Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------
http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=9758
Bagaimana Pariwisata Menjadi Andalan Sumbar
Oleh St. H. Zaili Asril
Kamis, 21-Desember-2006, 04:21:45 32 clicks
KALAU kita berbincang-bincang tentang dari mana peluang rakyat Sumatera
Barat dapat hidup sejahtera yang benar-benar akan dapat mengubah peta
perekonomian daerah ini?
Jawaban singkatnya: dari pariwisata dan kelautan! Secara simplistis, tidak
banyak yang akan mendebat simpul ini!? Hanya saja, pariwisata tidak hanya
dapat menghasilkan dengan segera bahkan meloko beberapa sektor lain,
sedangkan kelautan harus bersabar menunggu hasil dan juga membutuhkan
teknologi tinggi/dana invetasi jauh lebih besar!
Memang, secara struktural, konstribusi sektor dalam product domestic
regional bruto (PDRB) provinsi Sumatera Barat, kita akan segera menyebut
sektor pertanian (subsektor tanaman pangan/hotrikultura, perkebunan,
perikanan darat dan laut, dan subsektor peternakan) masih dominan (di atas
20 persen), lalu disusul perdagangan dan industri olahan, dan jasa-jasa.
Artinya, kalau meningkatkan konstribusi sektor-sektor yang sudah ada, maka
alokasi budget pembangunan tentu akan diarahkan ke sektor-sektor tadi. Lalu,
di mana peran sektor industri pariwisata dalam PDRB Sumatera Barat?
Sementara itu, kalau kita bicara sektor pendidikan, kesehatan, agama, dan
sosial-budaya, itu sudah guven. Secara nasional, pemerintah termasuk
pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) di Indonesia mutlak harus
mengalokasikan dana terbesar ke sektor pendidikan dan kesehatan! Jadi,
perdebatan tentang sektor-sektor pendidikan dan kesehatan lebih pada
apastrategi dan pendekatan serta pilihan tindakan. Apakah belanja ke sentor
ini dapat segera diukur mampu mendongkrak bagian mana dari sektor pendidikan
dan kesehatan? Jadi, bukan sekedar prioritas belanja terbesar!!
SESUNGGUHNYA, bicara industri pariwisata tidak dapat dipandang hanya jadi
urusan sektor/Dinas Pariwisata dan Senibudaya (Disparsenibud)! Tergantung
tingkat kesemaan persepsi/perspektif/visi dan kesungguh-sungguhan kepala
daerah (gubernur dan bupati/walikota)!! Industri pariwisata, kalau memang
akan dijadikan soko/lokomotif kesejahteraan rakyat sekaligus ekonomi
kerakyatan, pengembangan industri pariwisata harus jadi strategi bersama.
Walau terbagi dalam beberapa sektor mutak dipastikan sektor-sektor terkait
benar-benar melaksanakan strategi bersama tersebut!
Yang pastipaling tidak hasil diskusi saya dengan Kepala Disparsenibud
Sumatera Barat James Helliward sepanjang perjanan ke Belanda (16-21/12),
ke-1, pariwisata sangat berkaitan dengan keamanan (terutama di kawasan
wisata) dan kenyamanan bagi wisatawan termasuk pengkondisian penerimaan
masyarakat terhadap wisatawan. Ke-2, kelancaran perhubungan
(udara/darat/air) berikut jasa keagenan perjalanan dan telekomunikasi. Ke-3,
setor perindustrian (indstri olahan/handycraft) dan perdagangan termasuk
hotel dan restorasi serta souvenir shops. Ke-4, sektor koperasi dan usaha
kecil-menengah (UKM), dan ke-5 kalender even yang terjadwal pasti.
Tdak kalah penting mungkin lebih menentukan: promosi pariwisata! Nah, kita
pasti akan selalu berdebat kusir/tidak produktif. Masalah pokok di sini,
promosi sering dipandang sebagian pejabat/birokrasi termasuk Bappeda
sebagai tidak penting!? Para pejabat, justeru karena kebodohan/ketaktahuan
memandang promosi berdampak instan. Buat apa promosi mahal dan hasilnya
kalau tidak segera tampak!? Mungknkah mereka perlu disekolahkan tentang
marketing dan promotion!!? Dalam bisnis/dagang pariwisata adalah dagang
jasa, dan promosi pariwisata akan menyerap dana besar investasi untuk hasil
jangka menengah dan panjang dan harus terus menerus dilakukan!!
Yang perlu ditentukan, siapa/mana segmen (sasaran) utama calon wisawan yang
dituju promosi yang dilakukan! Bila sudah ditentukan, berusahalah tidak
hanya mempromosikan kepada calon konsumen yang menjadi segmen/sasaran utama,
tapi, menentukan pilihan strategi/pendekatan dan program/tindakan promosi
yang akan dilakukan yang mempertimbangkan sisi calon konsumen yang dituju!
tadi. Dan, semua harus dengan riset/observasi dan diserahkan pada ahlinya
bahkan untuk menyusun grand disign marketing dan promosi. Birokrasi
mengambil posisi fasilitator dan menyediaan infrastruktur. Yang bermain
adalah para pelaku/praktiisi industri pariwisata!
SEBELUM melakukan promosi, maka yang hars disiapkan adalah apa yang akan
menjadi andalan/jualan utama, landscope, adat dan tradisi masyarakat lokal,
atraksi rakyat/events, ketersediaan kelancaran perhubungan/telekomunikasi,
formulasi daya tarik termasuk tag-lines yang dipilih, pilihan aneka paket
wisata, dan ketersediaan fasilitas kemudahan dan kenyamanan (tersedia peta
Sumatera Barat, peta-peta kota/kabupaten, peta-peta obyek-obyek wisata,
peta-peta artshops/souvenir shops), dan folder-folder dengan uraian obyek
secara singkat dan menarik, yang semua mudah didapatkan dan free.
Lebih awal lagi, adalah memprakondisikan: kesamaan perspepsi/perspektif di
antara pengambil kebijakan, bahwa pembangunan pariwisata harus berorientsi
konsumen/wisatawan dan calon wisatawan. Tentukan mana sasaran konsumen
utama, ketahui apa kecenderungan perhatian/kebutuhan/kepentingan mereka.
Dari sana dapat ditentukan pilihan strategi/pendekatan, tindakan/program,
dan ambil posisi melayani konsumen/wisatawan dengan tulus. Tidak berarti
melayani membuat posisi renda/irendahkan. Tidak harus menuruti semua apa
kemauan/kehendak konsumen/wisatawan, tapi, memperkenalkan/menawarkan apa
kekhasan yang dimiliki/berdaya jual.
Nah! Apabila marketing/promotion akhirnya mampu mentingkatkan jumlah
pengunjung dengan lama tinggal berapa hari, maka jumlah uang yang mereka
belanjakan akan relatif besar. Mereka akan menikmati makan dan penganan
buatan rakyat, membeli aneka produk khas termasuk aneka gift/souvenir
hasil kerajinan rakyat, dan kesan yang mereka bawa karena keramahtamahan
masyarakat/pelaku industri pariwisata, akan memicu para calon wisatawan
lainnya/memberikan dampak berganda-ganda. Maka, industri pariwisata akan
mendorong peningkatan penjualan makanan/penganan dan hasil kerajinan rakyat
daerah ini, insya Allah.***
* Penulis adalah Wartawan Senior Sumatera Barat.
Email [EMAIL PROTECTED]
Z Chaniago - Palai Rinuak - http://www.maninjau.com
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
_________________________________________________________________
Type your favorite song. Get a customized station. Try MSN Radio powered
by Pandora. http://radio.msn.com/?icid=T002MSN03A07001
--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================