Ikutan,...

Ambo sadang asyik baco buku the price of a dream (the
story of grameen bank), kalou ambo ndak salah dikarang
oleh "David Bornstein".

Komen ambo untuk LPN (Lumbung Pitih Nagari)ancaknyo
meniru bagaiman awal mula grameen bank dibangun. Ado
dua hal nan dijadikan point dan ambo berpikir mungkin
bisa diterapkan di nagari2 karena hampir mirip latar
belakang kejadiannya, yaitu  :

1. Pertama kali ide grameen bank dikembangkan oleh
Muhammad Yunus disebuah kampung dibangladesh yang
penduduknya dominan wanita dengan rata2 pekerjaannya
pengrajin (hampir mirip dengan konsep nagari). 

2. Jenis pinjaman yang atau transaksi yang dilakukan
tidak dalam jangka waktu lama dalam artian berbulan2
tapi dilakukan dengan jangka waktu pendek. Dalam buku
itu ambo membaco lamanya pinjaman waktu awal2 maksimal
2hari dengan tingkat pengembalian atau suku bunga
kalou ambo hitung2 hampir 1%. 

Secara kalkulasi ekonomi tingkat suku bunganya tinggi
karena dalam sebulan 30%, tapi kalou dianalisa secara 
kebutuhan 1% dengan pinjaman 100rb maka cuma 10ribu
rupiah.Hal ini sangat membantu karena memangkas
birokrasi dan pembayaran dilakukan diakhir hari
berikutnya.

Saat itu seorang pengrajin bamboo membutuhkan dana 250
taka untuk modal usaha atau 2500 selama 1th.
(Taka"satuan mata uang bangladesh).

Seorang kawan mengatakan konsep pinjaman dalam jangka
waktu pendek ini sudah dilakukan oleh sebuah BPR
dipadang panjang dan berdasarkan informasi mempunyai
prospek bagus dengan tingkat return yang baik.

Hal yang perlu diperhatikan dan sering dikhawatirkan
para bankir adalah psikologi manusia yang ketika
diberikan rentang waktu penjang akan cenderung
mengulur waktu (iko ambo dapatkan dari Agus Subekti
"mantan dirut keuangan bni").

Itu dari ambo sekedar share,

Regards
Ronal Chandra  


--- Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaikum WW
> 
> Mamanda Sampono Sutan...., awalnyo ambo tertarik ka
> Grameen Bank , dimulai 
> dari tulisan Social enterprenaur-nyo Rhenald
> Khasali...ditaruihkan searching 
> dengan kato kunci "social enterpreneur".....
> dan memang di Medan babarapo program tsb dilakukan
> oleh Mercy Corp.
> 
> Nah soal puro...pernah ambo ketahui salah satu puro
> pasukuan.... maagiah 
> pinjaman modal tanpa agunan materi...., tetapi harus
> di acc oleh Mamak 
> Tunganai /Mamak Pusako dan oleh Pangulu....i ...
> tetapi mekanisme acc ini 
> yang kemudian jadi bumerang.... tadinya Mamak
> Tunganai/Mamak Pusao dan 
> Pangulu harus acc agar dapat menjadi
> katalisator/motivator jika terjadi 
> kegagalan bayar dan atau masalah lainnya.....,  yang
> terjadi malah dua hal 
> yang saling sinergi (a) si peminjam merasa tidak
> bersalah karena sudah di 
> ACC oleh mamak dan pangulu-nya jika tidak
> membayar....
> (b) dan mungkin karena mamak dan pangulu juga
> miskin... pas mau acc si 
> peminjam mengeluarkan 'uang paralu' juo , sahinggo
> pinjaman mikro max Rp 
> 200.000 , tingga Rp 150.000 lai...nan Rp 25.000
> untuak mamak, nan Rp 25.000 
> lai untuak pangulu......
> 
> Kalau LPN nan masih exist, salah satunyo LPN Nagari
> Bayua , memakai agunan 
> mirip bank....walau indak sa saklek bank.....
> 
> Sahinggo ado pertanyaan lanjutan : apakah mentalitas
> awak sudah mungkin 
> diberikan pinjaman  tanpa agunan ? walaupun
> diberikan dengan kasih sayang ?
> 
> Wassalam
> Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
>
======================================================================
> Alam Takambang Jadi Guru
>
======================================================================
> 
> 
> 
> 
> 
> >From: "Ridwan M. Risan"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >Wa 'alaikum salam wr wb.
> >
> >Awal tahun lalu saya sempat bincang-bincang dengan
> Account Manager Grameen
> >Bank (GB) yang beroperasi di Medan dibawah
> koordinasi Mercy Corps. Kinerja
> >GB tidak sebatas hanya memberikan pinjaman, tetapi
> lebih menjurus kepada
> >memberikan bantuan solusi manajemen.
> >
> >Hal-hal yang mereka lakukan adalah, memberikan
> guidance terhadap
> >terbentuknya kelompok usaha. Membangun kerjasama
> terhadap keberhasilan 
> >usaha
> >setiap anggota, membangun rasa tanggung jawab
> bersama terhadap modal yang
> >diberikan. Apabila ada anggota yang gagal
> mengembalikan pinjaman, maka 
> >ketua
> >kelompok harus bertanggung jawab mengajak semua
> anggota kelompok untuk
> >memikirkan agar anggota yang gagal dapat dibantu
> agar pinjaman kembali.
> >
> >Komunikasi diberikan tidak hanya terbatas pada
> aspek bisnis dan komersial
> >saja tetapi kepada membangun rasa tanggung jawab.
> Mereka seperti sebuah
> >kelompok pengajian yang menjalankan usaha merupakan
> bagian dari ibadah.
> >Kebetulan kita bahas dalam bulan Ramadhan, dengan
> kata lain kita bisa
> >katakan
> >mereka melakukan seperti perintah agama - Al Ma'un,
> agar kita bisa
> >memperhatikan dan menyayangi orang miskin.
> >
> >Menjalankan konsep seperti ini tidak semudah kita
> membicarakannya disini.
> >Sebenarnya banyak usaha yang sudah dilakukan oleh
> bank lain seperti BRI dan
> >konsep Dana Inpres Desa Tertinggal, tapi apa
> sebabnya tidak besar hasilnya
> >seperti Grameen Bank? Tanpa adanya hati dan kemauan
> untuk mau menyayangi
> >orang miskin, Bank tidak dapat merelakan aturannya
> untuk mengetahui masalah
> >orang miskin yang perlu dana tapi tidak punya
> agunan. Setelah perlu dana
> >perlu bantuan lain agar dengan tambahan dana usaha
> bisa menjadi lebih
> >produktif.
> >
> >Jadi konsep GB adalah memberikan bantuan melalui
> Kepala Kelompok yang sudah
> >mengetahui tujuan utama GB adalah membantu orang
> miskin dengan cara
> >pemberian pinjaman yang harus dikembalikan sesuai
> dengan janji. Memahami
> >dengan cara itu bank akan sehat sehingga lebih
> banyak orang miskin yang
> >dapat dibantu. Dengan banyaknya orang miskin yang
> pelan-pelan lepas dari 
> >kem
> >iskinan, maka akan bertambah kuat ekonomi kelompok
> orang miskin, sehingga
> >bisa memenuhi kebutuhan lainnya.
> >
> >Jadi GB perlu kerja keras, kesabaran untuk mau
> memahami masalah orang 
> >miskin
> >yang tidak hanya perlu modal kerja. Mereka punya
> masalah anak sakit, uang
> >sekolah anak yang perlu dibayar segera, mereka
> perlu disadarkan dengan
> >berbicara dan berdialog. GB memerlukan 30 tahun
> untuk dapat berhasil 
> >seperti
> >sekarang.
> >Bagaimana dengan "Puro" dan "Lumbuang Pitih Nagari"
> yang masih bertahan?
> >Apakah konsep menyayangi orang miskin ada dalam
> prosesnya?
> >
> >Wassalam,
> >
> >  R Sampono Sutan (57+)
> >
> >| ----- Original Message -----
> >| From: "Z Chaniago" <[EMAIL PROTECTED]>
> >| |
> >| | Nah adokah nan bisa mambarikan pencerahan :
> apokoh sababnyo instrumen
> >| | finansial mikro sarupo 'puro', LPN dll indak
> berhasil menanggulangi
> >| | kemiskinan di Minangkabau ?
> >| |
> >| | Wassalam
> >| | Z Chaniago - Palai Rinuak -
> http://www.maninjau.com
> 
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
>
=========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara
> (nomail) dan konfigurasi keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
>
--------------------------------------------------------------
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika
> melakukan Reply
> - Besar posting maksimum 100 KB
> - Mengirim attachment ditolak oleh sistem
>
=========================================================
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke