Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Sanak sadonyo,
   
  Sabananyo, hal sarupo iko bukan barang baru di Minang. Tapi mungkin baru 
nampak sajo. Tapi memang dari akhir tulisan nan di bawah ko, dianjurkan ka 
saluruh urang Minang untuk indak "menghinakan" mereka nan punyo kehidupan 
saroman tu, dengan alasan :
  1. Mereka masih anak Minang, baik itu gay, lesbi, atau apapun namanya. Mereka 
dilahirkan demikian. Dan yang perlu diingat adalah ini bukan dosa ibu atau 
bapaknya. Tapi memang dibuat sedemikian. Mereka tidak perlu dijadikan tumbal 
dari apapun.
  2. Memang tidak semua anak dilahirkan gay, lesbi atau apalah namanya. 
Pengaruh lingkungan memang ado. Namun pengaruh lingkungan hanya sekian persen 
kecil dari pengaruh / keadaan jiwa sang anak. Pendekatan pada mereka memang 
perlu dan itu sudah hak mereka mendapatkan perhatian, sama halnya dengan anak 
yang dikatakan "normal".
  3. Sikap anak demikian bukanlah suatu "handicap" dan cukup banyak para gay, 
lesbi dengan posisi sosial yang cukup tinggi.
   
  Selain itu, memang kebiasaan kita yang dari dulunya dan juga masih sekarang 
dimana anak laki sering bermain dari kecil sama anak laki dan perempuan dengan 
perempuan. Saya tidak mengatakan hal demikian sebagai salah satu akibat, namun 
bisa jadi sebagai pemicu. Yang terpenting dalam hal ini adalah perhatian sang 
orang tua, bapak dan ibu si anak dari masa kecil sampai remaja.  Sekali lagi 
dalam hal ini, pendidikan seks, baik di sekolah ataupun di keluarga perlu 
diberikan. Bukan dengan tujuan MENGHALALKAN seks, tapi memberikan pengertian 
apa itu seks, apa itu hubungan dua jenis kelamin yg berbeda, dan dua jenis 
kelamin yang sama tanpa harus merasa kikuk. Pengertian ini harus diberikan 
sesuai dengan umur sang anak. Tidak dicampur baurkan untuk semua umur. 
   
  Yang perlu disamapaikan disini juga adalah tidak semua anak gay bergaya 
perempuan alias banci atau bencong kasarnya dan tidak semua anak lesi bergaya 
tomboy.Tidak semua anak berjiwa gay harus selalu dandan menor dan tidak semua 
tomboy doyan bagalimang gomok. Memang dalam pemisahan pemikiran ini di Minang 
agak sulit diterima, masih tabu, walaupun itu sudah kelihatan dari dulu.
   
  Semasa masih ambo di smp, sma, ambo pun banyak mandangakan olok olok an si 
anu banci, kapadusian kalaukuannyo. Iko adolah cara pemikiran nan salah. Baa co 
itu, karano indak ado nan maagiah tahu kalau iko salah.
   
  Sakitu se dulu, kalau ado komentar nan lain, silahkan.
   
   
   

"Nofend St. Mudo" <[EMAIL PROTECTED]> a écrit :
    Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Tacengang juo baco Judul nan gadang-gadang tentang Prilaku nan mudo2
dikampuang awak, apo iyo alah sarupo itu kehidupan kawan-kawan nan
mudo-mudo dikampuang????


Menurut Sri, komunitas gay dan lesbi masih sangat tertutup, dan belum
berani menyatakan 'kebebasan orientasi seksual mereka" apalagi dalam
keluarganya, dianggap hina dan dibuang. Walaupun komunitas gay dan
lesbi sangat terbatas tapi mereka pada umumnya sangat setia dengan
pasangannya serta tingkat kecemburuan mereka sangat tinggi.

Kelompok ini tidak perlu dimarjinalkan dan harus didekati, jangan
membuang mereka dengan masyarakat, karena mereka punya hak untuk
hidup. Sebenarnya mereka tidak menginginkan kondisi itu, bahkan mereka
pernah berusaha menjadi pasangan yang hetero seksual tapi cenderung
tidak bisa. "Perlu 'penyembuhan' dan harus lingkungannya perlu
memahami latar belakang mereka, sebab mereka punya kesempatan untuk
kembali menjadi hetero seksual," katanya.(kcm)

  Komentar
   
  "Penyembuhan" adolah kato yang salah manuruik ambo. Gay atau lesbi bukanlah 
penyakit. Tapi Aids iya. Justru malah banyak yang sudah kawin "normal" berubah 
mencintai sesama jenis, dengan korban anak yang telah dilahirkan jadi 
terlantar. Hal ini terjadi karena adanya tekanan sosial dimana sesorang lelaki 
harus kawin dengan perempuan, walau si lelaki tsb terpaksa memendam perasaaan.
   
   
  Sekian dulu
   
  Heri
  Paris
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================



                
---------------------------------
 Yahoo! Mail réinvente le mail ! Découvrez le nouveau Yahoo! Mail et son 
interface révolutionnaire.
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke