, tapi apa sebabnya tidak besar hasilnya
seperti Grameen Bank? Tanpa adanya hati dan kemauan untuk mau menyayangi
orang miskin, Bank tidak dapat merelakan aturannya untuk mengetahui masalah
orang miskin yang perlu dana tapi tidak punya agunan. Setelah perlu dana
perlu bantuan lain agar dengan tambahan dana usaha bisa menjadi lebih
produktif.

Jadi konsep GB adalah memberikan bantuan melalui Kepala Kelompok yang sudah
mengetahui tujuan utama GB adalah membantu orang miskin dengan cara
pemberian pinjaman yang harus dikembalikan sesuai dengan janji. Memahami
dengan cara itu bank akan sehat sehingga lebih banyak orang miskin yang
dapat dibantu. Dengan banyaknya orang miskin yang pelan-pelan lepas dari kem
iskinan, maka akan bertambah kuat ekonomi kelompok orang miskin, sehingga
bisa memenuhi kebutuhan lainnya.

Jadi GB perlu kerja keras, kesabaran untuk mau memahami masalah orang miskin
yang tidak hanya perlu modal kerja. Mereka punya masalah anak sakit, uang
sekolah anak yang perlu dibayar segera, mereka perlu disadarkan dengan
berbicara dan berdialog. GB memerlukan 30 tahun untuk dapat berhasil seperti
sekarang.
Bagaimana dengan "Puro" dan "Lumbuang Pitih Nagari" yang masih bertahan?
Apakah konsep menyayangi orang miskin ada dalam prosesnya?

Wassalam,

 R Sampono Sutan (57+)

| ----- Original Message -----
| From: "Z Chaniago" <[EMAIL PROTECTED]>
| To: <[email protected]>
| Sent: Monday, October 16, 2006 3:23 PM
| Subject: [EMAIL PROTECTED] Kenapa instrumen finansial mikro gagal
| menanggulangikemiskinan di Minangkabau ?
|
|
| | Assalamu'alaikum Ww
| | [cut]
| | Di lain pihak secara konsep 'katanya' hal sarupo lah dilakukan dek
| pandahulu
| | urang Minang...., dengan caro "Puro" tempo doeloe..atau dengan Lumbuang
| | Pitih Nagari, namun dari sekian banyak puro...dan LPN ado nan bisa
| bertahan
| | sebagian kecil.....sebagian besar wallahualam..
| |
| | Nah adokah nan bisa mambarikan pencerahan : apokoh sababnyo instrumen
| | finansial mikro sarupo 'puro', LPN dll indak berhasil menanggulangi
| | kemiskinan di Minangkabau ?
| |
| | Wassalam
| |
| |
| |
| | Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
|


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke