Kalau nasabahnya petani mungkin iyo didominasi laki-laki. Apolai
Nelayan, iyo sabana membutuhkan modal untuk modernisasi alat tangkapnya.
Program ini bisa dilaksanakan di Sumbar karena mereka secara rutin masih
menjual hasilnya dengan dilelang secara resmi dipelabuhan. Kalau di Riau
banyak nelayan yang menjual hasilnya ditengah laut untuk dibawa ke
Malaysia/ Singapur.

Tapi kalau untuk usaha garment dan handycrafts mungkin banyak rang
padusi yang jadi pelaku usahanyo. Di kampuang kami yang buka usaha
bordir/ sulaman adalah wanita. Mereka bisa punya belasan sampai puluhan
anak buah. Ada pengrajin yang bekerja dan tinggal dirumah bos (umumnya
mereka ini berasal dari kampung lain). Ada juga yang membawa bahan untuk
dibordir kerumahnya masing-masing karena mereka bekerja sendiri dirumah.


Tapi selama ini tampaknya kendala pemasaran lebih banyak dari pada
kendala modal pada kelompok bisnis ini. 

Untuk kaum perempuan yang mirip kasus dibawah ini mungkin para penjual
sayur dan pedagang kecil lain dipasar.
Di Pakanbaru banyak mereka yang jadi korban
Inang-Inang.Pembayaran/angsuran utangnya ada juga yang sistim harian
dengan persentase bunga yang cukup mencekik.
Ada lagi yang berlabel arisan/julo-julo dengan bandar tertentu, untuk
yang butuh modal cepat bisa cair tapi dengan potongan yang lumayan untuk
bandar/pengelola arisan.

Di pasa lereng, janjang gantuang jo Pasa bawah Kiktenggi baa ko lah
amai-amai nan ma-onggok-I taruang, lado, buncih tu kini. Sabab
kenyataanyo banyak juo  rang Batak  dipasa bawah jo Aua Kuniang ko.
Sahinggo lah ado pulo kampaung Batak di Aua tu.

Untuak  soal LPN dikampuang kami cukup berjalan bagus,disamping memenuhi
keperluan warga bahkan nasabahnya ado yang dari Kenagarian dan Kecamatan
lain. Mantan Wali Nagari yang jadi pimpinan LPN ko, puaso tahun yang
lewat ado mengunjungi wirid kami di Pakanbaru.-

 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Anzori
Sent: Wednesday, October 18, 2006 7:47 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Fw: Kenapa instrumen finansial mikro
gagalmenanggulangikemiskinan di Minangkabau ?

Assalamu'alaikum WW

  Kenapa Grameen Bank berhasil? 97 % nasabah GB adalah kaum wanita.
Kalau diterapkan di Sumatera Baratm maka 97% nasabahnya mungkin
laki-laki dan malah bisa menghilang dan macet.
  


--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply
- Besar posting maksimum 100 KB
- Mengirim attachment ditolak oleh sistem
=========================================================

Kirim email ke