Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Waalaikumsalam..

Buya Syafei saya rasa semakin matang dalam memahami hakikat keagamaan
dan menjawab realitas sosial yang ada. Semasa beliau masih jadi
mahasiswa, Buya adalah seorang yang getol ingin menerapkan negara
Islam di indonesia, namun setelah lebih dalam mengkaji agama termasuk
pada Fajlul Rahman beliau berubah menjadi agamawan yang moderat. 

memang kadang seseorang yang moderat seringkali susah di cerna dan
diterima dalam masyarakat kita. walaupun sesungguhnya Muhammadiyah
yang telah berdiri puluhan tahun termasuk kedalam aliran moderat itu,
juga NU (dalam bukunya Abou El Fadhl). lebih jauh lagi sikap seseorang
yang moderat dalam artian menghormati kebebasan setiap orang dalam
memeluk agama dan apapun agamanya di identikkan dengan pluralisme .
pluralisme dipahami lebih jauh lagi menjadi liberalisme yang sudah
kadung cemar dalam masyarakat kita. kebebasan diidentikkan dengan free
sex, narkoba, dunia malam dsb..padahal kalau dikaji lebih dalam
kebebasan mempunyai tempat khusus dalam agama Islam ( tak ada paksaan
dalam beragama)

kembali ke Buya Maarif, dengan tulisannya yang cenderung moderat
beliau sesungguhnya prihatin dengan keber islaman kita, khususnya yang
menjadikan Islam sebagai komoditas politik. Islam dijadikan pembenaran
dalam melakukan tindakan anarkis, teroris. padahal islam diturunkan
sebagai rahmatan lilalamin, rahmat bagi semesta alam (semesta disini
bukan hanya bagi muslim saja). Buya memimpikan hidup harmonis antara
sesama pemeluk agama tanpa menjadikan agama sebagai sumber konflik.
bukankah agama sebagai media untuk mencapai keharmonisan ?

sukidi, saya gak cukup mengenal dia, ketemu Cuma sekali waktu ngajak
makan ke retoran tapi lauik padang.. Sukidi menurut gambaran saya
adalah benar2 seorang pemikir. Beliau saat ini mengambil PHD di
harvard. Sukidi mendapat beasiswa S2 dan kemudian melanjutkan S3
disana. Sukidi adalah kader Muhammadiyah juga, mengenai plurailsmenya
sukidi saya gak bisa komentar karena sebelum bisa memberikan penilaian
kepada seseorang kita musti tahu dulu sosok dan pemikiran orang tersebut.

Sanak sudah membaca bukunya Abou El Fadhl ? sangat menarikĀ…







--- In [EMAIL PROTECTED], "Ari NGT" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tolong dibaca aturan di footer dibawah
> --------------------------------------
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> Dari beberapa tulisannya akhir-akhir ini, I am not sure where buya
Syafii is
> trying to bring us...just feel there is something wrong about where
he is
> heading, but not qualified enough to express it.
> Sukidi, kalau dilihat di tulisannya di Kompas, is not the correct
person to
> follow as well.
> Sepertinya apa pun yang berbau pluralisme di lempar ke Kompas (yang
terkenal
> screeningnya ketat) bisa langsung diaccept.
> 
> 
> 
> cheers,
> .ari
> .
> 
> 
> 
> 
> 
> On 12/5/06, Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Tolong dibaca aturan di footer dibawah
> > --------------------------------------
> >
> > Oleh : Ahmad Syafii Maarif
> >
> > Republika, Selasa, 28 Nopember 2006
> >
> > http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=273426&kat_id=19
> >
> > Jika dibandingkan dengan metode Fazlur Rahman dalam kajian keislaman
> > yang cenderung melebar, tetapi tidak kurang tajam dan mendalamnya,
> > pendekatan Khaled Abou El Fadl lebih menukik dan berani, khususnya
dalam
> > masalah syariah yang memang merupakan disiplin utamanya. El Fadl
> > kelahiran Kuwait, lama belajar di Mesir, kemudian di Amerika Serikat.
> >
> > Sekarang adalah guru besar hukum Islam di UCLA School of Law. Mata
> > kuliah yang diasuhnya adalah hukum Islam, hukum imigrasi, hukum
hak-hak
> > asasi manusia, dan hukum internasional dan keamanan nasional. Semuanya
> > berkaitan dengan masalah hukum. Saya pernah memapah Abou El Fadl di
> > Kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada saat memberi ceramah di sana
sekitar
> > satu setengah tahun yang lalu, yang dipandu oleh Sukidi, sekarang
> > belajar di Harvard.
> >
> > Dalam kondisi fisik yang tidak lagi prima, El Fadl adalah salah
seorang
> > juru bicara Islam kontemporer yang cerah di muka bumi. Ia telah
menulis
> > beberapa karya penting tentang Islam yang diramunya dari sumber-sumber
> > klasik dan modern. Di atas ramuan itulah ia memetakan tafsirannya
> > tentang Islam dengan cara yang sangat kritikal, mendalam, dan
> > komprehensif.
> >
> > Pedang kritiknya dibidikkan kepada dua sasaran: Puritanisme Islam dan
> > modernitas sekuler. Solusi yang ditawarkannya adalah sebuah Islam
> > moderat yang cerdas, kreatif, dan penuh semangat juang, sebagai
cerminan
> > dari rahmat bagi seluruh alam. Resonansi ini sebagian didasarkan pada
> > kesimpulan salah satu karya terbarunya, The Great Theft / Kemalingan
> > Besar. ( New York: HarperSanFrancisco, 2005, 290 hlm. plus catatan
> > akhir). Karya lain yang tidak kurang menantangnya, di antaranya
And God
> > Knows the Soldiers dan Speaking in God's Name. Kedua buku ini banyak
> > berbicara tentang gelombang puritanisme kontemporer. Menurut El Fadl,
> > aliran puritan dapat dilacak akarnya pada golongan Khawarij, bekas
> > pengikut 'Ali bin Abi Thalib, yang pada abad pertama Islam telah
banyak
> > membunuh orang Islam dan non-Muslim, dan bertanggung jawab dalam
> > menghabisi nyawa 'Ali bin Abi Thalib sendiri. Setelah terlibat dalam
> > pertumpahan darah yang panjang dan sia-sia, sisa-sisa kaum Khawarij
> > masih dijumpai sedikit di Oman dan Ajazair, tetapi mereka sudah
berubah
> > menjadi moderat, bahkan pasifis (suka damai).
> >
> > Dalam penglihatan El Fadl, mengapa arus ekstremisme marak di dunia
> > Muslim sekarang? Salah satu sebabnya adalah karena "lembaga-lembaga
> > tradisional Islam yang secara historis bertindak untuk meminggirkan
> > aliran ekstremis tidak ada lagi. Inilah yang membuat periode sejarah
> > Islam sekarang jauh lebih sulit dibandingkan periode yang lain, dan
> > inilah sebabnya mengapa orientasi puritanisme modern lebih mengancam
> > integritas moralitas dan nilai-nilai Islam melebihi gerakan-gerakan
> > ekstremis sebelumnya.
> >
> > Barangkali inilah pertama kali dalam sejarah bahwa pusat dunia Islam,
> > Makkah dan Madinah, telah berada di bawah kontrol negara puritan
selama
> > periode yang demikian lama." (Ibid., hlm. 102). Dengan uang yang
> > melimpah, Wahabisme telah diekspor ke berbagai pojok bumi yang
mematikan
> > kebebasan berpikir dan intelektualisme Islam. Ironisnya adalah bahwa
> > Kerajaan Saudi dalam politik global banyak bergantung pada Amerika
> > Serikat.
> >
> > Inilah sebuah kongsi yang aneh antara dua sistem politik yang
sebenarnya
> > sangat rapuh, tetapi direkat oleh kepentingan-kepentingan pragmatis
> > jangka pendek. Puritanisme kontemporer memang umumnya muncul dari
rahim
> > Wahabisme, dan Taliban adalah salah satu bentuknya. Jadi, tidak
> > mengherankan jika seorang Usamah bin Ladin diterima baik dalam kultur
> > Taliban, karena persamaan doktrin yang dianut, dengan catatan jasa
> > Amerika cukup besar dalam mendukung puritanisme ini sewaktu menghadapi
> > pasukan Uni Soviet di Afghanistan.
> >
> > Sejak tragedi 11 September 2001, kemudian aliansi mereka pecah. Dan
> > Amerika sekarang kewalahan menghadapi "anak didiknya" ini yang
sebagian
> > terlibat dalam kegiatan teror global, sebagaimana juga Gedung Putih di
> > bawah Bush telah pula menjadi pusat teror negara bersama Israel.
Invasi
> > terhadap Afghanistan dan Irak dengan helah yang dibuat-buat adalah
> > bentuk terorisme negara untuk menghancurkan dua bangsa dan negara
lemah,
> > yang sekarang kondisinya malah semakin memburuk dan rusak.
> >
> > Menurut keterangan yang diberikan Pak Taufiq Kiemas kepada saya di
> > pesawat Garuda dalam penerbangan ke Yogyakarta pada 23 November,
> > sebenarnya Presiden Megawati telah mengingatkan Bush agar tidak
> > menyerang Irak, sebab akan sulit keluar dari sana, tetapi Bush tetap
> > nekat. Sebuah kenekatan yang harus dibayar dengan ongkos yang sangat
> > mahal, termasuk kekalahan Partai Republik baru-baru ini dalam
pemilihan
> > senat dan kongres Amerika.
> >
> >
> >
> > --------------------------------------------------------------
> > Website: http://www.rantaunet.org
> > =========================================================
> > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
> > keanggotaan,
> > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> > * Posting dan membaca email lewat web di
> > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> > dengan tetap harus terdaftar di sini.
> > --------------------------------------------------------------
> > UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
> > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
> > - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
> > 1. Email ukuran besar dari >100KB.
> > 2. Email dengan attachment.
> > 3. Email dikirim untuk banyak penerima.
> > ================================================
> >
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan
konfigurasi keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
> - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
> 1. Email ukuran besar dari >100KB.
> 2. Email dengan attachment.
> 3. Email dikirim untuk banyak penerima.
> ================================================
>



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke