Tolong dibaca aturan di footer dibawah
--------------------------------------

Pak Suhaimi Yth;
Kebetulan orang tua saya sampai saat ini tinggal dan menetap di kaki Bukit
Kawin yangt di maksud.
Cerita yang sama banyak sekali saya dengar dari orang tua-tua semasa saya
saya masih menetap disana.
Di kaki bukit itu ada sebuah sekolah SD ( dulu SR ) yaitu SD.Batu Mandi dan
disitulah saya dulu bersekolah.
Dibelakang SD tsb masyarakat menyebutnya TAMPAT dimana disitu penuh dengan
kuburan para pejuang dan para sahid yang sudah membela negeri ini .

Refnil Dodi
Medan

----- Original Message -----
From: "suheimi ksuheimi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>
Sent: Wednesday, December 27, 2006 8:52 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] BUKIT KAWIN


> Tolong dibaca aturan di footer dibawah
> --------------------------------------
>
> BUKIT KAWIN
> Oleh: K Suheimi
>
>
> Bukit Kawin di Tilatang kamang, dua bukit yang
> berdekatan hampir sama  besar dan disampingnya ada
> satu lagi bukit kecil. Mungkin karena ada 2 bukit
> beredekatan dan ada lagi yang kecil seakan ibu bapak
> yang kawin dengan melahirkan seorang anaknya.  Tapi
> kenapa namanya bukit kawin  tak seorangpun  yang tahiu
> dengan pasti,. Setiap kali saya lewati bukit itu ada
> satu kenangan yang menggores kalbu ini
>
> Dulu kata ibu saya memulai ceritranya. Bukit kawin itu
> kami gunakan untuk ijok. Ijok melarikan diri dan
> bersembunyi di bukit kawin, menghindar dari kejaran
> Belanda.  Pada Agresi kedua , kami vakuasi, maksud ibu
> saya evacuasi ke Tilatang Kamang. Didekat sebuah
> jembatan  tak jauh dari bukit kawin ibu dan bapak
> menjual Gureng pisang di sebuah lepau yang di gunakan
> juga sebagai tempat tinggal. Di lepau itulah setiap
> pagi ibu menggoreng pisang dan bapak dengan sepeda
> bututnya pergi ke pekan kamis beli  bahan-bahan.
> Disuatu pagi kenang ibu, Tong-tong berbunyi  sebagai
> tanda bahaya bahwa tentara Belanda   datang memasuki
> kampung.
> Semua barang dan peralatan di tinggal, saya di pangku
> dan di gendong  dibawa ijok ke Bukit Kawin.
> Betapa luluh hati ibu dan bapak ketika dari Bukit
> kawin menyaksikan lepau dan sepeda satu-satunya
> kekayaan bapak di bakar habis. Air mata ibu menetes
> membasahi pipi dan ikut membasahi kepala saya yang
> dalam pelukkani ibu. Didekapnya saya erat-erat,  Tuhan
> Tolong hamba Mu" desis ibu dengan suara tertahan.
>
> Setelah Belanda pergi  di coba mengais bekas lepau
> yang terbakar kalau-kalau ada yang masih bisa di
> manfaatkan. Semua benda dan barang-barang ludes
> terbakar,  keluarga kami pergi menompang kesana sini
> dan tetap juga menjauh jadi pengungsi meneyelamatkan
> diri sampai ke kampung Magek.
>
> Tiap hari ibu dan bapak pergi keladang-ladang ubi yang
> sudah di panen orang. Karena waktu orang membongkar
> ubi tak semua ubi itu terbercut, masih ada ujung-ujung
> ubi itu yang tertinggal di sawah atau ladang.
> Ibu dan ayah berusaha menggali lagi untuk mendapatkan
> ubi-ubi sebesar tunjuk yang masih tersisa dari
> sisa-sisa ubi itulah yang dikumpulkan ibu dan bapak.
> Ubi itulah yang ibu rebus dan dengan  itu pulalah
> engkau di beri makan dan di besarkan, kenang ibu
> mengingat   masa-masa pahit ketika Agresi kedua.
> Satu yang ngak bisa ibu lupakan  kata Ibu Nurhama
> ketika berceritra sebelum saya tidur. "Ketika
> asyik-asyik menggali dan mengumpulkan ubi. Tiba-tiba
> peluru mortir berdentum dan meledak di dekat beliau
> sangat keras dan keras sekali menggetarkan telinga dan
> otak ibu. Terasa sakit di telinga dan kepala. Sejak
> itu pendengaran ibuku jadi tak berfungsi
>  Dan sampai akhir hayat beliau ketulian dalam
> pendengaran inilah yang jadi keluhan. Sudah saya coba
> membawa ibu kemanapun agar pendengarannya pulih, tapi
> inilah yg tak pernah berhasil, dokter angkat tangan
> kerna kerusakkannya sentral di dalam otak akibat
> geteran Bom Mortir yang terlalu keras yang meledak
> didekat ibu
>
> Betapa saat-saat itu ibuku Nurhama dan bapakku
> Karimuddin berceritra pengalaman pahit dalam
> pengungsian, kerna kita tak punya sawah dan tak punya
> satupun. Satu-satunya sepeda itupun juga terbakar,
> Tempat tinggal dan lepau juga di bakar oleh Belanda.
> Ketika itu bakar membakar adalah pemandangan
> sehari-hari. Kalau tidak Belanda yug membakar, orang
> kitapun ikut membakar pula dengan politik Bumi Hangus.
> Kemudian Bapakku berkisah. Tidak lama setelah ibukota
> RI di [[Yogyakarta]] dikuasai [[Belanda]] dalam
> [[Agresi Militer Belanda II]], mereka berulangkali
> menyiarkan berita bahwa RI sudah bubar. Karena para
> pemimpinnya, seperti [[Soekarno]], [[Hatta]] dan
> [[Syahrir]] sudah menyerah dan ditahan.
>
> Dalam keadaan genting ini Sjafruddin bersama
> rekan-rekannya segera mengambil inisiatif. Mereka
> memutuskan untuk mendirikan pemerintahan dengan
> [Kabinet Darurat].
>
> Sejak itu PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda.
> Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar
> untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda
>
> PDRI yang berpusat di Koto Tinggi  dekat Suliki itu
> terletak di Balik perbukitan di kamang Magek ini
> Di Bukit Kaluang, batu bajak dan perbukitan itu disana
> banyak Goa-goa dan ngalau-ngalau yang strategis sekali
> untuk  bersembunyi. Jadi bukit inilah yang jadi
> sasaran tembak oleh Belanda
> Jadi Bukit-bukit di Kamang magek dan Tilatang inilah
> yang jadi basis perjuangan PDRI. Cuma dalam mereka
> membom bardir bukit itu sering mortir itu tak tepat
> sasaran, mortir itu mengenai rumah-rumah rakyat dan
> masuk kelobang-lobang perlindungan yang di bikin
> rakyat, sehingga tak jarang se lobang, artinya orang
> yang dalam lobang mati semuanya terkena  hantaman
> peluru yang namanya perang itu.
>
> Ada tempat strategis menurut orang kamang magek kalau
> sampai jatuh ketangan Belanda  dan Belanda membuat
> markas disitu bisa menyebabkan PDRI  itu akan di
> taklukkan dan Indonesia ini betul-betul dijajah
> kembali.  Tempat itu adalah di kaki bukit  di daerah
> Pekan Selasa,. Menyadari hal itu,  Maka sepakat
> masyarakat waktu itu mengorbankan Pasar, kantor wali
> negari serta sekolah panjang. Semua bangunan yang ada
> di tempat itu dibakar dan di bumi hanguskan supaya
> Belanda jangan sampai mengusai tempat yang strategis
> itu.
> Maka pengorbanan rakyat untuk membela Negara dan
> membuat Negara berdaulat  tidak sedikt.
> Putra-putra terbaik bergelimpangan jadi korban.
> Rumah-rumah yang strategis di bumi hanguskan  rata
> dengan tanah. Harta , Benda, Nyawa dikorbankan oleh
> rakyat Magek, Kamang dan tilatang untuk mempertahankan
> kemerdekaannya
>
> Satya kenang ayah dan ibu saya yang sudah Almarhum,
> saya kenang nasib saya ketika masih berusia 2 tahun,
> saya kenang korban-korban yang tak terhjingga
> jumlahnya, akankah sia-sia pengorbannan mereka atau
> tak berarti apa-apa.
>
> Saya makin tercenung lagi ketika masuk pekan selasa
> tempat pusat perekonomian orang magek dan kamang.
> Pasar yang dulu di Bakar dan di bumi hanguskan. Saya
> kenang di tengah pasar itu pernah tumbuh pohon
> Beringin Besar tempat berlindung. Kalau ada Belanda
> masuk orang memanjat batangnya dan hilang dalam
> kerimbunan Batang beringin itu, semua telah tiada.
> Yang tinggal pasar yang berbecek. Luluk dan airnya
> bersatu, untuk masuk pasar kita seyogianya pakai
> sepatui tinggi seperti sepatu tukang samapah. Tidak
> ada lagi kenyaman, tidak ada lagi tempat yang layak
> untuk berjual beli
> Melalui tulisan ini saya memanggil siapa saja. Disini
> di Kamang magek ini tidak sedikit y g telah meregang
> nyawa, tak sedikit harta yang punah tak sedikt air
> mata yang terurai  untuk membela Negara. Karena semua
> kekuatan Belanda waktu itu di kerahkan untuk
> menghancurkan PDRI
> Apalagi jika dilihat  banyak orang kamang yang jadi
> Pahlawan  dan nama besar seperti  Tuangku Nan Rencah
> yang berpendirian teguh  dan tangan kanan Tuangku Imam
> Bonjol  dalam memerangi Belanda.
>
> Alangkah berterima kasihnya rakyat disana  . bila
> pasar sebagai tempat berkumpulnya semua anak nagari,
> sebagai tempat mencari sesuap nasi, agar tempat ini
> jadi perhatian pemerintah . Agar pasar ini di bangun
> sebagai pasar utj negenang disinilah Basis perjuangan
> Negara. Disinilah Negara di Bela dan disinilah orang
> berjihad  dan berkorban tanpa  tedeng alin-aling.
> Bukankah Bangsa yang terhormat adalah Bangsa yang
> menghargai pahlawan dan pejuangnya?
>
> (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat
> (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat
> (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka
> mereka orang kaya karena memelihara diri dari
> minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat
> sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang
> secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang
> kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya
> Allah Maha Mengetahui. (QS. 2:273)
>
> P a d a n g  27 Desember 2006
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> --------------------------------------------------------------
> Website: http://www.rantaunet.org
> =========================================================
> * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi
keanggotaan,
> silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
> * Posting dan membaca email lewat web di
> http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
> dengan tetap harus terdaftar di sini.
> --------------------------------------------------------------
> UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
> - Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
> 1. Email ukuran besar dari >100KB.
> 2. Email dengan attachment.
> 3. Email dikirim untuk banyak penerima.
> ================================================
>
>
>
> --
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.344 / Virus Database: 268.3.2/293 - Release Date: 3/26/2006
>



--------------------------------------------------------------
Website: http://www.rantaunet.org
=========================================================
* Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi 
keanggotaan,
silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
* Posting dan membaca email lewat web di
http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages
dengan tetap harus terdaftar di sini.
--------------------------------------------------------------
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email, DITOLAK atau DIMODERASI oleh system, jika:
1. Email ukuran besar dari >100KB.
2. Email dengan attachment.
3. Email dikirim untuk banyak penerima.
================================================

Kirim email ke